Sebagai penggemar sepak bola tanah air, kamu pasti selalu penasaran dengan perkembangan klasemen Liga 1 Indonesia. Kompetisi yang sekarang dikenal sebagai BRI Super League 2025/2026 ini memasuki babak baru yang sangat seru. Musim ini, yang berlangsung dari 8 Agustus 2025 hingga 23 Mei 2026, bukan sekadar lanjutan biasa.
Ini adalah musim pertama dengan nama baru “Super League” dan menjadi ajang pembuktian bagi 18 tim terbaik kita. Mari kita kupas lebih dalam peta persaingan, tim-tim pendatang baru, dan cerita menarik di balik angka-angka di tabel klasemen.
Peta Persaingan terkini: Siapa yang Memimpin?
Periode awal kompetisi selalu memberikan kejutan. Berikut adalah snapshot posisi klasemen liga 1 hingga pertengahan kompetisi, yang menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas dan bagaimana beberapa tim berjuang di zona degradasi.

Perebutan Gelar Juara: Duel Sengit di Puncak
Borneo FC dan Persib Bandung sedang terlibat duel sengit di puncak klasemen Liga 1 dengan poin sama, yaitu 34. Borneo FC unggul tipis di selisih gol (+16 vs +15), yang bisa jadi penentu di akhir musim nanti. Borneo juga tercatat memiliki catatan menang beruntun dan tak terkalahkan terlama musim ini, yaitu 11 pertandingan.
Di belakang mereka, Malut United (31 poin) dan Persija Jakarta (29 poin) masih mengintai dan berpeluang mempersempit jarak, terutama karena Persija baru memainkan 14 laga. Persija juga punya catatan kemenangan tandang terbesar musim ini saat mengalahkan Persis Solo 3-0.
Zona Tengah: Pertarungan Sengit Tim Promosi dan Senior
Di posisi kelima, PSIM Yogyakarta menjadi kisah inspiratif musim ini. Sebagai tim promosi yang kembali ke kasta tertinggi setelah 18 tahun absen, mereka menunjukkan performa sangat solid dengan hanya kalah 3 kali. Mereka membuktikan bahwa persiapan matang di bursa transfer bisa membuahkan hasil.
Pertarungan untuk masuk zona podium dan zona degradasi sangat ketat. Selisih antara tim peringkat 5 (PSIM, 24 poin) dan peringkat 14 (Dewa United, 17 poin) hanya 7 poin. Satu atau dua kemenangan beruntun bisa melesatkan posisi tim secara drastis.
Zona Merah: Perjuangan Menghindari Degradasi
Di dasar klasemen BRI Super League, tekanan sangat terasa. Persis Solo tertancap di posisi juru kunci dengan hanya 7 poin dan sedang menjalani masa terburuk dengan rekor 13 pertandingan tanpa kemenangan. Mereka bersama Persijap Jepara (9 poin) dan Semen Padang (10 poin) harus berjuang keras untuk keluar dari zona merah. Persijap dan Semen Padang bahkan pernah mengalami rekor 8 kekalahan beruntun.
Kilas Balik Musim dan Jadwal Penting Mendatang
Musim BRI Super League 2025/2026 ini adalah musim ke-16 dari liga profesional tertinggi Indonesia. Kompetisi diikuti 18 tim dan berlangsung dari 8 Agustus 2025 hingga 23 Mei 2026. Tiga tim promosi yang memperkuat kompetisi adalah PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Setelah jeda libur, pertandingan kembali bergulir pada akhir Desember 2025 dengan sejumlah laga tunda pekan ke-8 dan lanjutan pekan ke-15. Beberapa hasil penting termasuk kemenangan Persib atas PSM Makassar (1-0) dan kemenangan besar Persebaya atas Persijap (4-0) pada 27-28 Desember.
Pertandingan selanjutnya pada pekan ke-16 akan dimulai pada 3 Januari 2026, dengan laga-laga menarik seperti Borneo FC vs PSM Makassar dan Persik Kediri vs Persib Bandung.
Faktor Penentu di Babak Kedua
Berdasarkan analisis perkembangan musim ini, beberapa faktor kunci akan menentukan siapa yang akhirnya jadi juara Liga 1 Indonesia dan siapa yang harus terdegradasi:
- Kedalaman Squad dan Manajemen Cedera: Persaingan ketat mengharuskan setiap tim punya cadangan berkualitas. Tim dengan squad tipis berisiko besar di babak kedua.
- Konsistensi Performa Tandang: Hampir semua tim tangguh di kandang sendiri. Poin-poin dari pertandingan tandang akan jadi harta karun yang sangat berharga.
- Kepiawaian Pelatih Atasi Tekanan: Pelatih tim di puncak, zona tengah, dan zona merah sama-sama diuji. Keputusan strategis saat deadlock sering jadi pembeda.
BRI Super League musim ini benar-benar belum bisa ditebak. Duel antara Borneo FC dan Persib Bandung diperkirakan akan berlanjut sangat sengit. Sementara itu, Malut United dan Persija Jakarta memiliki peluang nyata untuk turut ambil bagian dalam perburuan gelar.
Di zona tengah, ketangguhan tim promosi seperti PSIM akan terus diuji. Sedangkan di zona merah, pertarungan untuk bertahan akan sangat brutal dan mungkin baru akan terjawab di pekan-pekan terakhir.
Sebagai penikmat sepak bola Indonesia, kita patut apresiasi peningkatan kompetitifitas liga. Setiap pekan menawarkan kejutan dan drama. Mari kita terus dukung Liga 1 Indonesia untuk menjadi tontonan yang semakin berkualitas dan sportif.


