Shengjia Zhao Ditunjuk sebagai Chief Scientist Meta Superintelligence Labs oleh Mark Zuckerberg
CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada Jumat waktu setempat mengumumkan bahwa Shengjia Zhao, salah satu pendiri ChatGPT dari OpenAI, resmi ditunjuk sebagai Chief Scientist di Meta Superintelligence Labs. Penunjukan ini menegaskan langkah serius Meta dalam mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat posisinya di peta persaingan global.
Zuckerberg mengungkapkan bahwa Zhao bukan hanya bagian dari tim awal, melainkan juga turut mendirikan laboratorium superintelijen tersebut. “Shengjia telah memimpin dari hari pertama dan telah menjadi ilmuwan utama kami sejak awal,” tulis Zuckerberg dalam unggahan media sosial resminya. Penunjukan Zhao dilakukan di tengah gelombang besar perekrutan talenta AI oleh Meta, termasuk investasi sebesar USD 14 miliar ke perusahaan Scale AI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Meta dalam menciptakan teknologi AI yang lebih canggih dan terjangkau. Zhao akan bekerja langsung di bawah arahan Zuckerberg dan Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang kini menjabat sebagai Chief AI Officer di Meta. Keduanya akan berkolaborasi erat untuk membangun fondasi baru bagi pengembangan AI generatif di masa depan.Jejak Karier dan Kontribusi Zhao
Meta Superintelligence Labs: Pusat Inovasi AI Masa Depan
Meta Superintelligence Labs, yang diluncurkan Juni lalu, merupakan rumah baru bagi para peneliti dan insinyur AI terkemuka dari seluruh dunia. Fokus utama laboratorium ini adalah pada pengembangan foundation models seperti keluarga model open-source Llama, serta proyek riset fundamental di bidang kecerdasan buatan. Zuckerberg menegaskan bahwa Meta akan menggelontorkan "ratusan miliar dolar" untuk membangun infrastruktur komputasi AI yang masif, termasuk pusat data dan hardware canggih yang mendukung pelatihan model berskala besar. Dengan struktur organisasi yang kini diperkuat oleh nama-nama besar seperti Zhao dan Wang, Meta menunjukkan komitmen yang kian nyata dalam mengejar visi superintelijen buatan. “Beberapa tahun ke depan akan menjadi masa yang sangat menarik!” tutup Zuckerberg dengan nada optimistis. (***)Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Gemini 3.8 Flash: Langkah Baru Google untuk Pertahanan Siber Global yang Lebih Kuat
1 hari lalu
Huawei Nova 16s Resmi Meluncur: Kamera 200MP dan Teknologi AI Siap Guncang Pasar Global
1 hari lalu
Google Pics Luncurkan Platform AI Desain Baru: Tantang Canva dengan Integrasi Google Workspace
2 hari lalu
HP OmniBook Resmi Hadir di Indonesia: 5 Model Laptop dengan Teknologi AI untuk Semua Kebutuhan
2 hari laluKomentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
