Dari CCTV ke Dana Rp49 Miliar, Kasus Phra Wachirayan di Wat Phutthaisawan Melebar

Sebuah laporan anonim yang diterima polisi Thailand pada pertengahan Juli awalnya menyoroti perilaku seorang abbot di salah satu kuil kerajaan bersejarah di Ayutthaya. Kurang dari dua bulan kemudian, penyelidikan itu berkembang menjadi perkara dugaan penggelapan dana kuil lebih dari 92 juta baht, sekitar Rp49 miliar berdasarkan kurs referensi 12 September 2026.
Polisi menangkap Phra Wachirayan Wi, yang dikenal sebagai Luang Pho Atichot Dhammavaro, pada 10 September 2026. Punyawee “Ae” Rungrueang juga ditahan dalam operasi yang sama.
Di balik rekaman CCTV yang kemudian ramai diberitakan, penyidik menemukan persoalan yang lebih besar: dugaan aliran dana Wat Phutthaisawan senilai lebih dari 92 juta baht yang disebut tidak masuk ke rekening resmi kuil.
Kasus itu belum selesai. Sehari setelah penangkapan, Central Investigation Bureau atau CIB memaparkan temuan uang tunai, emas, rekening bank, serta dokumen aset bernilai besar. Penyelidikan kemudian diperluas untuk mengetahui dari mana seluruh harta tersebut berasal dan apakah ada pihak lain yang terlibat.
Berawal dari laporan anonim pada 15 Juli
Penyelidikan tidak bermula dari audit rutin. Menurut keterangan CIB yang dikutip sejumlah media Thailand, polisi menerima pengaduan tertulis tanpa nama pada 15 Juli 2026.
Laporan itu memuat dugaan pelanggaran disiplin monastik oleh Phra Wachirayan serta mempertanyakan kedekatannya dengan Punyawee. Pelapor juga menyoroti peningkatan kekayaan Punyawee yang dinilai tidak biasa.
Informasi tersebut tidak langsung berujung pada penangkapan. Penyidik bekerja selama beberapa pekan untuk memeriksa transaksi keuangan, dokumen, hubungan antarorang, dan aktivitas yang berkaitan dengan Wat Phutthaisawan.
Dari sana, arah penyelidikan mulai bergeser dari persoalan perilaku pribadi menuju dugaan penggunaan uang donasi.
Dua aliran uang menjadi fokus penyidik
Dalam keterangan pers pada 11 September, polisi menjelaskan sedikitnya dua aliran dana yang menjadi fokus perkara.
Baca juga: Como 1907 Guncang Liga Champions: Kemenangan 4-1 Atas RB Leipzig, Cesc Fabregas Bawa Kejutan
Sekitar 89 juta baht disebut berasal dari donasi untuk renovasi kuil. Sekitar 2,8 juta baht lainnya berkaitan dengan pembayaran amulet dan benda-benda suci.
Penyidik juga menemukan lebih dari 20 kuitansi yang diterbitkan menggunakan nama kuil selama periode lebih dari dua tahun. Menurut keterangan polisi, dana yang tercantum dalam aliran tersebut tidak masuk ke rekening resmi Wat Phutthaisawan.
Kerugian awal yang sedang diselidiki kemudian dihitung berada di kisaran lebih dari 92 juta baht, atau sekitar Rp49 miliar. Rinciannya, 89 juta baht setara kurang lebih Rp47,4 miliar, sedangkan 2,8 juta baht sekitar Rp1,49 miliar.
Penting: angka 92 juta baht adalah nilai dugaan dana yang sedang diselidiki, bukan total aset yang ditemukan. Konversi rupiah memakai kurs indikatif 12 September 2026 sebesar 1 baht ≈ Rp532,58 dan dibulatkan agar mudah dibaca.
Uang tunai dan emas ditemukan dalam penggeledahan
Penggeledahan di tempat tinggal mantan abbot menghasilkan temuan bernilai besar. CIB menyatakan petugas menemukan uang tunai lebih dari 138 juta baht, setara kira-kira Rp73,5 miliar.
Selain uang tunai, polisi menemukan emas batangan dan perhiasan dengan berat lebih dari 1.066 baht-weight, satuan berat emas yang lazim digunakan di Thailand. Nilai emas itu diperkirakan sekitar 70 juta baht, atau sekitar Rp37,3 miliar.
Penyelidik juga menyebut adanya simpanan bank lebih dari 290 juta baht yang dikaitkan dengan mantan abbot—sekitar Rp154,4 miliar jika dikonversikan dengan kurs referensi yang sama.
Namun seluruh angka tersebut belum dapat dianggap sebagai hasil tindak pidana. Polisi masih memeriksa sumber setiap dana dan membedakan mana yang merupakan kepemilikan pribadi, milik kuil, atau berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.
Baca juga: Krisis Keracunan Pesantren Sidoarjo: 566 Korban, Desakan Pemecatan Menguat
Rumah Punyawee ikut digeledah
Foto: Rangkaian penggeledahan rumah Punyawee dalam penyelidikan polisi.
Penyelidikan juga bergerak ke rumah Punyawee di Pathum Thani. Menurut keterangan polisi, petugas menemukan uang tunai sekitar 3,8 juta baht atau sekitar Rp2,02 miliar, serta emas sekitar 90 baht-weight yang nilainya diperkirakan lebih dari 6 juta baht atau sekitar Rp3,20 miliar.
Petugas turut menyita dokumen tanah, buku rekening bank, catatan transaksi emas, dan dokumen keuangan lain untuk diperiksa.
Jika uang tunai dan emas yang diumumkan dari dua lokasi utama digabungkan, nilainya berada di kisaran lebih dari 215 juta baht, atau sekitar Rp114,5 miliar. Jumlah itu terpisah dari simpanan bank yang masih ditelusuri penyidik.
Rekaman CCTV ikut mengubah arah perhatian publik
Foto: Phra Wachirayan setelah melepas jubah dalam rangkaian penyelidikan di Ayutthaya.
Perhatian publik terhadap perkara tersebut membesar setelah polisi memeriksa kamera pengawas dari kediaman monastik. Penyidik menyebut rekaman itu menunjukkan hubungan yang dianggap melanggar aturan disiplin monastik.
Phra Wachirayan kemudian melepas jubah setelah penangkapannya pada 10 September.
Meski demikian, rekaman CCTV bukan satu-satunya fokus perkara pidana. Arah penyelidikan yang lebih besar berada pada jejak uang, kuitansi donasi, rekening, emas, tanah, dan kemungkinan pihak lain yang membantu memindahkan atau menyimpan aset.
Enam lokasi digeledah
Operasi polisi tidak hanya berlangsung di Wat Phutthaisawan. CIB menyebut penggeledahan dilakukan di enam lokasi yang tersebar di Ayutthaya, Pathum Thani, Bangkok, dan Buri Ram.
Phra Wachirayan menghadapi dugaan tindak pidana terkait penggelapan aset oleh pejabat, penyalahgunaan jabatan, dan pencucian uang. Punyawee menghadapi dugaan membantu penggelapan, penyalahgunaan wewenang, serta keterlibatan dalam pencucian uang.
Keduanya tetap memiliki hak untuk membantah tuduhan tersebut. Status tersangka dan tuduhan polisi bukan putusan bersalah; kesalahan seseorang ditentukan melalui proses hukum dan keputusan pengadilan.
Kasus 92 juta baht belum berakhir
Penangkapan pada 10 September tampaknya baru membuka tahap berikutnya. Polisi masih menelusuri rekening lain, penerima transfer, dokumen tanah, pembelian emas, serta kemungkinan aset yang ditempatkan atas nama pihak ketiga.
CIB juga membuka kemungkinan penyelidikan diperluas apabila ditemukan bukti yang mengarah kepada orang lain.
Kasus ini turut menyoroti pengelolaan donasi kuil. Polisi mengingatkan masyarakat agar memastikan sumbangan dikirim ke rekening resmi kuil dan berhati-hati apabila diarahkan ke rekening pribadi.
Bagi penyidik, pertanyaan terbesarnya kini bukan lagi sekadar apa yang terjadi di balik pintu kediaman seorang mantan abbot. Pertanyaan yang masih harus dijawab adalah ke mana uang puluhan juta baht itu mengalir, dari mana seluruh aset berasal, dan siapa saja yang mengetahui atau ikut terlibat.
Sumber rujukan:
The Nation Thailand — 11 September 2026
The Nation Thailand — 10 September 2026
The Guardian — 11 September 2026
Kurs referensi THB/IDR 12 September 2026: 1 THB ≈ Rp532,58; seluruh konversi rupiah pada artikel dibulatkan dan hanya untuk memberi gambaran nilai.
Recent Posts
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang memicu penyelidikan terhadap kuil di Ayutthaya?+
Penyelidikan dimulai setelah polisi Thailand menerima laporan anonim pada pertengahan Juli 2026 yang menyoroti perilaku seorang abbot di kuil tersebut dan dugaan penggelapan dana kuil.
Siapa yang ditangkap dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil ini?+
Phra Wachirayan Wi, yang dikenal sebagai Luang Pho Atichot Dhammavaro, dan Punyawee “Ae” Rungrueang ditangkap pada 10 September 2026 terkait kasus ini.
Berapa jumlah dana yang diduga digelapkan dari kuil?+
Dugaan penggelapan dana kuil mencapai lebih dari 92 juta baht, yang setara dengan sekitar Rp49 miliar.
Apa saja temuan yang ditemukan polisi dalam penggeledahan?+
Polisi menemukan uang tunai lebih dari 138 juta baht, emas batangan dan perhiasan senilai sekitar 70 juta baht, serta simpanan bank lebih dari 290 juta baht yang dikaitkan dengan mantan abbot.
Apa fokus utama penyelidikan polisi dalam kasus ini?+
Fokus utama penyelidikan adalah dua aliran dana yang diduga berasal dari donasi untuk renovasi kuil dan pembayaran amulet, yang jumlahnya tidak masuk ke rekening resmi Wat Phutthaisawan.
Baca Juga

Aljazair Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA: Apa Penyebab di Balik Keputusan Drastis Ini?
13 jam lalu
Mengapa Kim Jong Un Ganti Menteri Pertahanan? Spekulasi & Dampak di Tengah Ketegangan Semenanjung Korea
30 Agustus 2026
China Pertimbangkan Subsidi Rp 190 Juta Per Anak untuk Atasi Krisis Populasi
30 Agustus 2026
Protes Ribuan Warga di Washington: Mempertanyakan Aturan Pemilu Baru yang Kontroversial
29 Agustus 2026Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
