Bisnis
Menuju Demutualisasi, Danantara Incar Saham Bursa Efek Indonesia
R
Redaksi RusdiMedia
· 3 menit baca

CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan lembaganya tengah bersiap untuk masuk sebagai pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring rencana demutualisasi bursa. Saat ini, Danantara masih mengkaji besaran porsi kepemilikan yang akan diambil.
Demutualisasi merupakan proses perubahan status BEI dari organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimiliki oleh perusahaan sekuritas anggota bursa menjadi entitas berbentuk perseroan yang dapat dimiliki publik maupun pihak lain.
"Mengenai demutualisasi kita tentunya akan mempelajari terlebih dahulu berapa persen yang kita ingin masuk. Kita juga punya kriteria-kriteria pada saat masuk dan berinvestasi. Kami lihat juga hampir di semua bursa di dunia, sovereign wealth fund (SWF) memang ikut berpartisipasi," ujar Rosan dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
Rosan menyebutkan, porsi kepemilikan Danantara nantinya dapat bervariasi, bergantung pada hasil kajian dan skema yang ditetapkan.
"Range-nya bisa 15 persen, ada yang 25 persen, ada yang 30 persen, ada yang bahkan lebih dari itu," tambahnya.
Senada dengan Rosan, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa demutualisasi bursa telah banyak diterapkan di berbagai negara. Ia mencontohkan bursa di Singapura, Malaysia, hingga India yang telah lebih dulu melakukan langkah serupa.
Meski demikian, Pandu menegaskan bahwa fungsi pengaturan dan pengawasan tetap berada di tangan regulator. Di Indonesia, peran tersebut dijalankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Peraturan tetap dibuat oleh regulator. Kalau di Singapura ada financial services authority, di sini OJK yang melakukan pengaturan. Pemegang saham fokus pada aspek for profit dari institusi tersebut," kata Pandu.
Pandu mengakui demutualisasi memiliki sisi positif dan negatif. Namun, menurutnya, pengalaman di banyak negara menunjukkan manfaat yang lebih dominan.
"Kalau dilihat dari sisi positif dan minusnya, demutualisasi ini sudah terbukti memberikan banyak nilai positif," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pandu mengungkapkan bahwa Danantara telah aktif menjadi investor di pasar modal Indonesia sejak Desember 2025. Ke depan, lembaga tersebut akan semakin aktif berpartisipasi di pasar modal.
"Kami akan menjadi active participant di pasar modal Indonesia, baik di bond market maupun public equity market. Jadi bisa saya sampaikan juga, Bu Kiki, sejak akhir Desember 2025 kami sudah mulai berinvestasi," ungkap Pandu.
Pandu menjelaskan, Danantara berinvestasi di pasar modal tidak secara langsung, melainkan melalui manajer investasi yang ditunjuk. Strategi ini dilakukan untuk mendorong partisipasi pelaku pasar sekaligus menjaga efektivitas penempatan dana.
"Kami memang tidak masuk secara langsung, karena ingin crowd in para pemain yang ada dan jumlah investasinya juga signifikan. Kami memberikan arahan kepada manajer investasi agar membeli saham-saham dengan pertumbuhan yang baik, fundamental kuat, likuiditas tinggi, serta memiliki arus kas yang sehat," tutur Pandu.
Ia menambahkan, strategi tersebut akan menjadi fokus Danantara dalam enam bulan ke depan sebagai bagian dari komitmen memperkuat pasar modal Indonesia. (***)
R
Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Bisnis
PT Freeport Indonesia Buka 91 Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Peluang Emas bagi Gen Z!
3 hari lalu
Bisnis
Pemegang Saham PT: Hak dan Kewajiban yang Wajib Dipahami Sejak Awal
7 Mei 2026
Bisnis
Indonesia dan Jepang Sepakati Kerja Sama Energi, Dari Mineral Kritis hingga Nuklir
15 Maret 2026
Bisnis
Review Jujur Menggunakan Sistem HRIS Mekari Talenta, Nggak Perlu Lagi Ribet Urusan Absen dan Cuti
12 Februari 2026Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
