― Advertisement ―

NASA Kurangi 3.870 Pegawai Demi Efisiensi, Picu Kekhawatiran Soal Keselamatan dan Misi Masa Depan

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) akan kehilangan sekitar 3.870 pegawai melalui program pengunduran diri sukarela pada tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan...
BerandaBeritaPendidikanNASA Longgarkan Aturan, Astronaut Diizinkan Membawa HP dalam Misi ke Bulan

NASA Longgarkan Aturan, Astronaut Diizinkan Membawa HP dalam Misi ke Bulan

Amerika Serikat kembali mencatatkan langkah baru dalam eksplorasi antariksa. Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) untuk pertama kalinya mengizinkan astronaut membawa ponsel pintar dalam misi luar angkasa, termasuk dalam misi Crew-12 dan Artemis II.

Crew-12 dijadwalkan berangkat menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pekan depan. Sementara itu, misi Artemis II menjadi sorotan utama karena akan membawa manusia mengelilingi Bulan untuk pertama kalinya sejak era 1960-an. Misi tersebut sejatinya telah direncanakan sebelumnya, namun mengalami penundaan hingga Maret tahun ini.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari upaya modernisasi peralatan misi antariksa. Dalam unggahannya di platform X, Isaacman mengatakan bahwa kru diberikan perangkat untuk mengabadikan momen spesial dan membagikannya kepada dunia.

“Kami memberikan kru kami peralatan untuk mengabadikan momen-momen spesial bagi keluarga mereka dan berbagi gambar serta video yang menginspirasi dengan dunia,” tulis Isaacman.

Dengan membawa iPhone maupun perangkat Android terbaru, para astronaut diharapkan dapat lebih fleksibel dan spontan dalam mengambil foto serta video selama misi berlangsung. Hal ini membuka peluang bagi misi Crew-12 dan Artemis II menjadi salah satu misi NASA yang paling terdokumentasi secara visual.

Baca Juga:  Ilmuwan Temukan Oksigen di Galaksi Terjauh, Tantang Teori Pembentukan Alam Semesta

Kebijakan ini juga menandai perubahan signifikan dalam prosedur internal NASA yang dikenal ketat, terutama terkait persetujuan teknologi baru untuk penerbangan luar angkasa. Isaacman menegaskan, pengujian perangkat keras modern dalam waktu yang lebih singkat menjadi langkah strategis bagi badan antariksa tersebut.

“Yang tak kalah penting, kami mencoba proses yang sudah lama berjalan dan menguji perangkat keras modern untuk penerbangan luar angkasa dalam jangka waktu yang dipercepat,” tulisnya.

Menurutnya, urgensi operasional ini akan memberikan manfaat besar bagi NASA dalam mengejar sains dan penelitian bernilai tinggi, baik di orbit maupun di permukaan Bulan.

Selama ini, NASA dikenal mengandalkan kamera profesional seperti DSLR Nikon dan kamera aksi GoPro untuk mendokumentasikan misi, sebagaimana dilaporkan Ars Technica. Pertimbangan keselamatan menjadi alasan utama lambatnya adopsi teknologi baru, mengingat kesalahan kecil dapat berdampak fatal dalam penerbangan antariksa.

Meski demikian, penggunaan ponsel pintar di luar angkasa bukan hal yang sepenuhnya baru. Sebelumnya, SpaceX telah mengizinkan astronaut dalam misi privat untuk menggunakan ponsel pintar selama penerbangan. Kini, kebijakan serupa resmi diterapkan NASA dalam misi berawaknya. (***)

Baca Juga:  NASA Kurangi 3.870 Pegawai Demi Efisiensi, Picu Kekhawatiran Soal Keselamatan dan Misi Masa Depan