― Advertisement ―

Di Balik Ledakan AI China, Ilmuwan Akui Peluang Salip AS Masih di Bawah 20 Persen

Ketika para pemain kecerdasan buatan (AI) terbesar China berkumpul dalam pertemuan penting di Beijing pada Januari lalu, satu pertanyaan besar mencuat: seberapa besar peluang...
BerandaBeritaTeknologiOpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT untuk Pengguna AS, Paket Free dan...

OpenAI Uji Coba Iklan di ChatGPT untuk Pengguna AS, Paket Free dan Go Jadi Sasaran

OpenAI mulai menguji penayangan iklan di platform ChatGPT bagi pengguna di Amerika Serikat (AS). Uji coba ini menyasar pengguna layanan Free serta pelanggan paket berlangganan murah ChatGPT Go.

ChatGPT Go merupakan paket langganan dengan harga 8 dolar AS per bulan di pasar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 75.000 per bulan untuk pengguna di Indonesia. Paket ini diluncurkan secara global pada pertengahan Januari lalu sebagai opsi berbiaya rendah dengan akses fitur yang lebih luas dibandingkan layanan gratis.

Sementara itu, pengguna paket berbayar lain seperti Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Education dipastikan tidak akan melihat iklan di dalam aplikasi.

Iklan Tidak Memengaruhi Jawaban

OpenAI menegaskan bahwa kehadiran iklan tidak akan memengaruhi jawaban atau respons yang diberikan ChatGPT kepada pengguna. Perusahaan juga memastikan tidak ada percakapan pengguna yang dibagikan kepada pengiklan.

“Tujuan kami adalah agar iklan mendukung akses yang lebih luas ke fitur ChatGPT yang lebih canggih, sambil tetap menjaga kepercayaan yang diberikan orang kepada ChatGPT untuk tugas-tugas penting dan personal,” tulis OpenAI dalam blog resminya.

Baca Juga:  AS Curigai DeepSeek Jiplak Teknologi OpenAI, Bukti Masih Dipertanyakan

Langkah monetisasi ini muncul di tengah kebutuhan pendapatan yang terus meningkat. ChatGPT telah menjadi salah satu produk kecerdasan buatan paling populer di dunia, dengan biaya pengembangan dan operasional infrastruktur yang tidak kecil.

Penyesuaian Iklan Berdasarkan Aktivitas Pengguna

Dalam tahap pengujian, OpenAI mencocokkan iklan dengan topik percakapan, riwayat obrolan, serta interaksi pengguna dengan iklan sebelumnya. Sebagai contoh, pengguna yang mencari resep masakan dapat melihat iklan layanan belanja bahan makanan atau paket makanan siap masak.

Meski demikian, OpenAI menyatakan pengiklan hanya menerima data dalam bentuk agregat, seperti jumlah tayangan dan klik. Tidak ada akses terhadap data pribadi atau isi percakapan individu.

Pengguna juga diberikan kendali atas pengalaman iklan. Mereka dapat melihat riwayat interaksi iklan, menghapusnya kapan saja, menutup iklan tertentu, memberikan umpan balik, hingga mengatur preferensi personalisasi.

OpenAI memastikan iklan tidak akan ditampilkan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun. Selain itu, iklan juga tidak akan muncul pada topik sensitif seperti kesehatan, politik, maupun kesehatan mental.

Baca Juga:  Di Balik Ledakan AI China, Ilmuwan Akui Peluang Salip AS Masih di Bawah 20 Persen

Uji coba ini menandai babak baru strategi bisnis OpenAI dalam menyeimbangkan pertumbuhan pengguna, kebutuhan pendanaan, serta komitmen terhadap privasi dan kepercayaan publik. (***)