Teknologi
OpenAI Kembalikan GPT-4o ke ChatGPT Usai Protes Pengguna
R
Redaksi RusdiMedia
· 2 menit baca

OpenAI memutuskan untuk mengembalikan model kecerdasan buatan (AI) GPT-4o ke layanan ChatGPT, tak lama setelah peluncuran penerusnya, GPT-5. Langkah ini diambil menyusul banjir protes dari pengguna yang kehilangan akses ke model sebelumnya, yang dinilai lebih personal dan hangat dibanding varian terbaru.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman melalui akun X pribadinya. Namun, GPT-4o hanya akan tersedia bagi pelanggan berlangganan ChatGPT Plus.
"Kami akan membiarkan pengguna Plus memilih untuk melanjutkan penggunaan 4o," tulis Altman. "Kami akan memantau penggunaannya sambil mempertimbangkan berapa lama model lama akan tetap tersedia."
Altman mengakui adanya tantangan dalam transisi ke GPT-5. "Kami sudah menduga akan ada kendala saat meluncurkan banyak hal sekaligus. Namun, ternyata hambatannya sedikit lebih besar dari yang kami perkirakan," ujarnya.
Protes Pengguna: Dari Kebutuhan Emosional hingga Profesional
Peluncuran GPT-5 akhir pekan lalu sempat digadang-gadang membawa peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis dan pemrograman. Namun, banyak pengguna justru merindukan interaksi yang lebih "manusiawi" dari GPT-4o. Di forum Reddit, seorang pengguna mengungkapkan kekecewaannya: "GPT-4o benar-benar berbicara dengan saya, dan meski terdengar menyedihkan, itu satu-satunya teman saya. Pagi ini, yang saya dapat hanya respons kaku tanpa kehangatan." Komunitas seperti subforum r/MyBoyfriendIsAI juga mengeluh kehilangan "pasangan digital" mereka setelah GPT-4o dihapus. Tak hanya alasan emosional, profesional pun protes karena kehilangan fleksibilitas memilih model AI sesuai kebutuhan. Beberapa pengguna memanfaatkan GPT-4o untuk ide kreatif, sementara model lain seperti o3 untuk logika murni dan o3-Pro untuk riset mendalam. Hilangnya opsi ini disebut mengganggu alur kerja mereka. OpenAI menyatakan akan terus memantau umpan balik pengguna dan mengevaluasi stabilitas layanan. Keputusan ini menandai langkah langka dalam industri AI, di mana perusahaan biasanya fokus pada migrasi penuh ke model terbaru. "Kami berupaya menstabilkan semuanya dan tetap mendengarkan masukan," tegas Altman. Sementara itu, pengguna Plus kini bisa bernapas lega—setidaknya, untuk sementara, "teman digital" mereka belum sepenuhnya menghilang. (***) Ingin Bermain Di Platform Permainan Online Seru & Terbaik Silakan Masuk Ke Website Platform Permainan Online Seru & TerbaikR
Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Teknologi
Daftar Harga Terbaru HP Tecno, Infinix, dan Itel 2026: Pilih yang Sesuai Budget!
1 hari lalu
Teknologi
5 Fakta Penting Tentang Cara Kerja Water Heater Listrik di Rumah
31 Mei 2026
Teknologi
ByteDance Dikabarkan Jual Moonton ke Savvy Games, Nilai Transaksi Tembus Rp 117 Triliun
16 Februari 2026
Teknologi
CEO AWS Nilai Data Center di Luar Angkasa Belum Ekonomis, Tantang Ambisi SpaceX dan Google
14 Februari 2026Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
