― Advertisement ―

MU Siap Lipatgandakan Gaji Julian Ryerson, Persaingan dengan Newcastle Menguat

Manchester United dilaporkan menunjukkan ambisi besar dalam upaya mendatangkan bek sayap milik Borussia Dortmund, Julian Ryerson, pada bursa transfer mendatang. Klub berjuluk Setan Merah...
BerandaBeritaOlahragaUjian Besar Alvaro Arbeloa Bersama Real Madrid di Playoff Liga Champions

Ujian Besar Alvaro Arbeloa Bersama Real Madrid di Playoff Liga Champions

Masa jabatan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid memang baru berjalan lima pekan. Namun, laga playoff knockout Liga Champions 2025/2026 melawan Benfica di Lisbon pada Rabu (18/02/2026) dini hari WIB menjadi ujian besar pertama bagi pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Arbeloa ditunjuk menggantikan Xabi Alonso bulan lalu. Meski belum diumumkan secara resmi oleh klub, sejumlah sumber internal menyebut kontraknya berlaku hingga akhir musim depan. Keputusan menunjuk pelatih yang belum memiliki pengalaman di level tertinggi sejak awal disadari manajemen sebagai langkah berisiko.

Awal yang Sempat Diragukan

Start Arbeloa bersama Los Blancos tidak sepenuhnya meyakinkan. Respons suporter sempat dingin, bahkan manajemen dikabarkan menyiapkan opsi cadangan jika situasi memburuk. Nama mantan manajer Chelsea, Enzo Maresca, sempat masuk dalam radar sebagai alternatif.

Namun situasi berubah cepat. Enam kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir membuat suasana internal klub kembali kondusif. Real Madrid kini memimpin klasemen La Liga, memulihkan kepercayaan publik terhadap proyek anyar tersebut. Meski demikian, kompetisi Eropa tetap menjadi barometer utama.

Baca Juga:  Chelsea Hadapi Bayern dengan Masalah Kebugaran Joao Pedro

Kekalahan 2-4 dari Benfica pada fase sebelumnya, saat tim asuhan Jose Mourinho tampil impresif, memaksa Madrid harus menempuh jalur playoff. Ironisnya, pada fase penentuan ini Los Blancos kembali dipertemukan dengan lawan yang sama.

Masih ada leg kedua di Santiago Bernabeu pada 25 Februari. Namun gagal mencapai minimal babak 16 besar — untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade — jelas menjadi skenario yang tak bisa diterima publik Madrid, terlebih mengingat dominasi mereka dengan enam gelar dalam 12 tahun terakhir.

Penyesuaian Taktik Arbeloa

Sejak kekalahan di Lisbon pada Januari 2026, Arbeloa melakukan perubahan signifikan. Laga tersebut menjadi kali terakhir ia menggunakan formasi 4-3-3 dengan Franco Mastantuono, Kylian Mbappe, dan Vinicius Junior sebagai trio lini depan.

Dalam tiga pertandingan berikutnya, ia beralih ke skema 4-4-2. Mastantuono ditarik lebih ke dalam untuk memperkuat lini tengah, sementara Gonzalo Garcia, Vinicius, dan Mbappe bergantian mengisi pos penyerang utama.

“Secara defensif, struktur ini menutup koridor tengah, membuat kami lebih kompak,” ujar Arbeloa.

Baca Juga:  Mbappe Ungkap Kesan Pertama Dilatih Xabi Alonso di Real Madrid

Ia menegaskan bahwa soliditas menjadi fondasi utama pendekatannya. Menurutnya, mustahil memainkan sepak bola efektif tanpa struktur yang rapat, pressing tinggi, dan konsentrasi penuh sepanjang laga.

Peran empat gelandang — Federico Valverde, Eduardo Camavinga, Aurelien Tchouameni, dan Arda Guler — disebut krusial dalam transformasi tersebut. “Target kami selalu menjadi tim yang solid,” tegas Arbeloa.

Kini, panggung Eropa menjadi arena pembuktian. Jika mampu membalikkan keadaan melawan Benfica, Arbeloa bukan hanya meredam keraguan, tetapi juga mempertegas bahwa proyek barunya di Madrid layak mendapatkan kepercayaan jangka panjang. (***)