Mantan manajer Aston Villa, Tim Sherwood, meyakini bahwa musim 2025/2026 akan menjadi bab terakhir Mohamed Salah bersama Liverpool. Ia bahkan menilai The Reds perlu mulai bersiap menghadapi kemungkinan kepergian sang megabintang pada bursa transfer musim panas mendatang.
Spekulasi masa depan Salah kembali menguat setelah muncul laporan bahwa perwakilannya tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah klub Saudi Pro League. Salah satu yang disebut paling serius adalah Al-Ittihad, raksasa Arab Saudi yang sebelumnya juga aktif memburu pemain-pemain top Eropa.
Sherwood: “Saya 100 Persen Yakin Dia Akan Pergi”
Berbicara kepada Sky Sports, Sherwood menyampaikan pandangannya secara tegas mengenai situasi tersebut. Menurutnya, tanda-tanda perpisahan sudah mulai terlihat.
“Harus kita akui, dia adalah salah satu pemain asing terbaik yang pernah datang ke Premier League,” ujar Sherwood. “Tidak diragukan lagi performanya sedikit menurun musim ini. Ada juga isu antara dirinya dan manajer, apa pun masalahnya.”
Meski tetap memberikan apresiasi atas kualitas Salah, Sherwood menilai akhir kebersamaan pemain asal Mesir itu dengan Liverpool sudah di depan mata.
“Saya 100 persen yakin dia akan pergi di musim panas. Saya rasa ini adalah musim perpisahannya,” lanjut Sherwood.
Ia juga menambahkan bahwa jika benar hengkang, Salah akan mendapatkan perpisahan yang layak dari publik Anfield.
“Menurut saya, dia akan meninggalkan klub dan mendapatkan sambutan luar biasa di akhir musim, entah dengan trofi atau tidak,” katanya.
Ikon Modern Liverpool
Sejak didatangkan pada 2017, Salah menjelma menjadi ikon baru Liverpool. Ia mencetak ratusan gol di berbagai kompetisi, memecahkan sejumlah rekor individu, serta menjadi motor utama saat klub menjuarai Premier League dan Liga Champions.
Kontribusinya dalam hampir satu dekade terakhir membuatnya dipandang sebagai salah satu legenda modern The Reds. Kecepatan, ketajaman, serta konsistensinya menjadikan Salah sebagai figur sentral dalam era kebangkitan Liverpool.
Sherwood pun menegaskan bahwa jika perpisahan benar-benar terjadi, sang pemain layak meninggalkan klub dengan penuh kehormatan.
“Dia pantas mendapatkan trofi. Dia benar-benar pantas. Apa pun yang terjadi, dia adalah pelayan yang luar biasa bagi klub,” tambahnya.
Godaan Saudi Pro League
Ketertarikan klub-klub Saudi terhadap Salah bukan isu baru. Dalam beberapa musim terakhir, Saudi Pro League secara agresif mendatangkan bintang-bintang Eropa dengan tawaran kontrak bernilai fantastis.
Sebagai ikon sepak bola dunia sekaligus figur besar di Timur Tengah, Salah dianggap sebagai target ideal untuk memperkuat citra sekaligus kualitas kompetisi tersebut. Al-Ittihad disebut menjadi salah satu klub yang paling serius memantau situasinya.
Musim ini memang tidak sepenuhnya berjalan mulus bagi Salah. Selain dinilai mengalami sedikit penurunan performa dibandingkan standar tingginya, muncul pula kabar mengenai ketegangan dengan manajer tim. Kombinasi faktor tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa waktunya di Merseyside mungkin segera berakhir.
Jika transfer ke Al-Ittihad atau klub Saudi lainnya benar-benar terealisasi, Liverpool akan kehilangan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern mereka. Namun di sisi lain, potensi dana besar dari transfer tersebut dapat menjadi modal penting bagi klub untuk melakukan regenerasi dan membangun ulang skuad demi menjaga daya saing di level tertinggi. (***)


