Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional, BRI Super League 2025/2026, resmi akan dimulai pada Jumat (8/8/2025). Laga pembuka akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, mempertemukan tuan rumah Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta.
Musim baru ini diyakini bakal menyajikan pertarungan seru dan penuh kejutan. Pertanyaan besar pun muncul: mampukah Persib Bandung mempertahankan gelar juara atau akan ada tim baru yang mengambil alih tahta sepak bola nasional?
Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, dalam ulasannya di kanal YouTube Locker Room Liputan 6 Sport menyebutkan bahwa musim ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dari segi kesiapan tim dan pramusim.
“Beda dari beberapa musim, memang preseason-nya enggak terlalu terpantau ya, karena di musim-musim sebelumnya ada Piala Presiden. Kemarin hanya Dewa United dan Persib Bandung yang terlihat benar-benar tampil di pramusim,” ujar Erwin.
Erwin juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi Persib Bandung sebagai juara bertahan. Selain melepas beberapa pemain kunci ke klub pesaing, Persib juga dihadapkan pada peningkatan performa tim-tim lain yang tak bisa dianggap remeh.
“Persib akan diuji berat musim ini. Mereka melepas banyak pemain yang menjadi tulang punggung ke Malut United, empat orang. Itu jadi tantangan tersendiri,” kata Erwin.
Tak hanya itu, Malut United disebutnya sebagai salah satu tim yang paling siap untuk merebut gelar musim ini, meski baru ditinggal pelatihnya. “Mereka mendatangkan pemain-pemain penting dari Persib yang dulu membawa tim itu juara. Ini jadi pondasi yang kuat,” tambahnya.
Selain Malut United, Erwin juga mengungkap potensi dari Dewa United yang tampil konsisten sejak musim lalu dan semakin matang dari sisi skuad.
“Dewa United dan Malut United sudah meletakkan basic sejak musim lalu. Musim ini mereka sedang menyempurnakan skuad. Mereka layak diperhitungkan,” katanya.
Sementara itu, tim-tim tradisional seperti PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan Persija Jakarta juga disebut masih punya kans besar. “Mereka punya basis suporter kuat dan pemain-pemain muda yang musim ini bisa tampil lebih matang,” ujar Erwin.
Lebih lanjut, Erwin juga menyinggung potensi kejutan dari tim-tim yang kurang diunggulkan, termasuk PSIM Yogyakarta dan Persis Solo. Kedua tim ini memiliki modal penting dalam bentuk pelatih dan rekrutan anyar.
“PSIM dilatih Jean-Paul van Gastel, pelatih top di Super League. Persis Solo merekrut Kodai Tanaka dari Liga Singapura. Ini bisa jadi kuda hitam,” pungkas Erwin.
Dengan beragam kekuatan dan potensi kejutan, musim BRI Super League 2025/2026 dipastikan akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Laga pembuka antara Persebaya dan PSIM di Surabaya akan menjadi pembuka babak baru rivalitas antar klub-klub terbaik Tanah Air. (***)


