Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang tiga Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan tujuh Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) pada tahun 2025. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan seluruh proses lelang dilakukan secara terbuka sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah sudah melakukan reformasi regulasi terkait panas bumi agar ada kepastian hukum dan percepatan investasi. Saya sudah minta kepada Dirjen EBTKE untuk segera melakukan proses lelang secara transparan, siapa saja boleh ikut,” ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition 2025 di JCC Jakarta, Rabu (17/9).
WKP adalah kawasan resmi yang ditetapkan pemerintah untuk eksplorasi, pengembangan, dan eksploitasi panas bumi oleh BUMN, swasta, maupun pemerintah. Sementara PSPE merupakan penugasan kepada badan usaha untuk melakukan survei geologi, geokimia, geofisika, hingga pengeboran sumur eksplorasi sebelum tahap komersialisasi.
Daftar Tiga WKP Panas Bumi yang Dilelang:
- Telaga Ranau, Maluku Utara – kapasitas 40 MW
- Songgoriti, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
- Danau Ranau Lampung, Sumatera Selatan – kapasitas 40 MW
Daftar Tujuh PSPE Panas Bumi yang Ditawarkan:
-
- Bandar Barusepa, Maluku – kapasitas 25–40 MW
- Jenawi, Jawa Tengah – kapasitas 86 MW (tahap awal sekitar 55 MW)
- Gunung Tampomas, Jawa Barat – kapasitas 30 MW
- Kadida, Sulawesi Tengah – kapasitas 40 MW
- Cubudak-Panti, Sumatera Barat – kapasitas 40 MW
- Cisurupan Kertasari, Jawa Barat – kapasitas 20 MW
- Tuang, Sulawesi Selatan – kapasitas 20 MW
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mendukung target bauran energi nasional. Pemerintah optimistis skema lelang transparan akan menarik minat investor global dalam pengembangan panas bumi di Indonesia. (***)









