Scroll untuk baca artikel
Infrastruktur

Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan PLTP Lumut Balai Unit II Akhir September

×

Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan PLTP Lumut Balai Unit II Akhir September

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Dijadwalkan Resmikan PLTP Lumut Balai Unit II Akhir September
Presiden Prabowo Subianto melantik menteri baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit II di Sumatera Selatan pada akhir September 2025. Proyek dengan kapasitas 55 megawatt (MW) ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat bauran energi bersih nasional.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan rencana tersebut dalam temu sapa virtual dengan petugas PLTP Lumut Balai II saat acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (17/9).

Iklan

“Resmi fisiknya nanti Insyaallah Bapak Presiden yang akan meresmikan langsung di lokasi. Saya sudah minta waktunya, hanya kemarin masih padat. Kalau tidak akhir bulan ini, paling lambat bulan depan Bapak Presiden sendiri yang datang karena ini proyek 55 MW,” ujar Bahlil.

PLTP Lumut Balai II Sudah Beroperasi

PLTP Lumut Balai Unit II telah mencapai commercial operation date (COD) pada 30 Juni 2025. Sejak itu, pembangkit ini bahkan mampu beroperasi di atas kapasitas desain, menghasilkan listrik hingga 56 MW.

Baca Juga:  Prabowo Bantah Tuduhan TNI sebagai Diktator, Soroti Peran TNI-Polri dalam Reformasi

Keberadaan proyek panas bumi ini mendapat apresiasi dari petugas lapangan. Mereka menyebut PLTP Lumut Balai Unit II berkontribusi signifikan dalam mendukung target pemerintah mencapai net zero emission 2060.

“PLTP ini berkontribusi besar karena mampu mengaliri listrik ke rumah warga sekaligus mereduksi emisi hingga 280 ribu ton CO₂ per tahun,” ungkap salah seorang petugas.

Bagian dari Proyek Strategis Pertamina Geothermal Energy

PLTP Lumut Balai Unit II merupakan bagian dari proyek panas bumi Lumut Balai yang dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Kehadiran unit ini diharapkan meningkatkan pasokan listrik di Sumatera Selatan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar fosil.

Sebelumnya, PLTP Lumut Balai Unit II berhasil melalui uji Unit Rated Capacity (URC) selama 72 jam berturut-turut dan memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 29 Juni 2025. Dengan sertifikat tersebut, pembangkit resmi beroperasi penuh dan menyalurkan listrik ke jaringan nasional sejak awal Juli 2025.

Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menyatakan keberhasilan ini menjadi bukti komitmen jangka panjang perusahaan dalam menyediakan energi bersih berbasis panas bumi.

Baca Juga:  Prabowo Tegaskan Tekad Bela Palestina Sejak Muda, Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

“Kami bersyukur PLTP Lumut Balai Unit II kini dapat beroperasi penuh secara konsisten. Ini bagian dari komitmen jangka panjang PGE dalam menyediakan energi bersih berbasis panas bumi yang andal dan berkelanjutan,” ujar Julfi dalam keterangan tertulis, Kamis (3/7).

Kontribusi terhadap Energi Bersih

Dengan kapasitas 55 MW, PLTP Lumut Balai Unit II diperkirakan mampu melistriki ratusan ribu rumah tangga di wilayah Sumatera Selatan. Selain itu, reduksi emisi hingga 280 ribu ton CO₂ per tahun memperlihatkan peran penting proyek ini dalam transisi energi nasional.

Peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi, yang potensinya melimpah di Indonesia. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...