Politik
Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna Bahas Prioritas Nasional
R
Redaksi RusdiMedia
· 2 menit baca

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (6/8). Hampir seluruh anggota Kabinet Merah Putih hadir dalam sidang tersebut, yang difokuskan pada pembahasan isu-isu prioritas nasional.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo secara khusus meminta laporan dari para menteri terkait perkembangan di sektor pangan, energi, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, pembangunan sumber daya manusia (SDM), kesehatan, serta perumahan. Presiden menegaskan pentingnya keterlibatan aktif para menteri sebagai pimpinan sektor atau ketua satuan tugas (satgas) di bidang masing-masing.
"Saya persilakan beberapa menteri untuk melaporkan kondisi di sektor masing-masing. Kita prioritaskan tentunya para menteri sebagai leading sector, leading... Katakanlah sebagai ketua satgas di bidang masing-masing yang prioritas. Pangan, energi, pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, pembangunan SDM, kesehatan, perumahan," ujar Presiden Prabowo dalam rapat.
Untuk mengatur jalannya laporan, Presiden langsung menunjuk Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, agar mengoordinasikan presentasi para menteri. Menanggapi arahan tersebut, Teddy segera menyusun daftar kementerian yang akan menyampaikan laporan sesuai prioritas nasional yang telah ditetapkan.
"Yang terhormat Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden, setelah ini kita akan laksanakan laporan dari masing-masing kementerian, terkait program prioritas diawali dari laporan Ibu Menteri Keuangan," jelas Teddy saat membuka sesi pelaporan.
Rangkaian laporan dimulai dengan paparan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemudian dilanjutkan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Selanjutnya, laporan disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Menteri Sosial, Menteri Koordinator Bidang Pangan, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Menteri Pendidikan Tinggi (Mendikti).
Sidang ini merupakan bentuk konsolidasi awal pemerintahan Prabowo dalam memastikan seluruh program prioritas berjalan efektif dan terukur. Presiden menekankan pentingnya kerja terpadu antar kementerian untuk mencapai target-target pembangunan nasional yang telah dirancang.
Dengan arah kepemimpinan yang tegas, Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa setiap sektor strategis mendapatkan perhatian maksimal untuk mewujudkan visi Indonesia Maju yang inklusif dan berkelanjutan. (***)
R
Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Politik
Hampir 29 Tahun Menikah, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Resmi Berpisah
7 Januari 2026
Politik
PDIP Tegas Tolak Kehadiran Tim Senam Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik
9 Oktober 2025Politik
Politik
Massa Demo Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Dibubarkan Setelah Audiensi DPRD
19 September 2025
Politik
NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI
31 Agustus 2025Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
