RusdiMedia.com
Kesehatan

Penting! Ini 10 Penyebab Gagal Ginjal yang Harus Diwaspadai

R
Rama Runov
· 11 menit baca
Penting! Ini 10 Penyebab Gagal Ginjal yang Harus Diwaspadai

Penyebab gagal ginjal tidak selalu berawal dari kebiasaan kurang minum atau terlalu banyak makan makanan asin.

Diabetes dan hipertensi justru menjadi dua penyebab utama penyakit ginjal kronis pada orang dewasa.

Namun, kerusakan ginjal juga bisa muncul akibat infeksi, sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, hingga obat tertentu.

Masalahnya, penyakit ginjal sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal.

WHO menyebut penyakit ginjal dapat tidak menunjukkan gejala sampai kondisinya sudah memasuki tahap lanjut.

Jadi, menunggu pinggang terasa sakit bukan strategi deteksi dini yang bagus.

Ginjal bukan alarm mobil yang selalu berbunyi ketika ada masalah.

Apa yang Dimaksud dengan Gagal Ginjal?

Ginjal bertugas menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah.

Organ ini juga membantu menjaga keseimbangan mineral, mengatur tekanan darah, dan menjalankan fungsi tubuh lainnya.

Gagal ginjal terjadi ketika fungsi ginjal menurun sangat berat sehingga organ tersebut tidak mampu bekerja secara memadai.

Kondisi ini bisa terjadi secara perlahan maupun mendadak.

Gagal Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease berkembang dalam waktu panjang.

Kerusakan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan penyebab gagal ginjal kronis yang paling umum pada orang dewasa.

Penyakit ginjal kronis yang terus memburuk dapat berkembang hingga gagal ginjal.

Cedera Ginjal Akut

Berbeda dengan kondisi kronis, acute kidney injury atau AKI dapat berkembang dalam hitungan jam hingga beberapa hari.

Pemicu AKI antara lain dehidrasi berat, sepsis, perdarahan, obat tertentu, dan sumbatan saluran kemih.

Sebagian pasien dapat pulih.

Namun, AKI berat juga dapat menyebabkan kerusakan permanen dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.

10 Penyebab Gagal Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua faktor berikut langsung membuat ginjal berhenti bekerja.

Sebagian menyebabkan kerusakan bertahap yang akhirnya dapat berkembang menjadi gagal ginjal.

Berikut 10 penyebab gagal ginjal dan penyakit pemicunya yang perlu dikenali.

1. Diabetes yang Tidak Terkontrol

Diabetes berada di urutan teratas ketika membahas penyebab gagal ginjal.

Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil dan sistem penyaringan pada ginjal.

NIDDK menyebut diabetes sebagai penyebab paling umum penyakit ginjal kronis pada orang dewasa.

Kerusakan akibat diabetes disebut penyakit ginjal diabetik atau nefropati diabetik.

Prosesnya biasanya tidak terjadi dalam satu malam.

Kerusakan dapat berkembang perlahan selama bertahun-tahun.

Mengapa Gula Darah Tinggi Merusak Ginjal?

Ginjal memiliki jutaan unit penyaring kecil.

Kadar glukosa yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah pada sistem penyaringan tersebut.

Akibatnya, ginjal semakin sulit menyaring darah secara normal.

Protein seperti albumin juga dapat mulai bocor ke dalam urine.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Orang dengan diabetes perlu mengontrol gula darah sesuai target yang ditetapkan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala juga penting.

Tes darah dan urine dapat menemukan kerusakan sebelum gejalanya terasa jelas.

2. Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Hipertensi merupakan penyebab gagal ginjal lain yang sangat penting.

Tekanan darah tinggi dapat mempersempit dan merusak pembuluh darah di ginjal.

Ketika pembuluh darah rusak, aliran darah menuju jaringan ginjal ikut terganggu.

Ginjal kemudian semakin sulit membuang limbah dan cairan berlebih.

Masalahnya bisa berubah menjadi lingkaran yang cukup menyebalkan.

Ginjal rusak dapat memperburuk tekanan darah, sementara hipertensi kembali mempercepat kerusakan ginjal.

Hipertensi Sering Tidak Terasa

Tekanan darah tinggi sering tidak menghasilkan keluhan khas.

Seseorang bisa merasa sehat sambil tekanan darahnya perlahan memberikan pekerjaan tambahan kepada ginjal.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah menjadi bagian penting dalam pencegahan penyakit ginjal.

Khususnya pada orang dengan diabetes, penyakit jantung, obesitas, atau riwayat penyakit ginjal keluarga.

3. Glomerulonefritis dan Penyakit Glomerulus

Glomerulus merupakan bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah.

Baca juga: GERD vs Serangan Jantung: Membedah Mitos dan Fakta yang Bikin Panik Netizen

Jika bagian ini meradang atau mengalami kerusakan, kemampuan ginjal menyaring limbah dapat menurun.

Kelompok penyakit tersebut dikenal sebagai penyakit glomerulus.

Contohnya termasuk IgA nefropati dan focal segmental glomerulosclerosis.

Penyakit glomerulus dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronis bahkan gagal ginjal.

Kementerian Kesehatan juga memasukkan radang ginjal sebagai salah satu penyakit ginjal yang umum ditemukan.

Apa Tandanya?

Beberapa orang mengalami urine berbusa akibat protein dalam urine.

Urine berdarah, bengkak, serta tekanan darah tinggi juga dapat muncul.

Namun, penyakit glomerulus juga dapat berkembang lama tanpa keluhan mencolok.

Jadi, pemeriksaan laboratorium tetap memiliki peran penting.

4. Penyakit Autoimun seperti Lupus

Sistem imun seharusnya melindungi tubuh dari ancaman.

Namun, pada penyakit autoimun, sistem pertahanan tubuh dapat menyerang jaringan sendiri.

Lupus merupakan salah satu contohnya.

Ketika lupus menyerang ginjal, kondisi tersebut dikenal sebagai lupus nefritis.

Peradangan dapat merusak glomerulus dan akhirnya mengganggu fungsi ginjal.

WHO juga memasukkan glomerulonefritis dan beberapa gangguan sistem imun sebagai penyebab penyakit ginjal kronis.

Karena itu, pasien penyakit autoimun biasanya membutuhkan pemantauan organ secara berkala.

Bukan hanya melihat apakah sendi sedang sakit atau tidak.

5. Penyakit Ginjal Polikistik dan Faktor Genetik

Beberapa penyebab gagal ginjal berasal dari faktor genetik.

Salah satu contoh penting ialah penyakit ginjal polikistik atau polycystic kidney disease.

PKD membuat banyak kista berisi cairan tumbuh di ginjal.

Kista dapat memperbesar ukuran ginjal dan secara bertahap mengurangi fungsinya.

PKD merupakan salah satu bentuk penyakit ginjal kronis yang dapat berkembang menjadi gagal ginjal.

Artinya, seseorang bisa memiliki risiko walaupun pola makannya terlihat cukup sehat.

Riwayat Keluarga Penting Diperhatikan

Riwayat keluarga penyakit ginjal merupakan faktor risiko penyakit ginjal kronis.

Beri tahu dokter bila orang tua atau saudara kandung memiliki penyakit ginjal bawaan.

Informasi keluarga sering terlihat sederhana, tetapi bisa membantu menentukan perlunya pemeriksaan lebih dini.

6. Infeksi Ginjal atau Infeksi Saluran Kemih Berulang

Infeksi saluran kemih tidak selalu merusak ginjal.

Sebagian besar dapat ditangani tanpa menyebabkan kerusakan permanen.

Namun, infeksi yang naik menuju ginjal dapat menyebabkan pielonefritis.

Infeksi ginjal berulang dapat menimbulkan kerusakan dalam jangka panjang pada sebagian orang.

Kemenkes juga memasukkan infeksi saluran kemih atau infeksi ginjal berulang sebagai faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Karena itu, jangan menganggap nyeri saat buang air kecil sebagai drama tubuh yang bisa selalu diabaikan.

Infeksi yang menetap perlu mendapatkan evaluasi.

Waspadai Infeksi yang Berat

Demam tinggi, menggigil, nyeri pinggang, mual, serta gangguan buang air kecil dapat muncul pada infeksi ginjal.

Gejala tersebut perlu dinilai oleh tenaga medis.

Infeksi berat bahkan dapat berkembang menjadi sepsis.

Dan sepsis sendiri merupakan salah satu pemicu cedera ginjal akut.

7. Batu Ginjal dan Sumbatan Saluran Kemih

Batu ginjal kecil tidak otomatis menyebabkan gagal ginjal.

Namun, batu yang menimbulkan sumbatan serius atau berulang dapat merusak ginjal.

Sumbatan membuat urine tidak dapat mengalir secara normal.

Tekanan dapat meningkat kembali menuju ginjal dan mengganggu fungsinya.

Selain batu, pembesaran prostat, tumor, atau penyempitan saluran kemih juga dapat menyebabkan hambatan aliran urine.

NIDDK juga mencantumkan batu ginjal dengan komplikasi sebagai salah satu penyebab penyakit ginjal kronis.

Jangan Hanya Mengandalkan Rasa Sakit

Tidak semua sumbatan memberikan rasa sakit yang luar biasa.

Beberapa kondisi berkembang perlahan.

Jika produksi urine berubah drastis atau sulit buang air kecil, pemeriksaan medis menjadi penting.

Baca juga: Hand Sanitizer Tidak Cukup: Pelajari Kapan Harus Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air

Terutama bila keluhan muncul bersama nyeri, demam, atau darah dalam urine.

8. Penggunaan Obat dan Zat yang Merusak Ginjal

Beberapa obat dapat menjadi bagian dari penyebab gagal ginjal dalam kondisi tertentu.

Salah satu kelompok yang sering dibahas adalah obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID.

Contohnya termasuk ibuprofen, naproxen, dan diclofenac.

Risiko cedera ginjal dapat meningkat pada dosis tinggi atau ketika terdapat dehidrasi dan faktor risiko lain.

Obat tertentu, zat beracun, dan beberapa produk herbal atau suplemen juga dapat memengaruhi ginjal.

Namun, bukan berarti semua obat otomatis berbahaya.

Jangan Berhenti Obat Resep Sendiri

Beberapa obat tekanan darah justru memiliki manfaat penting untuk melindungi ginjal pada pasien tertentu.

Karena itu, jangan menghentikan obat resep hanya setelah membaca artikel internet.

Termasuk artikel ini.

Dokter dapat menyesuaikan jenis dan dosis obat berdasarkan fungsi ginjal dan kondisi pasien.

Selalu beri tahu tenaga kesehatan tentang obat bebas, jamu, herbal, dan suplemen yang Anda konsumsi.

Ginjal Anda tidak peduli kalau label produknya bertuliskan "100% natural".

Alami bukan berarti otomatis aman.

9. Dehidrasi Berat, Perdarahan, dan Tekanan Darah Sangat Rendah

Kurang minum satu gelas air hari ini tidak otomatis membuat seseorang mengalami gagal ginjal.

Namun, dehidrasi berat merupakan cerita yang berbeda.

Tubuh membutuhkan aliran darah yang cukup agar ginjal dapat bekerja.

Ketika volume cairan atau darah turun drastis, aliran menuju ginjal dapat berkurang.

Kondisi tersebut dapat memicu cedera ginjal akut.

Pemicunya antara lain muntah atau diare berat, perdarahan besar, luka bakar, atau kondisi kritis lain.

Tekanan darah yang turun sangat rendah juga dapat mengurangi suplai darah menuju ginjal.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Risiko lebih besar dapat terjadi pada lansia dan orang yang sudah memiliki penyakit ginjal.

Begitu pula pasien dengan penyakit jantung atau kondisi serius lainnya.

Pada kelompok tersebut, kehilangan cairan tidak sebaiknya dianggap masalah kecil.

Apalagi jika urine berkurang, tubuh sangat lemas, pusing berat, atau kesadaran menurun.

10. Sepsis dan Infeksi Berat

Sepsis terjadi ketika respons tubuh terhadap infeksi menyebabkan gangguan serius pada organ.

Ginjal merupakan salah satu organ yang dapat terdampak.

Sepsis dapat membuat tekanan darah turun dan mengganggu sirkulasi darah menuju ginjal.

Peradangan berat juga dapat ikut menyebabkan cedera jaringan.

NHS dan National Kidney Foundation memasukkan sepsis sebagai penyebab penting cedera ginjal akut.

AKI akibat sepsis merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis cepat.

Ini bukan situasi yang cocok ditangani dengan pencarian "obat ginjal alami paling ampuh" pukul dua pagi.

Apakah Kurang Minum Menjadi Penyebab Gagal Ginjal?

Pertanyaan ini sangat sering muncul.

Jawabannya perlu konteks.

Kurang minum sesekali pada orang sehat bukan penyebab utama gagal ginjal kronis.

Namun, dehidrasi berat dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan memicu cedera ginjal akut.

Karena itu, kebutuhan cairan tetap penting.

Namun, meminum air sebanyak mungkin juga bukan cara ajaib membersihkan ginjal.

Orang dengan penyakit ginjal atau jantung tertentu bahkan bisa mendapat batasan cairan khusus.

Ikuti kebutuhan tubuh dan saran tenaga kesehatan.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Penyakit Ginjal

Selain penyebab langsung, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

Obesitas merupakan salah satunya.

Penyakit jantung, usia lanjut, merokok, dan riwayat keluarga juga berhubungan dengan risiko penyakit ginjal.

Pola makan tinggi garam dan gula juga dapat berkontribusi melalui hipertensi, diabetes, dan gangguan metabolik.

Kemenkes menganjurkan pengendalian faktor-faktor tersebut untuk menjaga kesehatan ginjal.

Baca juga: Gigi Sensitif: Penyebab, Pencegahan, dan Tips Menjaga Kesehatan Gigi

Gejala Gangguan Ginjal yang Perlu Diperhatikan

Penyakit ginjal tahap awal sering tidak memberikan gejala.

Ini alasan skrining sangat penting bagi orang berisiko tinggi.

Ketika penyakit semakin berat, beberapa keluhan dapat muncul.

Contohnya antara lain:

  • urine lebih sedikit atau tidak keluar,

  • bengkak pada kaki atau tangan,

  • urine berbusa atau berdarah,

  • mudah lelah,

  • mual dan muntah,

  • kulit kering atau gatal,

  • sesak napas,

  • kram otot,

  • kehilangan nafsu makan.

Kemenkes dan WHO mencantumkan sejumlah keluhan tersebut pada penyakit ginjal lanjut.

Namun, gejala itu tidak khusus untuk gagal ginjal.

Diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan medis.

Bagaimana Cara Mengetahui Fungsi Ginjal?

Pemeriksaan fungsi ginjal tidak hanya mengandalkan gejala.

Dua pemeriksaan penting adalah tes darah dan urine.

Tes kreatinin dapat digunakan untuk menghitung estimasi laju filtrasi glomerulus atau eGFR.

Nilai tersebut membantu menilai kemampuan ginjal menyaring darah.

Tes urine seperti albumin-to-creatinine ratio atau UACR dapat mendeteksi albumin yang bocor ke urine.

WHO merekomendasikan pemeriksaan eGFR dan albuminuria pada kelompok berisiko seperti penderita hipertensi dan diabetes.

Siapa yang Sebaiknya Memeriksa Ginjal?

Pertimbangkan pemeriksaan rutin bila Anda memiliki:

  • diabetes,

  • hipertensi,

  • penyakit jantung,

  • riwayat keluarga penyakit ginjal,

  • penyakit autoimun,

  • riwayat cedera ginjal akut.

Frekuensi pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan saran dokter.

Risiko setiap orang tidak sama.

Cara Mengurangi Risiko Gagal Ginjal

Sebagian penyebab gagal ginjal memang tidak dapat dicegah sepenuhnya.

Penyakit genetik adalah salah satu contohnya.

Namun, banyak faktor lain dapat dikelola.

Kendalikan Tekanan Darah

Periksa tekanan darah secara rutin.

Jika mendapat obat dari dokter, gunakan sesuai petunjuk.

Mengendalikan hipertensi termasuk langkah penting untuk melindungi ginjal.

Jaga Gula Darah

Orang dengan diabetes perlu menjaga kadar gula darah dalam target individual.

Kontrol yang baik membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal akibat diabetes.

Hindari Penggunaan Obat Sembarangan

Jangan terlalu sering menggunakan obat pereda nyeri NSAID tanpa alasan yang tepat.

Risiko lebih tinggi bila seseorang sudah memiliki gangguan ginjal atau sedang mengalami dehidrasi.

Jaga Berat Badan dan Tetap Aktif

WHO menyarankan aktivitas fisik, berat badan sehat, serta menghindari tembakau untuk membantu menurunkan risiko penyakit ginjal.

Tidak perlu mendadak berubah menjadi atlet maraton.

Kebiasaan konsisten biasanya jauh lebih realistis.

Kurangi Garam Berlebihan

Konsumsi natrium berlebih dapat mempersulit pengendalian tekanan darah.

Pola makan seimbang membantu menjaga tekanan darah, berat badan, dan kesehatan metabolik.

Kapan Harus Segera Mencari Bantuan Medis?

Segera cari pertolongan bila produksi urine berkurang drastis atau berhenti.

Terutama jika disertai sesak, bengkak cepat, kebingungan, muntah berat, atau lemas ekstrem.

Cedera ginjal akut dapat berkembang cepat dan membutuhkan evaluasi segera.

Demam tinggi dengan nyeri pinggang dan gangguan buang air kecil juga perlu diperiksa.

Begitu pula muntah atau diare berat yang menyebabkan tanda dehidrasi.

Kesimpulan

Ada banyak penyebab gagal ginjal, dan proses terjadinya tidak selalu sama pada setiap orang.

Diabetes dan hipertensi menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Sementara dehidrasi berat, sepsis, obat tertentu, dan sumbatan saluran kemih dapat memicu cedera ginjal akut.

Penyakit autoimun, infeksi ginjal, glomerulonefritis, dan kelainan genetik juga tidak boleh dilupakan.

Menurut Kementerian Kesehatan, deteksi dini berperan penting agar kerusakan ginjal lebih lanjut dapat diperlambat atau dicegah.

Jadi, jangan menunggu tubuh mengirim surat protes resmi.

Jika memiliki diabetes, hipertensi, atau faktor risiko lainnya, bicarakan pemeriksaan fungsi ginjal dengan tenaga kesehatan.

Mengetahui kondisi lebih awal memberikan kesempatan lebih besar untuk melindungi fungsi ginjal yang masih tersisa.

Catatan: Artikel ini bertujuan sebagai informasi kesehatan dan tidak menggantikan diagnosis maupun pemeriksaan oleh dokter.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama gagal ginjal pada orang dewasa?+

Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal kronis pada orang dewasa. Kedua kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan sistem penyaringan pada ginjal.

Apa itu gagal ginjal kronis?+

Gagal ginjal kronis adalah kondisi di mana kerusakan ginjal berkembang dalam waktu yang panjang, bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Penyebab utamanya termasuk diabetes dan tekanan darah tinggi, dan kondisi ini dapat memburuk hingga menyebabkan gagal ginjal.

Bagaimana gula darah tinggi dapat merusak ginjal?+

Gula darah yang tinggi secara terus menerus dapat merusak pembuluh darah kecil dalam sistem penyaringan ginjal. Hal ini membuat ginjal semakin sulit menyaring darah secara normal dan dapat menyebabkan protein seperti albumin bocor ke dalam urine.

Apa yang dimaksud dengan cedera ginjal akut?+

Cedera ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) adalah kondisi di mana fungsi ginjal menurun secara cepat, dalam hitungan jam hingga beberapa hari. Penyebabnya bisa termasuk dehidrasi berat, sepsis, perdarahan, obat tertentu, dan sumbatan saluran kemih.

Mengapa penyakit ginjal sering tidak menunjukkan gejala pada tahap awal?+

Penyakit ginjal sering berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal karena ginjal tidak memiliki mekanisme alarm yang langsung menunjukkan masalah. WHO menyebut bahwa gejala mungkin tidak muncul sampai kondisi sudah memasuki tahap lanjut, sehingga deteksi dini melalui tes darah dan urine sangat penting.

Komentar

Komentar tidak boleh berisi tautan/link dan akan tampil setelah disetujui moderator.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!