― Advertisement ―

Apa Itu PBI JK? Kartu Sakti BPJS Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu!

Bayangkan, bisa mendapatkan akses penuh ke layanan BPJS Kesehatan tanpa perlu memikirkan iuran bulanan. Itulah PBI JK, program jaminan kesehatan gratis dari pemerintah untuk warga...
BerandaKesehatanRSCM Pastikan Pelayanan Tetap Normal di Tengah Penonaktifan BPJS PBI

RSCM Pastikan Pelayanan Tetap Normal di Tengah Penonaktifan BPJS PBI

Kisruh penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) per 1 Februari tidak berdampak pada pelayanan medis di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Di tengah kekhawatiran sebagian masyarakat, aktivitas pelayanan di rumah sakit rujukan nasional itu terpantau berjalan normal.

Di Ruang Dialisis Anak, para perawat berseragam merah tampak sigap mendampingi pasien cilik yang menjalani prosedur cuci darah. Sejumlah orang tua duduk menunggu dengan tenang, sementara di ujung lorong, Ruang Kemoterapi juga terlihat melayani pasien tanpa hambatan.

Tati (36), yang telah tiga tahun rutin mengantar anaknya menjalani cuci darah di RSCM, mengaku tidak mengalami kendala meski mendengar kabar soal penonaktifan BPJS PBI.

“Dengar sih kata orang banyak yang sebagian enggak bisa. Katanya bakalan di-nonaktifin atau apa. Dengar-dengar aja sih, tapi kalau anak saya enggak gitu. Masih bisa. Enggak ada masalah,” ujar Tati saat ditemui di depan Ruang Dialisis Anak RSCM, Kamis (12/2).

Hal serupa disampaikan Warsini (49), yang dua kali sepekan mendampingi anaknya menjalani terapi cuci darah. Ia menyebut layanan tetap berjalan sebagaimana biasa.

Baca Juga:  Apa Itu PBI JK? Kartu Sakti BPJS Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu!

“Iya kemarin pas tanggal 1 katanya kan enggak jalan, ada yang itu, tapi alhamdulillah anak-anak semua yang di sini aktif semua sih. Alhamdulillah bagus. Enggak ada kesulitan apa-apa,” kata Warsini.

Patient First

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr. Renan Sukmawan, menegaskan bahwa rumah sakit tetap memprioritaskan keselamatan pasien di atas persoalan administratif.

“RSCM selalu menerapkan Patient First ya. Layani pasiennya dulu. Administrasi belakangan,” ujar Renan.

Ia mengakui, dalam praktiknya tidak sedikit persoalan administrasi yang belum terselesaikan. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh menghambat pelayanan.

“Bahkan tidak sedikit soal administrasi masih macet, enggak terbayar, dan sebagainya, ya sudah. Itu risiko rumah sakit. Tapi pasien selamat nomor satu,” tegasnya.

Renan menjelaskan bahwa pasien cuci darah, yang masuk kategori penyakit katastropik, mencapai 27 hingga 28 ribu orang. Setiap harinya, sekitar 100 pasien menjalani prosedur tersebut di RSCM.

“Karena cuci darah enggak bisa ditunda atau span-nya terlalu jauh,” jelas Renan.

Ia memastikan, RSCM tetap melayani seluruh pasien, termasuk mereka yang tengah menghadapi kendala administrasi terkait status BPJS PBI.

Baca Juga:  Apa Itu PBI JK? Kartu Sakti BPJS Kesehatan Gratis untuk Warga Kurang Mampu!

“Kami enggak melihat di status aktif-tidaknya hanya berhenti di administrasi. Pasien kita layani. Bahwa dia ngurus dan sebagainya, praktis kami enggak melihat masalah itu,” pungkasnya.

Dengan komitmen tersebut, RSCM menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan kondisi kronis dan katastropik, tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika kebijakan jaminan kesehatan. (***)