Persebaya Surabaya kembali membuat langkah strategis di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026. Bajul Ijo memperkuat sektor pertahanan dengan mendatangkan dua pemain lokal, Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Ilham, untuk menambah kedalaman skuad.
Kehadiran dua nama tersebut diharapkan memberi warna baru, khususnya di posisi bek kanan yang selama ini menjadi salah satu sektor krusial dalam skema permainan pelatih Bernardo Tavares.
Jaga Intensitas Persaingan Internal
Manajemen bersama tim pelatih mengambil keputusan ini sebagai bagian dari upaya menjaga intensitas persaingan di dalam tim. Dengan jadwal kompetisi yang semakin padat, Persebaya membutuhkan rotasi dan kedalaman skuad agar performa tetap stabil sepanjang musim.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa kompetisi internal merupakan kebutuhan mendesak. Ia menilai persaingan sehat antarpemain akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas permainan tim.
“Kami membutuhkan kompetisi di dalam tim. Jika melihat, banyak pemain lokal keluar dan tidak ada yang masuk,” ujar Tavares.
Riyan Dinilai Punya Potensi Besar
Riyan Ardiansyah dipilih karena dinilai memiliki pengalaman yang cukup serta fleksibilitas bermain di beberapa posisi. Meski menit bermainnya terbatas di klub sebelumnya, Tavares tetap melihat potensi besar dalam diri pemain tersebut.
Pengalaman Riyan saat memperkuat PSIS Semarang menjadi salah satu pertimbangan utama. Jam terbang di level kompetisi tertinggi diharapkan mampu membantu Persebaya, terutama dalam menghadapi situasi-situasi krusial.
Namun demikian, Tavares tidak menampik bahwa kondisi fisik Riyan belum sepenuhnya ideal akibat minimnya menit bermain musim ini.
“Ya, karena dia tidak bermain sepanjang musim, staminanya belum bagus. Tapi, kami akan mencobanya,” imbuh pelatih berusia 45 tahun tersebut.
Ilham, Jebolan EPA yang Kembali Pulang
Sementara itu, Ahmad Mujtaba Ilham direkrut untuk memperluas opsi pemain lokal yang mampu beroperasi di lebih dari satu posisi. Keseimbangan antara pemain muda dan berpengalaman dinilai penting dalam membangun fondasi tim yang solid.
Ilham bukan sosok asing bagi Persebaya. Ia merupakan lulusan Persebaya U-20 dan sempat memperkuat tim internal PSAL sebelum kembali mendapatkan kesempatan di level senior.
“Karena kami memiliki banyak pemain muda, sebaiknya kami juga membawa pemain yang lebih berpengalaman, yang bisa bermain di lebih dari satu posisi,” tambah Tavares.
Saat ini, posisi bek kanan Persebaya ditempati Catur Pamungkas sebagai pilihan utama, dengan Koko Ari yang juga kerap diplot sebagai fullback.
Kehadiran Riyan dan Ilham diharapkan menciptakan persaingan sehat sekaligus menegaskan komitmen Persebaya dalam mengembangkan talenta lokal di tengah kerasnya persaingan BRI Super League musim ini. (***)


