Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

7 Penyakit Kelamin Pria yang Harus Diwaspadai: Gejala, Bahaya, dan Pencegahannya

×

7 Penyakit Kelamin Pria yang Harus Diwaspadai: Gejala, Bahaya, dan Pencegahannya

Sebarkan artikel ini
Penyakit Kelamin Pria
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Penyakit kelamin pria adalah ancaman kesehatan serius yang seringkali diabaikan. Banyak pria merasa malu atau tidak nyaman membicarakannya, padahal penyakit ini bisa membawa dampak buruk yang permanen. Berbagai infeksi menular seksual dapat menyerang siapa saja, baik yang sudah menikah maupun belum, dan gejalanya tidak selalu terlihat jelas. Memahami jenis, gejala, dan cara pencegahannya adalah langkah bijak untuk melindungi diri dan pasangan Anda. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang penyakit kelamin pada pria, mulai dari yang paling umum hingga yang berbahaya, disertai panduan pencegahan yang efektif.

Gejala Umum yang Perlu Diperhatikan

Penyakit kelamin pria memiliki beragam gejala, dan terkadang sama sekali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Hal inilah yang membuatnya berbahaya karena Anda bisa tanpa sadar menularkannya kepada pasangan. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

Iklan
  • Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Ini adalah salah satu keluhan paling umum.
  • Keluarnya cairan tidak biasa dari penis. Cairan bisa berwarna putih, kuning, hijau, atau bening, dan terkadang berbau.
  • Munculnya luka, benjolan, atau ruam di area genital. Mulai dari luka kecil yang tidak sakit hingga benjolan seperti kutil.
  • Rasa gatal atau iritasi di sekitar penis dan selangkangan.
  • Pembengkakan atau nyeri pada testis.
  • Gejala mirip flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, yang dapat menyertai infeksi tertentu.

Jika Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Mengabaikannya bisa berakibat pada komplikasi serius, termasuk kemandulan, kerusakan organ, dan peningkatan risiko tertular HIV.

Jenis-Jenis Penyakit Kelamin Pria yang Paling Umum

Mari kita kenali lebih dekat berbagai penyakit kelamin yang sering menyerang pria. Pengetahuan ini akan membantu Anda lebih waspada.

1. Klamidia: Si “Silent Infection”

Klamidia sering disebut infeksi diam karena banyak penderita tidak merasakan gejala apapun. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan menular melalui hubungan seksual. Meski kadang tanpa gejala, klamidia bisa menyebabkan masalah serius seperti nyeri saat buang air kecil, keluarnya cairan dari penis, dan pembengkakan testis yang menyakitkan. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar dan menyebabkan kemandulan.

2. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gejalanya biasanya lebih jelas muncul pada pria dibandingkan wanita. Anda mungkin mengalami keluarnya nanah dari penis (berwarna putih, kuning, atau hijau), rasa sakit seperti terbakar saat kencing, dan nyeri pada testis. Sama seperti klamidia, gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan dan meningkatkan risiko tertular HIV.

3. Sifilis (Raja Singa)

Sifilis adalah penyakit serius yang berkembang secara bertahap dan dapat merusak organ tubuh jika terlambat ditangani. Penyebabnya adalah bakteri Treponema pallidum. Gejalanya bervariasi berdasarkan stadiumnya:

Stadium Ciri-ciri Gejala Kapan Muncul
Primer Luka kecil (chancre) yang tidak sakit di tempat infeksi awal (penis, mulut, anus). 3-90 hari setelah terpapar.
Sekunder Ruam di telapak tangan/kaki, gejala mirip flu, rambut rontok, kutil. Beberapa minggu setelah luka hilang.
Laten Tidak ada gejala, tetapi bakteri tetap ada di tubuh. Dapat bertahun-tahun.
Tersier Kerusakan parah pada otak, saraf, mata, jantung, hati, tulang, dan sendi. 10-30 tahun setelah infeksi awal.

Sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik, terutama pada stadium awal. Namun, kerusakan organ pada stadium lanjut bersifat permanen.

4. Herpes Kelamin

Herpes kelamin disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) dan tidak bisa disembuhkan total—virus akan tetap tinggal di dalam tubuh dan bisa kambuh sewaktu-waktu. Gejala utamanya adalah munculnya lepuhan atau luka yang perih di sekitar alat kelamin, anus, atau paha. Serangan pertama biasanya paling parah, disertai demam dan pegal-pegal. Walaupun tidak ada obat untuk menghilangkan virus, pengobatan dapat mengurangi keparahan dan frekuensi kekambuhan.

5. Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tertentu. Tandanya adalah tumbuhnya benjolan berdaging, kecil, atau berkelompok seperti kembang kol di area kelamin atau anus. Beberapa jenis HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker penis, anus, dan tenggorokan. Vaksin HPV adalah cara pencegahan yang sangat efektif.

6. Trikomoniasis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria, trikomoniasis sering kali tidak bergejala, tetapi dapat menimbulkan iritasi ringan di dalam penis, rasa tidak nyaman saat buang air kecil atau setelah ejakulasi, dan keluarnya sedikit cairan. Infeksi ini meningkatkan risiko pria tertular atau menularkan HIV.

7. HIV/AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) menyerang sistem kekebalan tubuh. Gejala awal bisa mirip flu (demam, sakit tenggorokan, ruam) yang muncul 2-4 minggu setelah terpapar. Tanpa pengobatan, HIV akan melemahkan sistem imun hingga stadium AIDS, membuat tubuh rentan terhadap infeksi dan kanker yang mematikan. HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum suntik, atau dari ibu ke bayi. Saat ini, dengan pengobatan antiretroviral (ARV) yang tepat, pengidap HIV dapat hidup panjang dan sehat.

Komplikasi Serius jika Diabaikan

Menganggap remeh penyakit kelamin adalah kesalahan besar. Penanganan yang terlambat bukan hanya memperpanjang masa pengobatan, tetapi juga membuka pintu bagi berbagai komplikasi berbahaya:

  • Kemandulan (Infertilitas): Infeksi seperti klamidia dan gonore dapat menyebar ke epididimis (saluran sperma) dan testis, menyebabkan peradangan yang merusak dan menghalangi jalur sperma.
  • Penyebaran Infeksi ke Seluruh Tubuh: Bakteri dari gonore atau sifilis dapat memasuki aliran darah dan merusak sendi, katup jantung, otak, dan organ vital lainnya.
  • Peningkatan Risiko Tertular HIV: Luka atau peradangan akibat penyakit kelamin membuat lebih mudah bagi virus HIV untuk masuk ke dalam tubuh.
  • Kanker: Infeksi HPV tertentu merupakan penyebab utama kanker serviks pada wanita dan juga berisiko menyebabkan kanker penis, anus, serta tenggorokan pada pria.
  • Masalah pada Pasangan dan Janin: Penyakit yang tidak diobati dapat ditularkan ke pasangan, menyebabkan penyakit radang panggul dan kehamilan ektopik pada wanita, atau menyebabkan masalah serius pada bayi yang baru lahir.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jangan tunda untuk mencari pertolongan medis jika Anda:

  1. Mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas.
  2. Pasangan Anda didiagnosis atau memiliki gejala penyakit kelamin.
  3. Melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan pasangan baru atau multipel.
  4. Ingin melakukan pemeriksaan kesehatan seksual rutin, bahkan jika merasa sehat-sehat saja.

Pemeriksaan biasanya melibatkan wawancara medis, pemeriksaan fisik area genital, serta tes laboratorium seperti tes urine, darah, atau usap cairan dari luka.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Anda bisa meminimalkan risiko terkena penyakit kelamin dengan menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan Kondom dengan Konsisten: Penggunaan kondom lateks yang benar setiap kali berhubungan seks (vaginal, anal, atau oral) secara signifikan mengurangi risiko penularan.
  • Setia pada Satu Pasangan: Membatasi hubungan seksual hanya dengan satu pasangan yang juga setia dan telah diperiksa kesehatannya adalah strategi pencegahan yang sangat kuat.
  • Lakukan Vaksinasi: Vaksin HPV direkomendasikan untuk remaja dan dewasa muda untuk mencegah kutil kelamin dan kanker terkait HPV. Vaksin Hepatitis B juga penting untuk mencegah infeksi hati yang bisa menular secara seksual.
  • Komunikasi Terbuka dengan Pasangan: Berbicara jujur dengan pasangan tentang riwayat kesehatan seksual dan keputusan untuk melakukan pemeriksaan bersama.
  • Hindari Alkohol dan Narkoba: Zat-zat ini dapat mengganggu penilaian dan meningkatkan perilaku berisiko, seperti seks tanpa kondom.
  • Sunat (Khitan): Studi menunjukkan sunat pada pria dapat mengurangi risiko tertular HIV dan infeksi menular seksual lainnya.
  • Jaga Kebersihan Diri: Membersihkan alat kelamin dengan baik, terutama sebelum dan setelah berhubungan seks.

Kesimpulan

Kesehatan alat kelamin adalah bagian integral dari kesehatan Anda secara keseluruhan dan kualitas hubungan dengan pasangan. Mengenal penyakit kelamin pria, gejala, serta bahayanya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab. Rasa malu atau takut seharusnya tidak menghalangi Anda untuk bertindak tepat waktu. Ingatlah bahwa sebagian besar penyakit kelamin dapat diobati dengan tuntas jika dideteksi dini, dan yang tidak bisa disembuhkan total (seperti herpes dan HIV) dapat dikelola dengan baik sehingga Anda tetap bisa hidup berkualitas.

Langkah pertama dimulai dari kesadaran diri. Lakukan pemeriksaan rutin jika aktif secara seksual, gunakan perlindungan, dan jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin atau urologi jika ada kekhawatiran. Dengan tindakan proaktif, Anda melindungi diri sendiri, pasangan, dan masa depan kesehatan reproduksi Anda.

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...