Pendidikan
UGM Serukan Moral Bangsa di Tengah Gelombang Aksi Massa Nasional
R
Redaksi RusdiMedia
· 2 menit baca

Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral terkait perkembangan situasi bangsa dan maraknya aksi massa di berbagai daerah. Seruan ini dibacakan langsung oleh Rektor UGM, Ova Emilia, di Balairung UGM pada Minggu (31/8).
Dalam pernyataannya, Ova menegaskan keprihatinan mendalam sivitas akademika UGM atas eskalasi aksi unjuk rasa yang meluas di Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, hingga sejumlah daerah lain. Menurutnya, demonstrasi yang awalnya berlangsung damai kini telah berkembang ke arah tindakan anarkis.
“Mencermati, memperhatikan, dan mempertimbangkan perkembangan situasi ekonomi dan politik, terjadinya rangkaian gelombang unjuk rasa di berbagai daerah, kami Sivitas Universitas Gadjah Mada menyatakan keprihatinan mendalam,” ujar Ova dalam sambutannya.
Ia menambahkan, eskalasi kekerasan terhadap massa maupun aksi anarkis telah mengakibatkan perusakan fasilitas umum, penjarahan, serta gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Bahkan, pada beberapa kejadian, korban jiwa dan luka-luka tak terhindarkan.
“Bahkan pada beberapa peristiwa merenggut korban nyawa serta luka-luka begitu banyak. Dikhawatirkan jika tindakan anarkis terus terjadi dan tidak terkendali,” jelasnya. Ova menilai, situasi ini dapat berujung pada kehancuran bangsa dan tragedi kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, UGM menyampaikan lima poin seruan moral:
- Duka mendalam atas korban jiwa. UGM menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian aksi massa. Semua pihak diimbau menghentikan kekerasan dan anarkisme demi menjaga kemanusiaan dan martabat bangsa.
- Dukungan terhadap gerakan damai. UGM mendukung tuntutan masyarakat melalui aksi damai tanpa kekerasan untuk mendorong pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh, khususnya dalam penegakan hukum, pemulihan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
- Peringatan bagi pemerintah dan DPR. UGM mengingatkan agar kebijakan yang tidak berpihak pada keadilan dibatalkan. Kebijakan semacam itu dinilai menambah kesenjangan antara elite politik dan rakyat, mengancam demokrasi, dan memperkuat dominasi kelompok oligarki.
- Dorongan kepada mahasiswa. UGM mengajak mahasiswa, khususnya mahasiswa UGM, untuk tetap peduli pada kondisi bangsa dengan cara konstruktif, disertai kehati-hatian dalam bertindak.
- Imbauan untuk aparat negara. UGM meminta Polri dan TNI agar mendengarkan aspirasi masyarakat dengan saksama, bertindak responsif dan akuntabel, serta mengedepankan langkah strategis agar situasi terkendali, korban tidak terus berjatuhan, dan ketertiban masyarakat segera pulih.
R
Ditulis oleh
Redaksi RusdiMediaRedaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.
Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia→Baca Juga

Pendidikan
5 Fakta Unik Gagak yang Jarang Diketahui Orang, Ternyata Sepintar Itu!
15 Maret 2026
Pendidikan
NASA Longgarkan Aturan, Astronaut Diizinkan Membawa HP dalam Misi ke Bulan
10 Februari 2026
Pendidikan
Ubur-ubur Raksasa Sepanjang Bus Sekolah Muncul di Laut Dalam Argentina
10 Februari 2026
Pendidikan
Jika Bulan Hancur, Ini yang Akan Terjadi Pada Bumi
9 Februari 2026Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
