Setelah 16 tahun vakum, band legendaris Oasis akhirnya kembali menyatukan Liam dan Noel Gallagher di atas panggung dalam konser reuni yang spektakuler di Cardiff, Wales. Momen ini tak hanya menjadi tonggak sejarah dalam dunia musik, tapi juga menghadirkan penghormatan emosional untuk Diogo Jota, pesepak bola asal Liverpool yang baru saja meninggal dunia akibat kecelakaan di Zamora, Spanyol.
Konser reuni yang digelar pada Jumat malam (5/7) itu langsung menjadi sorotan dunia. Oasis membuka penampilan mereka dengan lagu-lagu klasik seperti Hello, Acquiesce, Morning Glory, Cigarettes & Alcohol, Supersonic, dan Half The World Away, yang sukses mengguncang stadion berkapasitas 75 ribu penonton.
Namun, puncak emosional konser justru terjadi saat Liam dan Noel Gallagher menghadirkan tribute khusus untuk Diogo Jota. Di layar besar panggung, terpampang foto sang atlet dengan latar musik yang hening. Para penonton secara spontan mengibarkan bendera Portugal, menunjukkan solidaritas dan cinta terhadap Jota, yang semasa hidupnya dikenal sebagai penggemar Oasis.
“Itu momen yang luar biasa. Liam dan Noel menunjukkan bahwa musik bisa menyatukan duka dan kenangan,” ujar seorang penonton yang hadir dalam konser kepada NME.
Penghormatan itu langsung viral di media sosial, dengan ribuan penggemar memuji sikap duo Gallagher yang dinilai penuh rasa hormat dan kedewasaan.
Konser ditutup dengan penampilan tiga lagu ikonik Oasis: Don’t Look Back In Anger, Wonderwall, dan Champagne Supernova. Ketiganya dibawakan dengan penuh semangat dan nostalgia, membuat seluruh stadion larut dalam euforia dan kenangan masa lalu.
Reuni ini menjadi pembuka dari rangkaian tur Oasis yang akan berlangsung di sejumlah kota di Inggris dan Eropa. Setelah bertahun-tahun berselisih, Liam dan Noel Gallagher akhirnya mengesampingkan perbedaan mereka demi para penggemar yang telah lama menantikan momen ini.
Meski tak memberikan pernyataan panjang di atas panggung, kehadiran keduanya berdampingan di atas satu panggung saja sudah menjadi pernyataan kuat bahwa musik dan persaudaraan bisa menyembuhkan luka masa lalu.
Konser di Cardiff ini tidak hanya menjadi awal dari kembalinya Oasis ke dunia musik, tetapi juga menjadi malam yang penuh kenangan dan penghormatan, terutama bagi mendiang Diogo Jota — sebuah pengingat bahwa musik mampu menjangkau lebih dari sekadar hiburan.
Konser ini akan terus berlanjut ke kota-kota lain seperti Manchester, Glasgow, dan London dalam beberapa pekan ke depan, yang diprediksi akan menjadi salah satu tur terbesar dalam sejarah musik Inggris modern. (***)







