Scroll untuk baca artikel
Hiburan

Visinema Garap Film Epik “Perang Jawa”, Angkat Kisah Pangeran Diponegoro ke Layar Lebar

×

Visinema Garap Film Epik “Perang Jawa”, Angkat Kisah Pangeran Diponegoro ke Layar Lebar

Sebarkan artikel ini
Visinema Garap Film Epik Perang Jawa, Angkat Kisah Pangeran Diponegoro ke Layar Lebar
CEO Visinema Angga Dwimas Sasongko, produser eksekutif Gita Wirjawan, sejarawan Peter Cerey dan produser Taufan Adryan.-Disway.id/Syifa Lulu-
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Rumah produksi Visinema Pictures resmi mengumumkan proyek film terbarunya yang akan mengangkat kisah perjuangan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. Film yang diberi judul Perang Jawa ini menjadi kolaborasi besar antara Founder dan CEO Visinema, Angga Dwimas Sasongko, dengan produser eksekutif Gita Wirjawan.

Pengumuman ini dilakukan bertepatan dengan peringatan 200 tahun Perang Jawa (1825–1830), perang besar yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro melawan kolonialisme Belanda. Dalam proyek ini, Visinema juga menggandeng sejarawan kenamaan asal Inggris, Peter Carey, yang telah mendedikasikan lebih dari 40 tahun hidupnya untuk meneliti sosok Diponegoro.

Iklan

Perang Jawa adalah peristiwa besar yang menggetarkan sejarah dunia dan juga memperkenalkan sosok yang namanya banyak dikenal, namun perjalanan hidupnya dan apa yang banyak orang Indonesia tahu tentangnya masih sangat terbatas pada tulisan,” ujar Angga Dwimas Sasongko saat konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta.

Angga menyebut, keterlibatan Peter Carey merupakan bentuk komitmen Visinema dalam menghadirkan akurasi sejarah dalam penceritaan film ini. “Senang sekali, Peter Carey menjadi sejarawan yang telah mempelajari dan mengikuti tokoh ini selama 40 tahun,” tambahnya.

Sementara itu, Gita Wirjawan menekankan pentingnya film ini dalam membangun kesadaran sejarah bangsa. “Seringkali saya menyampaikan bahwa banyak dari kalangan kita mengalami ‘amnesia history’. Saya percaya bahwa pemahaman dan kepekaan terhadap sejarah sangat bermanfaat untuk menentukan arah masa depan,” jelas Gita.

Menurutnya, film ini tidak hanya akan menjadi tontonan tentang peperangan, namun juga refleksi nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. “Perang Jawa bukan sekadar cerita perang, ini adalah cara kami mengangkat kembali nilai-nilai dari kisah Diponegoro dalam medium sinema yang bisa menjangkau skala global,” katanya.

Peter Carey, yang juga hadir dalam pengumuman tersebut, menegaskan bahwa Perang Diponegoro adalah salah satu episode paling penting dalam sejarah Asia Tenggara. “Perang Diponegoro adalah titik balik dari gerakan anti-kolonialisme. Namun sampai saat ini, belum pernah ada film yang mengangkatnya dalam skala sinematik yang layak,” tutur Carey.

Ia juga menggambarkan Pangeran Diponegoro sebagai sosok pemimpin yang memiliki semangat spiritual tinggi, keberanian, dan idealisme yang kuat. “Melalui film, kita bisa menghidupkan kembali esensi dari Pangeran Diponegoro: seorang pemimpin berani dan memiliki idealisme dan spiritual tinggi. Dia juga seorang panglima perang, dan simbol awal kesadaran anti-kolonial,” jelasnya.

Film Perang Jawa akan diproduksi oleh Taufan Adryan, yang sebelumnya dikenal lewat berbagai proyek film sejarah dan biopik. Untuk penulisan skenario, Visinema menunjuk Ifan Ismail, penulis skenario peraih Piala Citra, yang akan meramu naskah dari riset mendalam bersama Peter Carey.

Saat ini, Perang Jawa masih dalam tahap pra-produksi dan direncanakan mulai diproduksi pada 2027. Film ini ditargetkan tayang perdana pada tahun 2028 dengan skala distribusi nasional dan internasional.

Dengan proyek ambisius ini, Visinema Pictures berharap bisa memperkaya khazanah perfilman Indonesia serta menyumbangkan karya yang berdampak besar dalam pelestarian sejarah nasional. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...