― Advertisement ―

Simeone Tegaskan Inter Milan Tetap yang Terkuat di Liga Champions Meski Baru Tumbang

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menegaskan bahwa Inter Milan masih menjadi tim terkuat di Liga Champions musim ini, meskipun skuadnya baru saja memberikan kekalahan...
BerandaBeritaOlahragaJuventus vs Inter Milan: Duel Panas Serie A Pekan Ketiga

Juventus vs Inter Milan: Duel Panas Serie A Pekan Ketiga

Liga Italia Serie A 2025/2026 kembali hadir akhir pekan ini dengan laga akbar yang akan menyita perhatian, Juventus menghadapi Inter Milan pada pekan ketiga. Duel klasik bertajuk Derby d’Italia ini dijadwalkan berlangsung di Allianz Stadium, Turin, dan dipastikan sarat gengsi.

Rekor Kandang Menguntungkan Juventus

Inter Milan datang ke Turin dengan modal yang kurang meyakinkan. Dari enam pertemuan terakhir kontra Juventus, Nerazzurri hanya mampu meraih satu kemenangan. Catatan tandang mereka di Allianz Stadium pun lebih suram lagi: Inter hanya bisa menghindari kekalahan sekali dari 12 lawatan terakhir di Serie A. Juventus mendominasi dengan delapan kemenangan dan tiga hasil imbang.

Selain itu, Juve punya rekor pertahanan solid di kandang. Dari 10 laga terakhir melawan Inter di Turin, Si Nyonya Tua sukses mencatat tujuh clean sheet. Secara produktivitas, Juventus unggul dengan 13 gol berbanding hanya kebobolan empat.

Fakta-Fakta Menarik Jelang Derby d’Italia

Pertemuan Sabtu ini akan menambah daftar panjang sejarah rivalitas kedua klub. Berikut sejumlah catatan penting:

  • Juventus dan Inter akan saling bertemu di tiga pertandingan pertama Serie A untuk ketiga kalinya dalam sejarah.
  • Setelah mengalahkan Genoa 1-0 dan Parma 2-0, Juventus berpeluang menjaga gawangnya tetap perawan di tiga laga awal Serie A untuk musim kedua berturut-turut.
  • Juventus memenangi sembilan dari 10 laga kandang mereka di Serie A sepanjang 2025. Hanya Real Madrid yang mencatat lebih banyak kemenangan kandang di lima liga top Eropa tahun ini.
  • Inter baru saja tumbang dari Udinese di pekan sebelumnya. Jika kembali kalah, mereka bisa mencatat dua kekalahan dalam tiga laga awal untuk pertama kalinya sejak musim 2011/2012.
  • Kiper Michele Di Gregorio berpeluang mencatat penampilan ke-50 bersama Juventus di semua kompetisi.
  • Semua dari sembilan gol terakhir Juventus ke gawang Inter di Serie A lahir dari permainan terbuka dan dicetak di dalam kotak penalti. Sebaliknya, lima dari 10 gol terakhir Inter ke gawang Juve berasal dari bola mati, dengan empat di antaranya melalui titik putih.
  • Untuk pertama kalinya dalam 51 tahun, dua pelatih asing akan beradu strategi di Derby d’Italia. Kala itu Juventus ditangani Cestmir Vycpalek (Cekoslovakia), sedangkan Inter dilatih Helenio Herrera (Argentina).
Baca Juga:  Barcelona Waspadai Kekuatan Inter Milan di Leg Kedua Semifinal Liga Champions

Laga Sarat Gengsi

Pertemuan Juventus dan Inter Milan selalu menghadirkan tensi tinggi, tak hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga prestise. Bagi Juventus, kemenangan akan menjaga laju sempurna di awal musim dan mempertegas status sebagai kandidat kuat juara. Sementara bagi Inter, laga ini bisa menjadi titik balik setelah hasil mengecewakan di awal musim.

Dengan rekor dan sejarah panjang yang menyertai, Derby d’Italia edisi kali ini dipastikan akan menjadi tontonan utama penggemar Serie A di seluruh dunia. (***)