Erling Haaland akhirnya memecahkan kutukan di Stadion Anfield. Penyerang Manchester City itu mencetak gol perdananya di kandang Liverpool saat The Citizens menundukkan The Reds dengan skor 2-1 pada pekan ke-25 Premier League, Minggu (8/2/2026) malam WIB.
Bertandang ke markas Liverpool, Manchester City langsung mendapat tekanan sejak awal laga. Meski demikian, pasukan Pep Guardiola mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 54 persen, unggul tipis atas Liverpool yang membukukan 46 persen.
Liverpool lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-74. Dominik Szoboszlai sukses mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi tendangan bebas yang tak mampu dibendung barisan pertahanan City.
Tertinggal satu gol, Manchester City meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, Bernardo Silva menyamakan kedudukan pada menit ke-84 melalui sontekan jarak dekat, memanfaatkan umpan sundulan Erling Haaland di dalam kotak penalti.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, drama terjadi pada masa tambahan waktu. Manchester City mendapatkan hadiah penalti setelah kiper Liverpool, Alisson Becker, melanggar Matheus Nunes di area terlarang.
Erling Haaland yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan 12 pas penyerang tim nasional Norwegia itu mengarah ke pojok kiri bawah gawang dan tak mampu dijangkau Alisson. Gol pada menit ke-90+3 memastikan kemenangan 2-1 bagi Manchester City.
Bagi Haaland, gol tersebut terasa sangat spesial. Pasalnya, itu merupakan gol pertamanya di Stadion Anfield sejak bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2022. Dalam dua kunjungan sebelumnya ke markas Liverpool, Haaland selalu gagal mencetak gol.
“Perasaannya luar biasa. Sangat luar biasa ketika Bernardo mencetak gol penyama. Saya berharap dia merayakannya sedikit lebih lama, tetapi dia justru ingin mencetak gol lagi, dan saya suka mentalitas itu,” ujar Haaland usai pertandingan.
Ia juga mengakui sempat diliputi rasa gugup sebelum mengeksekusi penalti, terlebih setelah gagal mencetak gol pada laga kandang sebelumnya.
“Saya sangat gugup sebelum menendang penalti. Satu-satunya pikiran saya adalah memasukkan bola ke gawang. Saya tak bisa melakukannya pada laga kandang, jadi saya berlatih ekstra. Saya senang akhirnya bisa mencetak gol,” lanjutnya.
Haaland turut memuji penampilan timnya yang mampu bertahan di bawah tekanan Liverpool, terutama pada babak kedua.
“Kami tahu betapa sulitnya bermain di sini. Pada babak kedua mereka memainkan sepak bola yang bagus, tetapi kami mampu menjaga jarak. Melihat penyelamatan Gigio Donnarumma dari peluang Mac Allister, itu luar biasa. Bagi saya, itu di luar nalar. Itulah alasan dia disebut yang terbaik di dunia,” tutup Haaland. (***)


