Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Man City Masih Hidup Dalam Perburuan Gelar Premier League

×

Man City Masih Hidup Dalam Perburuan Gelar Premier League

Sebarkan artikel ini
Man City Masih Hidup Dalam Perburuan Gelar Premier League
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Manchester City kembali berada di posisi yang sudah sangat mereka kenal: tetap berada dalam jalur perburuan gelar Premier League, meski jalan yang harus ditempuh jauh dari kata mudah.

Situasi ini mengingatkan Pep Guardiola pada April 2022, ketika City terlibat duel menegangkan melawan Liverpool di Etihad Stadium. Saat itu, hasil imbang 2-2 terasa seperti peluang emas yang terbuang.

Iklan

“Rasanya, dengan hasil ini, kami melewatkan kesempatan,” ujar Guardiola usai laga tersebut. Ia menambahkan bahwa City justru membiarkan Liverpool tetap “hidup” dalam persaingan juara.

Kala itu, kemenangan akan memberi City kendali penuh atas perburuan gelar. Namun, hasil imbang membuat mereka hanya unggul satu poin, memaksa Guardiola dan timnya menyapu bersih tujuh laga sisa untuk memastikan jarak aman. Peluang terakhir Riyad Mahrez yang gagal berbuah gol semakin menegaskan rasa penyesalan karena City gagal mematikan langkah rival.

Musim ini, persaingan memang tidak sedramatis dua tahun lalu, tetapi nuansanya terasa serupa. Manchester City sempat tertinggal lima poin dari Arsenal sebelum pergantian tahun. Serangkaian hasil imbang, ditambah kekalahan di Derbi Manchester, membuat jarak itu kini menyusut menjadi empat poin.

Baca Juga:  MU Akan Hadapi ASEAN All Stars di Malaysia dalam Tur Pramusim Asia

Kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers pada Sabtu lalu menjadi suntikan moral penting bagi City, yang sebelumnya hanya mampu mengumpulkan enam poin dari 15 poin maksimal.

Di sisi lain, performa Arsenal juga belum sepenuhnya stabil. Dalam periode yang sama, The Gunners hanya meraih lima poin dari 12 yang tersedia. Hasil imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, serta kekalahan dramatis dari Manchester United, menunjukkan bahwa celah masih terbuka di puncak klasemen.

Kondisi ini menegaskan bahwa, meski Arsenal terlihat lebih konsisten, peluang bagi Manchester City belum sepenuhnya tertutup. Guardiola dan para pemainnya memahami situasi tersebut dengan kehati-hatian, belajar dari pengalaman masa lalu.

Sejarah memberikan sedikit rasa optimistis bagi The Citizens. Pada 2022, Liverpool memang terus menekan hingga akhir musim, tetapi gagal memanfaatkan peluang, sementara City mampu menjaga konsistensi dan akhirnya keluar sebagai juara.

Namun, tantangan ke depan tidaklah ringan. Dua laga liga berikutnya akan membawa City bertandang ke markas Tottenham Hotspur, lawan yang kerap merepotkan mereka, sebelum melawat ke Anfield. Stadion tersebut dikenal angker bagi City, yang hanya sekali menang di sana sejak 2003—itu pun terjadi tanpa penonton saat pandemi.

Baca Juga:  Enzo Maresca Samai Rekor Mourinho, Chelsea Jinakkan Liverpool di Stamford Bridge

Sementara itu, Arsenal akan menghadapi Leeds United dan Sunderland. Di atas kertas, laga tersebut lebih mudah, tetapi tetap menyimpan potensi jebakan jika ketidakstabilan kembali muncul.

Sejarah Premier League menunjukkan bahwa posisi tertinggal bukanlah akhir cerita bagi Manchester City. Dalam dua musim terakhir, mereka sukses menyalip Arsenal, sementara Liverpool juga pernah membalikkan keadaan atas City.

Guardiola mengenang dinamika perburuan gelar pada 2022. “Tiga atau empat hari lalu, kami sudah selesai, juara adalah Liverpool. Sekarang, kami menjadi favorit. Mungkin dalam tiga hari kami memimpin, atau bisa enam poin di belakang,” ujarnya.

Meski komposisi tim kini berbeda, Manchester City tetap memiliki satu modal penting: pengalaman. Arsenal seharusnya sudah menjauh, tetapi hasil-hasil terbaru membuktikan City masih hidup dalam perburuan gelar Premier League dan siap memanfaatkan setiap peluang yang tersisa. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...