Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan pujian tinggi kepada mantan kapten The Gunners, Granit Xhaka. Ia menilai gelandang asal Swiss itu memiliki karakter dan kemampuan yang akan membawanya menjadi pelatih hebat di masa depan.
Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Sunderland di Stadium of Light akhir pekan ini, Arteta tak ragu menyebut mantan anak asuhnya itu memiliki intuisi kepelatihan yang kuat, meski masih aktif bermain.
“Saya pikir dia akan menjadi pelatih hebat suatu hari nanti,” ujar Arteta, dikutip dari Football London. “Dia sudah mulai mengambil lisensi kepelatihan di Emirates Stadium, bahkan sempat melatih pemain muda seperti Ethan Nwaneri. Itu menunjukkan minat dan nalurinya terhadap dunia kepelatihan.”
Granit Xhaka saat ini menjadi pilar utama Sunderland, klub promosi Liga Inggris musim ini. Sejak bergabung pada Juli lalu setelah dua musim membela Bayer Leverkusen, pemain berusia 33 tahun itu telah bermain penuh di setiap pertandingan untuk The Black Cats. Pengaruhnya di ruang ganti disebut sangat besar, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai figur pemimpin.
Arteta, yang sempat bekerja sama dengan Xhaka selama tujuh tahun di Arsenal, mengaku berat melepas sang gelandang pada 2023. Namun, ia bangga melihat mantan kaptennya berkembang dan menemukan tantangan baru di klub lain.
“Granit selalu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dan pemahaman mendalam tentang permainan. Ia sosok yang vokal, disiplin, dan selalu memberi contoh bagi rekan setimnya. Semua kualitas itu sangat penting bagi seorang pelatih,” tutur pelatih asal Spanyol itu.
Selain Xhaka, Arteta juga mengungkap bahwa sejumlah mantan pemain Arsenal kini mulai meniti jalan serupa ke dunia kepelatihan. Nama-nama seperti Cedric Soares dan Mohamed Elneny disebut telah memulai proses mendapatkan lisensi kepelatihan. Ia juga menyinggung dua mantan koleganya, Carlos Cuesta—mantan asisten Arteta yang kini menangani Parma—dan Jack Wilshere, yang baru saja menapaki karier manajerial senior bersama Luton Town.
“Itu bagian dari warisan seorang manajer,” kata Arteta. “Tugas kami bukan hanya melatih pemain di lapangan, tetapi juga menginspirasi generasi pelatih berikutnya. Jika mereka menikmati apa yang mereka lakukan dan melakukannya untuk alasan yang tepat, itu adalah hal luar biasa.”
Arteta menegaskan pentingnya memberi ruang bagi para pemain untuk berkembang, tidak hanya saat mereka aktif bermain, tetapi juga dalam mempersiapkan karier setelah pensiun. Ia menilai, sepak bola modern menuntut pelatih yang memahami dinamika pemain dari sudut pandang praktisi.
“Saya sendiri dulu diberi kesempatan untuk berkembang,” ujarnya. “Sekarang giliran mereka. Jika kami bisa membantu memberikan perspektif baru dan inspirasi bagi mereka, maka itu sudah menjadi warisan yang indah.”
Dengan dukungan penuh dari Arteta, Granit Xhaka kini menikmati babak baru dalam kariernya bersama Sunderland. Namun, satu hal yang sudah diyakini Arteta: masa depan Xhaka di dunia kepelatihan tampak cerah dan penuh potensi. (***)












