― Advertisement ―

Maarten Paes Mulai Petualangan Baru di Ajax Amsterdam, Siap Debut di Eredivisie

Maarten Paes memulai babak baru dalam perjalanan karier profesionalnya dengan kembali merumput di Belanda. Kiper Timnas Indonesia itu resmi menerima pinangan Ajax Amsterdam pada...
BerandaBeritaOlahragaCristian Gonzales Sarankan Pelatih Lokal Tangani Timnas Indonesia

Cristian Gonzales Sarankan Pelatih Lokal Tangani Timnas Indonesia

Timnas Indonesia dipastikan akan memiliki pelatih baru setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert. Keputusan ini diambil menyusul hasil mengecewakan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana skuad Garuda kalah beruntun dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1).

Patrick Kluivert, yang mulai menukangi Timnas Indonesia sejak Januari 2025 menggantikan Shin Tae-yong, hanya bertahan selama sepuluh bulan. Dalam periode tersebut, pelatih asal Belanda itu memimpin delapan pertandingan di berbagai ajang, namun gagal membawa Timnas melangkah lebih jauh di kualifikasi.

Kini publik tengah menanti sosok pelatih anyar yang akan menahkodai Timnas Indonesia. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, mantan bomber Timnas Indonesia, Cristian Gonzales, memiliki pandangan menarik: ia justru menilai pelatih lokal layak diberi kesempatan.

“Melihat materi pemain di Timnas Indonesia sekarang, kenapa enggak ada pelatih lokal di situ? Pelatih lokal bisa siapapun. Materi seperti ini bisa, Firman Utina juga bisa,” ujar Gonzales dalam perbincangan di Podcast Jebreeet Media belum lama ini.

Baca Juga:  PSIM Yogyakarta Selangkah Lagi Gaet Winger Belanda Anton Fase

Pelatih Lokal Dinilai Punya Kapasitas

Timnas Indonesia memang sudah cukup lama tidak ditangani oleh pelatih dalam negeri. Terakhir kali kursi kepelatihan diisi oleh Bima Sakti pada tahun 2018. Setelah itu, posisi strategis tersebut selalu dipegang oleh pelatih asing seperti Alfred Riedl, Peter White, Ivan Kolev, Luis Milla, Simon McMenemy, Shin Tae-yong, hingga Patrick Kluivert.

Menurut Gonzales, pelatih lokal Indonesia sudah menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal taktik, disiplin, serta manajemen tim. Ia menilai, dengan dukungan PSSI yang maksimal, pelatih dalam negeri juga mampu bersaing di level internasional.

“Saya pikir pelatih-pelatih lokal sekarang sudah pintar-pintar. Mereka tahu karakter pemain Indonesia, tahu bagaimana memotivasi pemain. Kadang kita butuh pelatih yang bisa menyentuh hati pemain, bukan hanya strategi di atas kertas,” tambah pria yang akrab disapa El Loco itu.

Bahasa Tak Jadi Masalah

Salah satu alasan umum memilih pelatih asing biasanya karena dianggap memiliki pengalaman dan wawasan internasional yang lebih luas. Namun, Gonzales menilai faktor bahasa bukan lagi kendala besar, apalagi banyak pelatih asing yang kini fasih berbahasa Indonesia setelah lama berkarier di Tanah Air.

Baca Juga:  Analisis Taktik Patrick Kluivert: Perubahan Positif Tak Cukup Selamatkan Timnas Indonesia

“Bahasa mungkin ada masalah, tapi sekarang banyak pelatih asing di Indonesia sudah lama dan bisa. Yang penting itu bukan bahasanya, tapi bagaimana pelatih bisa bicara sama pemain untuk kasih motivasi dan semangat,” ujarnya.

Bagi El Loco, yang terpenting dari seorang pelatih adalah kemampuannya menjadi leader sejati di ruang ganti. Sosok pemimpin yang mampu mengayomi sekaligus menanamkan mental juara di setiap pemain.

Luis Milla Kembali?

Menariknya, Gonzales juga menyinggung kemungkinan kembalinya pelatih asal Spanyol, Luis Milla, yang pernah membesut Timnas Indonesia pada periode 2017–2018. Saat itu, Milla dikenal sukses membangun fondasi permainan menyerang dan mempromosikan banyak pemain muda dari Timnas U-23 ke level senior.

“Saya mau tanya Luis Milla kenapa dulu keluar? Mungkin bisa diberikan kesempatan lagi dia,” kata Gonzales menutup pembicaraan.

Hingga kini, PSSI belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa calon pengganti Patrick Kluivert. Namun, sumber internal federasi menyebutkan bahwa Komite Teknis PSSI tengah menyeleksi beberapa nama, baik pelatih lokal maupun asing, untuk diajukan kepada Ketua Umum Erick Thohir.

Baca Juga:  Timnas Dibantai Australia 1-5: High Pressing dan Set Piece Jadi Kelemahan Utama

Dengan situasi ini, publik sepak bola nasional berharap agar keputusan PSSI kali ini bisa membawa angin segar bagi Timnas Indonesia. Siapapun yang terpilih, tantangan ke depan tidak akan mudah: mengembalikan kepercayaan publik sekaligus membangun tim yang solid untuk menghadapi kompetisi internasional mendatang.

Sumber: https://liga1indonesia.com/