Bencana Alam
Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Dahsyat, Warga Terjebak dalam Hujan Abu dan Kerikil
G
Ghallaby Zasy
· 2 menit baca

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan erupsi hebat yang terjadi pada Selasa (17/6) pukul 17.41 Wita. Letusan ini menimbulkan kepanikan warga di lereng gunung, yang terjebak dalam hujan abu dan material vulkanik.
Kepala Desa Pululera, Paulus Sanga Tukan, melaporkan bahwa warganya kini terkepung dan tidak dapat meninggalkan desa akibat derasnya hujan abu, pasir, dan kerikil yang menerjang permukiman.
“Kami terkepung. Terjebak dalam hujanan pasir dan kerikil. Ini tidak sama dengan kejadian sebelumnya, ngeri. Abu tutup kampung jadi gelap,” ungkapnya dengan nada cemas.Suasana di sekitar lereng gunung berubah gelap gulita saat abu vulkanik menyelimuti wilayah desa. Kondisi ini membuat jarak pandang terbatas dan memperparah situasi evakuasi.
Letusan Terekam di Seismogram
Yohanes Kolly Sorywutun dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-Laki menyampaikan bahwa letusan terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi 6 menit 53 detik.“Erupsi kali ini tergolong signifikan dan menandakan peningkatan aktivitas yang perlu diwaspadai,” ujarnya dalam keterangan pers.
Akibat erupsi tersebut, status gunung dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) — status tertinggi dalam sistem peringatan dini aktivitas gunung api.
Zona Bahaya Diperluas
Badan Geologi melalui pos pengamatan resmi telah menetapkan larangan aktivitas masyarakat dalam radius 7 kilometer dari puncak kawah, serta radius sektoral hingga 8 kilometer ke arah barat daya dan timur laut dari pusat erupsi.“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah Flores Timur, serta tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tegas Yohanes.
Upaya Evakuasi dan Respons Pemda
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dengan prioritas pada kelompok rentan, termasuk lansia, anak-anak, dan perempuan. Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengaktifkan posko tanggap darurat serta menyalurkan logistik ke sejumlah titik pengungsian. (***)G
Baca Juga

Bencana Alam
Hampir Separuh Populasi Dunia Terancam Panas Ekstrem Pada 2050
4 Februari 2026
Bencana Alam
Aceh Jadi Wilayah Terparah Pascabencana, Akses ke Sejumlah Kecamatan Masih Terisolasi
18 Desember 2025
Bencana Alam
Direktur Utama PLN Minta Maaf: Pemulihan Listrik di Aceh Belum Pulih Sepenuhnya
9 Desember 2025
Bencana Alam
Pemerintah Siapkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatra, Menkeu Purbaya Tegaskan Komitmen Cepat
29 November 2025Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
