Upaya optimalisasi tata lingkungan terus menjadi prioritas pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengendalian pencemaran demi menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala DLH Manggarai Barat dalam konferensi pers di Labuan Bajo, Selasa (26/11).
Menurut DLH Manggarai Barat, peningkatan aktivitas pariwisata, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan permukiman baru memberikan dampak signifikan terhadap kondisi lingkungan. Oleh karena itu, strategi pengendalian pencemaran harus dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan berbasis data.
“Kami terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tata lingkungan berjalan optimal. Fokus utama tahun ini adalah penguatan pengawasan, pengendalian pencemaran air laut, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ujar Kepala DLH Manggarai Barat saat memberikan keterangan resmi.
Pengendalian Pencemaran Jadi Fokus Utama
DLH Manggarai Barat menegaskan bahwa beberapa titik rawan pencemaran mulai mendapat perhatian khusus, termasuk kawasan pesisir dan daerah padat penduduk. Berdasarkan laporan internal DLH, peningkatan limbah rumah tangga dan sampah wisatawan menjadi dua faktor utama penurunan kualitas lingkungan.
“Data yang kami kumpulkan menunjukkan adanya tren peningkatan volume sampah hingga 18% pada kuartal ketiga tahun ini. Kami sudah menurunkan tim pengawasan untuk memastikan tidak ada pelanggaran terkait pembuangan limbah cair dan sampah padat,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLH Manggarai Barat.
DLH juga memastikan seluruh kegiatan usaha wajib mengikuti prosedur Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) sebelum beroperasi.
Kolaborasi dengan Masyarakat dan Pelaku Wisata
Program edukasi dan kolaborasi terus diperluas, khususnya di kawasan wisata Labuan Bajo dan sekitarnya. Pelaku usaha pariwisata diminta meningkatkan kesadaran dan keterlibatan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, DLH Manggarai Barat juga bekerja sama dengan komunitas lokal untuk menjalankan kampanye pengurangan sampah plastik serta program eco-volunteer yang bertugas memantau kebersihan pantai dan pesisir.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat. Perlindungan lingkungan tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah, tapi merupakan kerja bersama,” tambah Kepala DLH Manggarai Barat.
Dukungan Regulasi dan Pengawasan Ketat
DLH Manggarai Barat memperkuat implementasi Peraturan Daerah tentang pengelolaan lingkungan hidup, termasuk penerapan sanksi bagi pelaku usaha atau individu yang melanggar ketentuan tata lingkungan.
Sementara itu, Bupati Manggarai Barat memberikan dukungan penuh terhadap langkah DLH dalam memperketat pengawasan.
“Pemerintah daerah mendukung sepenuhnya langkah Dinas Lingkungan Hidup dalam memastikan tata lingkungan berjalan secara optimal. Pengembangan daerah tidak boleh mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” kata Bupati Manggarai Barat dalam pernyataan resminya.
Penutup
Upaya optimalisasi tata lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat diharapkan membawa dampak positif bagi ekosistem, masyarakat, serta sektor pariwisata. Dengan pengawasan ketat, kolaborasi masyarakat, dan regulasi yang kuat, DLH Manggarai Barat menargetkan penurunan tingkat pencemaran secara signifikan dalam satu tahun ke depan.









