― Advertisement ―

MK Tegaskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan di BUMN dan Swasta

Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menegaskan larangan bagi wakil menteri untuk merangkap jabatan sebagai komisaris atau direksi, baik di badan usaha milik negara (BUMN) maupun...
BerandaSelebritiSejumlah Artis Diangkat Jadi Komisaris BUMN di Pemerintahan Presiden Prabowo

Sejumlah Artis Diangkat Jadi Komisaris BUMN di Pemerintahan Presiden Prabowo

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah figur publik dari kalangan artis mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis sebagai komisaris di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini menjadi bagian dari pergeseran dan penyegaran di tubuh BUMN sekaligus bentuk sinergi antara sektor seni, budaya, dan industri nasional.

Penunjukan para artis ini turut menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo memberi ruang kepada kalangan profesional dari latar belakang nonbirokrat untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor-sektor vital negara, khususnya ekonomi kreatif dan pariwisata.

Berikut daftar nama artis yang kini resmi menjabat di jajaran komisaris maupun direksi BUMN:

1. Giring Ganesha – Komisaris Independen PT GMF AeroAsia

Mantan vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha, kini dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Selain peran barunya di sektor penerbangan, Giring juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan untuk periode 2024–2029.

Nama Giring sebelumnya telah dikenal aktif dalam dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan kerap tampil dalam berbagai kegiatan politik serta kebudayaan.

Baca Juga:  MK Tegaskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan di BUMN dan Swasta

2. Yovie Widianto – Komisaris PT Pupuk Indonesia

Musisi senior dan komposer handal Yovie Widianto ditunjuk sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia, salah satu BUMN strategis di sektor pertanian. Penunjukannya diumumkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Juni 2025.

Yovie juga saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, di mana ia memberikan masukan dan strategi untuk pengembangan industri musik, film, dan budaya kreatif nasional.

3. Ari Sihasale – Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC)

Aktor sekaligus produser film Juharson Estrella Sihasale, atau yang akrab disapa Ari Sihasale, ditunjuk sebagai komisaris di PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau dikenal sebagai ITDC.

Pengalaman Ari Sihasale dalam dunia film dan promosi budaya Indonesia di layar lebar dinilai relevan dengan misi ITDC dalam mengembangkan destinasi wisata nasional, termasuk kawasan Mandalika dan pariwisata super prioritas lainnya.

4. Ifan Seventeen – Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN)

Penyanyi band Seventeen, Ifan, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN). PFN merupakan BUMN yang fokus pada produksi film dan memiliki sejarah panjang dalam industri perfilman Tanah Air, termasuk produksi serial legendaris “Si Unyil.”

Baca Juga:  MK Tegaskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan di BUMN dan Swasta

Dengan latar belakang musik dan pengalaman di industri hiburan, Ifan diharapkan mampu membawa inovasi dalam memodernisasi ekosistem perfilman nasional.

Fungsi Komisaris BUMN

Jabatan komisaris dalam struktur perusahaan BUMN memiliki peran penting, terutama dalam pengawasan terhadap jalannya manajemen perusahaan dan memberikan nasihat strategis kepada direksi. Penunjukan komisaris dari kalangan profesional di luar birokrasi dinilai dapat memberikan perspektif baru dalam pengelolaan BUMN yang lebih adaptif dan kreatif.

Meski langkah ini menuai berbagai respons dari masyarakat, termasuk kritik dan dukungan, pemerintah memastikan bahwa setiap penunjukan telah melalui pertimbangan rekam jejak dan kontribusi nyata para tokoh yang bersangkutan.

Respon Publik dan Harapan

Sejumlah kalangan menilai penunjukan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap para tokoh seni yang telah berkontribusi dalam dunia budaya dan hiburan. Namun, ada pula yang berharap agar penempatan jabatan di BUMN tetap mengedepankan kompetensi dan profesionalisme, bukan semata latar belakang popularitas.

Pemerintah dan Kementerian BUMN diminta untuk tetap memastikan bahwa setiap komisaris dan direksi yang ditunjuk mampu menjalankan tugas dengan baik demi menjaga kinerja dan reputasi perusahaan negara.

Baca Juga:  MK Tegaskan Wakil Menteri Dilarang Rangkap Jabatan di BUMN dan Swasta

Langkah ini menandai era baru di mana sinergi antara dunia seni dan pemerintahan semakin terbuka. Masyarakat kini menanti hasil nyata dari kontribusi para tokoh ini dalam mengembangkan sektor-sektor penting melalui peran mereka di BUMN. (***)