Seorang diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) berinisial ADP (39) ditemukan tewas di kamar kosnya yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Polisi kini tengah menyelidiki penyebab kematian, sementara rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi petunjuk awal yang mengungkap aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tak bernyawa.
Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, menyampaikan bahwa ADP masih terlihat beraktivitas normal pada malam hari sebelum kejadian. “Jadi malam hari itu dia sekitar pukul 22.00, jam sepuluhan mendekati 22.30 WIB. Dia nyapa (penjaga kos) ‘Ayo mas’, gitu aja,” ujar Rezha kepada awak media, Kamis (10/7).
Dari hasil penelusuran CCTV, korban sempat mengambil pesanan makanan dari layanan ojek daring (online) dan kemudian makan di ruang makan bersama di area kos. Setelah itu, dia terlihat membuang sampah sebelum kembali masuk ke kamarnya.
“Memang dibuktikan kelihatan di CCTV itu memang dia keluar buang sampah,” jelas Rezha. Namun, setelah momen tersebut, ADP tidak lagi terekam oleh kamera pengawas dan tidak keluar dari kamarnya hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Pihak kepolisian belum merinci penyebab pasti kematian ADP dan masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Jenazah telah dievakuasi untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, polisi terus mendalami keterangan saksi dan memeriksa barang-barang pribadi korban yang ditemukan di dalam kamar. Belum ada indikasi adanya unsur kekerasan atau tindak kriminal, namun penyelidikan masih berjalan.
ADP diketahui bekerja sebagai diplomat aktif di lingkungan Kemlu RI. Kepergiannya yang mendadak tentu menjadi duka mendalam bagi institusi dan rekan-rekannya.
Pihak Kementerian Luar Negeri hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait kematian ADP. Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sembari menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. (***)






