Nama DJ Panda, yang sebelumnya tengah naik daun di jagat musik elektronik Indonesia, kini harus menghadapi kenyataan pahit. Serangkaian pembatalan penampilannya di berbagai acara dan tempat hiburan malam bermunculan, menyusul merebaknya isu pribadi yang menyeretnya ke pusaran kontroversi dengan selebritas Erika Carlina.
Popularitas DJ asal Surabaya bernama lengkap Giovanni Surya Saputra itu melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir. Ia dikenal lewat gaya panggungnya yang energik dan penampilannya yang sering viral di TikTok, menjadikannya sosok ikonik di kancah EDM Tanah Air. Namun, situasi berbalik ketika namanya disebut-sebut sebagai pria yang diduga menjadi ayah dari anak yang dikandung Erika Carlina.
Gelombang Pembatalan Tiba-tiba
Kontroversi tersebut memicu reaksi cepat dari berbagai pihak. Beberapa klub malam papan atas dan promotor langsung mengambil keputusan untuk membatalkan penampilan DJ Panda, yang sebelumnya telah dijadwalkan tampil.
Holywings Gold Dragon Bekasi menjadi salah satu yang pertama mengumumkan pembatalan. Melalui akun Instagram resminya @golddragon.bar, mereka menulis:
“Sunday, 27th July 2025. DJ Panda at Dragon Bekasi Canceled.”
Tidak lama berselang, akun @wildout.idn juga membagikan informasi serupa. Mereka menyatakan bahwa pembatalan dilakukan karena “keadaan yang tidak terduga”.
Sementara itu, akun TikTok @odette.mlg mewakili Odette Malang juga menginformasikan pembatalan acara DJ Panda yang semula dijadwalkan pada Agustus 2025. Dalam unggahan tertanggal 20 Juli 2025 itu tertulis:
“Dengan berat hati kami informasikan bahwa acara DJ Panda yang dijadwalkan pada bulan Agustus 2025 di Odette Malang telah resmi dibatalkan.”
Klub Malam dan Festival Ikut Ambil Sikap
Akun komunitas @jakartaclubmalam mencatat bahwa setidaknya empat tempat hiburan malam besar di Indonesia telah mengonfirmasi pembatalan penampilan DJ Panda. Daftarnya antara lain:
- Atlas Super Club – 4 Agustus 2025
- Gold Dragon Bekasi – 27 Juli 2025
- Tembak Langit Paskal Bandung – 28 Juli 2025
- Cabin Bogor – 21 Juli 2025
Tak hanya tempat hiburan malam, festival musik besar pun ikut mengambil langkah serupa. Welcome January Project (WJP) Festival 2025 yang akan digelar pada malam tahun baru di Medan, resmi menyatakan bahwa DJ Panda tidak akan tampil.
Pihak penyelenggara, Aurora Eventworks, menyampaikan melalui akun TikTok @welcomejanuaryproject:
“Resmi mengeluarkan pernyataan bahwa DJ Panda tidak akan pernah diundang di panggung megah WJP.”
Sosok DJ Panda: Dari Panggung EDM ke Sorotan Media
DJ Panda lahir di Surabaya pada 6 Mei 1998. Ia mulai meniti karier di dunia musik elektronik sejak usia muda, dengan genre favoritnya mencakup house, techno, dan trance. Keberhasilannya tampil di berbagai festival dan klub besar di Jawa Timur membawanya ke pentas nasional.
Penampilannya yang atraktif dan interaksi yang kuat dengan penonton membuatnya digemari, khususnya oleh generasi muda pengguna media sosial. Video-videonya yang viral sering menampilkan teknik mixing dan aksi panggung yang memukau.
Namun, situasi berubah drastis seiring merebaknya isu kedekatannya dengan Erika Carlina. Publik mulai berspekulasi bahwa dirinya adalah pria yang diduga menghamili selebritas tersebut. Meski Erika belum pernah menyebut nama secara eksplisit, banyak netizen yang mengaitkan DJ Panda sebagai sosok yang dimaksud.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak DJ Panda belum memberikan pernyataan resmi terkait isu kontroversial tersebut. Di akun media sosialnya, DJ Panda juga belum mengunggah klarifikasi maupun tanggapan atas pembatalan-pembatalan acara yang menimpa dirinya.
Sementara itu, Erika Carlina pun belum mengonfirmasi spekulasi publik yang menyeret nama DJ Panda. Ia memilih untuk tetap bungkam meski berbagai media dan warganet menanti kejelasan.
Isu ini pun menjadi topik panas di media sosial. Banyak penggemar DJ Panda yang menyayangkan pembatalan acara secara bertubi-tubi, menilai bahwa keputusan tersebut terlalu terburu-buru sebelum ada kepastian hukum atau klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.
Namun di sisi lain, ada pula yang mendukung keputusan klub dan promotor, menganggap pentingnya menjaga citra acara dari potensi kontroversi yang dapat mencoreng nama baik brand maupun komunitas EDM itu sendiri. Kasus ini menambah panjang daftar selebritas yang tersandung persoalan pribadi hingga memengaruhi karier profesional mereka. DJ Panda, yang semula tengah menikmati puncak popularitasnya, kini harus menghadapi krisis kepercayaan dari publik dan industri hiburan. Apakah ia akan memberikan klarifikasi dan bangkit dari situasi ini, atau justru semakin tenggelam dalam badai kontroversi, masih menjadi tanda tanya besar. (***)








