Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 58 korban dari total 67 kantong jenazah akibat ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marduki, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menerima 63 laporan dari keluarga yang kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.
“Sampai dengan hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 58 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Sementara, data antemortem yang melaporkan kehilangan mencapai 63 orang,” ujar Khusnan di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Selasa (14/10).
Proses Identifikasi Masih Berlanjut
Menurut Khusnan, pada hari ini tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga jenazah dan satu body part (potongan tubuh). Proses identifikasi dilakukan menggunakan berbagai metode ilmiah, termasuk pemeriksaan DNA, sidik jari, serta pencocokan ciri fisik.
“Hasil dari operasi DVI Polda Jatim pada hari ini, Selasa, 14 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap empat kantong jenazah, terdiri dari tiga jenazah dan satu body part,” jelasnya.
Ia menambahkan, masih terdapat lima kantong jenazah yang belum teridentifikasi dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan di ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim.
“Masih tersisa lima kantong yang belum teridentifikasi. Seluruhnya masih kami periksa di kamar jenazah,” imbuh Khusnan.
Body Part Milik Korban Selamat
Menariknya, dari hasil identifikasi hari ini, satu body part ternyata milik korban selamat bernama Nur Ahmad Ramatulloh, warga Kota Surabaya. Potongan tubuh tersebut diketahui merupakan hasil amputasi.
“Iya, betul, body part milik Nur Ahmad. Itu hasil amputasi, dan kami lakukan tes DNA juga. Jadi nanti tergantung keluarganya apakah akan diambil atau kami yang mengirim ke sana. Orangnya masih hidup juga, jadi sudah teridentifikasi,” ujar Khusnan.
Daftar 58 Korban yang Telah Teridentifikasi
Berikut daftar lengkap 58 korban yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim:
- Maulana Alfan Ibrahimavic (15) – Surabaya
- Muhammad Soleh (22) – Bangka Belitung
- Muhammad Mashudulhaq (14) – Surabaya
- Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) – Surabaya
- M. Agus Ubaidillah (14) – Surabaya
- Firman Noor (16) – Surabaya
- M. Azka Ibadurrahman (13) – Surabaya
- Daul Milal (15) – Surabaya
- Nurudin (13) – Bangkalan
- Ahmad Rijalul Haq (16) – Surabaya
- Moh. Royhan Mustofa (17) – Bangkalan
- Abdul Fattah (18) – Sampang
- Wasiur Rohib (17) – Surabaya
- Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) – Bekasi
- Moh. Dafin (13) – Semarang
- M. Ali Rahbini (19) – Sampang
- Sulaiman Hadi (15) – Bangkalan
- Mohammad Anas Fahmi (15) – Bangkalan
- Muhammad Reza Syfai Akbar (14) – Surabaya
- Afifuddin Zarkasi (13) – Surabaya
- Moh. Rizki Maulana Saputra (16) – Sidoarjo
- Moh. Ubaidillah (17) – Bangkalan
- Virgiawan Narendra Sugiarto (16) – Lamongan
- Moch. Ali Sirojuddin (13) – Surabaya
- Muhammad Azam Habibi (14) – Surabaya
- M. Maulidy Hasany Kamil (16) – Bangkalan
- Ach. Fathoni Abil Falaf (17) – Bangkalan
- M. Azam Alby Alfa Himam (17) – Bangkalan
- Khoirul Mutaqin (18) – Kediri
- Farhan (17) – Surabaya
- Syafiuddin (15) – Sampang
- Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) – Gresik
- Muhammad Ubay Dillah (15) – Kalimantan Barat
- Achmad Alby Fahri (13) – Surabaya
- Abdus Somad (17) – Sampang
- Imam Junaidi (16) – Bangkalan
- Mohammad Fajri Ali (14) – Surabaya
- Muhammad Nasi Hudin (15) – Bangka Belitung
- Achmad Suwaifi (15) – Bangkalan
- Mochammad Haikal Ridwan (14) – Bangkalan
- Moch Adam Fidiansyah (12) – Sidoarjo
- Muhamad Raihan Jamil (14) – Surabaya
- Mohammad Abdul Rohman Nafis (15) – Sidoarjo
- M. Ghifari Chasbi (15) – Pasuruan
- Moh. Toni Afandi (14) – Surabaya
- Ach. Ramzi Fariki (15) – Bogor
- Abdullah As Syadid (16) – Bangkalan
- Arif Afandi (15) – Surabaya
- Moh. Alfin Mutawakilalallah (17) – Bangkalan
- Muhammad Iklil Ibrahim Al Aqil (15) – Jember
- Muhammad Ridwan Sahari (14) – Surabaya
- Ach. Haikal Fadil Alfatih (12) – Bangkalan
- Syamsul Arifin (18) – Bangkalan
- Khafa Ahmad Maulana (15) – Gresik
- Irham Ghifari (16) – Sidoarjo
- Ubay Dinhaiazkal Askia (15) – Sampang
- M Muhfi Alvian (16) – Sidoarjo
- Abdul Halim (16) – Surabaya
Lanjutan Proses Evakuasi dan Dukungan Psikologis
Polda Jatim juga menegaskan bahwa proses identifikasi akan terus dilakukan hingga seluruh jenazah teridentifikasi. Selain itu, tim psikologi kepolisian turut dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang masih menunggu hasil di rumah sakit.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para keluarga korban. Proses identifikasi berjalan cepat namun tetap hati-hati dan akurat,” tegas Kombes Khusnan.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Kementerian Agama untuk memastikan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi segera diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan secara layak.
Insiden ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Timur, terutama keluarga besar pesantren yang menjadi korban. Hingga kini, penyelidikan penyebab ambruknya bangunan masih dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tim ahli konstruksi dari Dinas PUPR setempat.

