― Advertisement ―

Di Balik Ledakan AI China, Ilmuwan Akui Peluang Salip AS Masih di Bawah 20 Persen

Ketika para pemain kecerdasan buatan (AI) terbesar China berkumpul dalam pertemuan penting di Beijing pada Januari lalu, satu pertanyaan besar mencuat: seberapa besar peluang...
BerandaBeritaTeknologiShengjia Zhao Ditunjuk sebagai Chief Scientist Meta Superintelligence Labs oleh Mark Zuckerberg

Shengjia Zhao Ditunjuk sebagai Chief Scientist Meta Superintelligence Labs oleh Mark Zuckerberg

CEO Meta, Mark Zuckerberg, pada Jumat waktu setempat mengumumkan bahwa Shengjia Zhao, salah satu pendiri ChatGPT dari OpenAI, resmi ditunjuk sebagai Chief Scientist di Meta Superintelligence Labs. Penunjukan ini menegaskan langkah serius Meta dalam mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memperkuat posisinya di peta persaingan global.

Zuckerberg mengungkapkan bahwa Zhao bukan hanya bagian dari tim awal, melainkan juga turut mendirikan laboratorium superintelijen tersebut. “Shengjia telah memimpin dari hari pertama dan telah menjadi ilmuwan utama kami sejak awal,” tulis Zuckerberg dalam unggahan media sosial resminya.

Penunjukan Zhao dilakukan di tengah gelombang besar perekrutan talenta AI oleh Meta, termasuk investasi sebesar USD 14 miliar ke perusahaan Scale AI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Meta dalam menciptakan teknologi AI yang lebih canggih dan terjangkau.

Zhao akan bekerja langsung di bawah arahan Zuckerberg dan Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang kini menjabat sebagai Chief AI Officer di Meta. Keduanya akan berkolaborasi erat untuk membangun fondasi baru bagi pengembangan AI generatif di masa depan.

Baca Juga:  Amazon Pangkas 16.000 Karyawan, Fokus Percepat Transformasi AI

Jejak Karier dan Kontribusi Zhao

Zhao dikenal sebagai sosok penting dalam pengembangan ChatGPT dan sejumlah model AI besar lainnya di OpenAI. Menurut memo internal Meta pada Juni lalu, ia turut membangun GPT-4, serta versi mini seperti GPT-4.1 dan o3. Ia juga pernah memimpin pengembangan data sintetis di OpenAI, sebuah bidang yang kini menjadi pilar penting dalam pelatihan model AI besar.

“Shengjia telah menjadi pelopor dalam sejumlah terobosan penting, termasuk paradigma scaling baru, dan telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin di bidangnya,” ungkap Zuckerberg. “Saya antusias bekerja bersamanya untuk mewujudkan visi ilmiah yang ambisius ini.”

Meta Superintelligence Labs: Pusat Inovasi AI Masa Depan

Meta Superintelligence Labs, yang diluncurkan Juni lalu, merupakan rumah baru bagi para peneliti dan insinyur AI terkemuka dari seluruh dunia. Fokus utama laboratorium ini adalah pada pengembangan foundation models seperti keluarga model open-source Llama, serta proyek riset fundamental di bidang kecerdasan buatan.

Zuckerberg menegaskan bahwa Meta akan menggelontorkan “ratusan miliar dolar” untuk membangun infrastruktur komputasi AI yang masif, termasuk pusat data dan hardware canggih yang mendukung pelatihan model berskala besar.

Baca Juga:  AS Curigai DeepSeek Jiplak Teknologi OpenAI, Bukti Masih Dipertanyakan

Dengan struktur organisasi yang kini diperkuat oleh nama-nama besar seperti Zhao dan Wang, Meta menunjukkan komitmen yang kian nyata dalam mengejar visi superintelijen buatan.

“Beberapa tahun ke depan akan menjadi masa yang sangat menarik!” tutup Zuckerberg dengan nada optimistis. (***)