Raksasa Premier League, Liverpool, resmi menyandang status sebagai klub terboros pada jendela transfer musim panas 2025. Hingga awal Agustus, The Reds telah menghabiskan dana fantastis sebesar 308 juta euro atau sekitar Rp5,8 triliun untuk mendatangkan sederet pemain anyar demi memperkuat skuat asuhan Arne Slot.
Beberapa nama yang kini telah mendarat di Anfield antara lain Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, dan Armin Pesci. Kelima pemain tersebut langsung menjadi bagian dari proyek besar Liverpool dalam upaya merebut gelar domestik dan Eropa pada musim 2025/2026.
Namun belanja besar-besaran Liverpool tampaknya belum berhenti. Klub asal Merseyside itu dikabarkan tengah mengincar striker Newcastle United, Alexander Isak. Pelatih Arne Slot bahkan diklaim sangat menginginkan jasa penyerang berusia 24 tahun itu sebagai ujung tombak utama Liverpool.
Untuk memboyong Isak ke Anfield, Liverpool disebut siap menggelontorkan dana sebesar £150 juta atau setara Rp3,2 triliun. Jika kesepakatan tercapai, angka ini akan memecahkan rekor transfer dalam sejarah klub.
Tak bisa dipungkiri, di era sepak bola modern, uang menjadi senjata utama untuk mengamankan tanda tangan pemain bintang. Namun sejarah sepak bola membuktikan bahwa harga mahal tak selalu berbanding lurus dengan performa di lapangan.
Sebaliknya, tak sedikit klub yang beruntung mendapatkan pemain berkualitas dengan harga miring. Laporan Givemesport mencatat lima transfer murah yang justru menghasilkan dampak besar di Premier League:
1. Ole Gunnar Solskjaer (Molde ke Manchester United – £1,5 juta) Dijuluki “Si Pembunuh Berwajah Bayi”, Solskjaer mencetak gol ikonik di final Liga Champions 1999 dan menyumbangkan 126 gol dalam 366 laga selama 11 musim. Nilai transfer £1,5 juta menjadi salah satu investasi paling cerdas dalam sejarah MU.
2. Vincent Kompany (Hamburg ke Manchester City – £6 juta) Kapten legendaris Manchester City ini direkrut dengan harga yang sangat murah untuk ukuran bek sekelasnya. Kompany membawa The Citizens meraih empat gelar Premier League dan menjadi ikon klub di era modern.
3. N’Golo Kante (Caen ke Leicester City – £5,6 juta) Meski hanya semusim di Leicester, Kante berperan penting dalam menuntun The Foxes menjuarai Premier League 2015/2016. Ia kemudian meraih kesuksesan lebih besar bersama Chelsea, termasuk menjuarai Liga Champions.
4. Patrick Vieira (AC Milan ke Arsenal – £3,5 juta) Didatangkan oleh Arsene Wenger, Vieira menjelma menjadi jenderal lini tengah dan membawa Arsenal meraih tiga gelar liga. Ia juga kapten dari tim “Invincibles” yang tak terkalahkan sepanjang musim 2003/2004.
5. Eric Cantona (Leeds ke Manchester United – £1,2 juta) Dengan banderol hanya £1,2 juta, Cantona menjadi pion penting dalam membangun dinasti Ferguson. Empat gelar Premier League dan status sebagai legenda Old Trafford cukup membuktikan dampak besar sang King Eric.
Kisah lima pemain di atas menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam bursa transfer tidak selalu soal angka besar. Kadang, visi dan kecermatan klub dalam merekrut pemainlah yang menjadi kunci sukses jangka panjang.
Sementara itu, Liverpool tampaknya tetap bertekad menjalani strategi agresif demi kembali mendominasi kompetisi. Apakah Alexander Isak akan menjadi pembelian jitu selanjutnya, atau justru menjadi beban ekspektasi seperti beberapa transfer mahal lainnya? Jawabannya akan ditentukan oleh waktu dan performa di lapangan. (***)


