Bintang Timnas Indonesia berdarah Aceh, Calvin Verdonk, resmi menorehkan sejarah dalam karier sepak bolanya. Pemain naturalisasi itu menjalani debut bersama Lille pada lanjutan Ligue 1 2025/2026, meski harus menerima hasil pahit setelah timnya tumbang 0-3 dari Lens.
Verdonk masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-18, menggantikan Romain Perraud yang mengalami cedera. Meski hasil akhir tak memihak, penampilan bek kiri berusia 27 tahun itu menuai banyak pujian. Salah satunya datang dari pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan.
“Calvin Verdonk memulai debut bersama Lille. Saya pikir dia agak kecewa karena timnya kalah 0-3 dari Lens dalam pekan kelima Liga Prancis,” kata Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube Bung Ropan. “Namun kekalahan itu tidak membuat posisi Lille jatuh drastis. Mereka masih bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara, di bawah PSG yang memimpin dan Lens yang menempel di posisi keempat.”
Lebih lanjut, Ropan menilai debut ini justru menjadi momen penting bagi Verdonk. “Bagi Verdonk, ini hal yang bagus. Ia menjadi pemain Indonesia pertama dalam sejarah yang tampil di Liga Prancis. Bahkan bukan hanya Indonesia, tapi juga Asia Tenggara,” ujarnya.
Menurut Ropan, Verdonk tampil ciamik selama 72 menit berada di lapangan.
“Dia sangat disiplin di posisi kiri, tampil lugas, dan ratingnya cukup bagus, sekitar tujuh dari pengamat di sana. Jadi bukan tidak mungkin, ketika Romain Perraud cedera, Verdonk akan mendapatkan tempat utama di formasi Bruno Genesio,” tambahnya.
Dengan performa impresif itu, Verdonk diprediksi akan kembali tampil di laga berikutnya, termasuk saat Lille menghadapi Brann di ajang Europa League. “Saya pikir Verdonk pasti akan dimainkan. Ini peluang besar baginya,” ujar Ropan.
Bagi Timnas Indonesia, kabar ini tentu menggembirakan. Patrick Kluivert selaku pelatih kepala tengah mempersiapkan skuad Garuda menghadapi dua laga krusial di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, melawan Arab Saudi dan Irak pada Oktober mendatang. Kehadiran Verdonk yang tampil konsisten di level Eropa dipastikan menjadi tambahan kekuatan berarti bagi tim Merah-Putih. (***)












