Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Sassuolo Akhiri Tren Negatif, Jay Idzes dan Nemanja Matic Jadi Sorotan

×

Sassuolo Akhiri Tren Negatif, Jay Idzes dan Nemanja Matic Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Sassuolo Akhiri Tren Negatif, Jay Idzes dan Nemanja Matic Jadi Sorotan
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Sassuolo yang baru saja promosi ke Serie A musim 2025/2026 mulai menemukan ritme permainan mereka setelah awal yang kurang meyakinkan. Tim berjuluk Neroverdi itu menutup tiga laga pertama dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan.

Di pekan perdana, Sassuolo harus mengakui keunggulan juara bertahan Napoli dengan skor 0-2. Tren negatif berlanjut saat mereka ditundukkan sesama tim promosi, Cremonese, pada pekan kedua. Namun, akhir pekan lalu, pasukan Fabio Grosso berhasil bangkit dengan kemenangan tipis 1-0 atas Lazio di kandang sendiri.

Iklan

Dengan hasil tersebut, Sassuolo kini bertengger di posisi ke-14 klasemen sementara Serie A dengan tiga poin.

Jay Idzes dan Ambisi Neroverdi

Sassuolo kembali ke kasta tertinggi Italia setelah sukses menjuarai Serie B musim lalu. Untuk memperkuat kedalaman skuad, mereka cukup aktif di bursa transfer, salah satunya merekrut Jay Idzes, bek Timnas Indonesia yang juga dipercaya sebagai kapten timnas.

Idzes diharapkan menjadi pilar utama di lini belakang Neroverdi. Dengan fisik tangguh dan kepemimpinannya, ia diyakini dapat membantu Sassuolo tetap kompetitif sepanjang musim.

Baca Juga:  Rasmus Hojlund Ungkap Makna Selebrasi Usai Cetak Dua Gol untuk Napoli di Liga Champions

Kehadiran Nemanja Matic

Selain Idzes, kedatangan Nemanja Matic juga memberi warna baru di lini tengah Sassuolo. Gelandang veteran asal Serbia itu langsung menunjukkan perannya sebagai pengatur tempo permainan. Matic sudah tampil dua kali untuk Neroverdi, masing-masing saat melawan Cremonese dan Lazio.

Dalam wawancara bersama Sassuolo News, Matic mengaku puas dengan pilihan bergabung ke klub promosi tersebut.

“Saya suka proyek di tim ini. Semua yang dijelaskan orang-orang di klub kepada saya sangat menarik. Saya membutuhkan tantangan baru, tentu saja, dan sepertinya klub ini sempurna untuk saya saat ini,” ujarnya.

Matic menambahkan bahwa atmosfer di klub membuatnya optimistis. “Saya melihat segala sesuatu di sekitar klub, pusat latihan, stadion, orang-orang yang menjalankan klub, mereka memiliki energi untuk bermain bagus. Saya pikir saya telah membuat pilihan yang tepat.”

Pengalaman dan Harapan

Matic membawa segudang pengalaman dari klub-klub besar Eropa seperti Chelsea, Manchester United, AS Roma, Benfica, hingga Olympique Lyon. Dengan usia yang kini 37 tahun, ia tetap menjadi sosok penting berkat visi permainan dan kemampuannya menjaga keseimbangan di lini tengah.

Baca Juga:  Jay Idzes Tegaskan Komitmen Bertahan di Venezia Meski Klub Terdegradasi ke Serie B

“Saya pikir kami harus menghadapi Serie A dengan menghadiri setiap pertandingan dan berusaha menang. Tentu saja, kami harus menghormati setiap tim, tetapi kami juga harus tahu bahwa kami memiliki kualitas. Saya telah melihatnya dalam dua minggu latihan bersama tim,” tutur Matic.

“Kami harus percaya pada diri sendiri, percaya pada kualitas kami, dan yakin bisa melawan siapa pun. Dengan pengalaman dan kualitas saya, saya pikir saya bisa membantu tim melakukan yang terbaik,” tambahnya.

Menatap Musim Panjang

Dengan kombinasi pemain muda potensial dan pemain berpengalaman seperti Jay Idzes serta Nemanja Matic, Sassuolo berharap mampu bertahan di Serie A dan bahkan mencetak kejutan. Kemenangan atas Lazio menjadi sinyal awal bahwa Neroverdi tidak bisa diremehkan.

Musim masih panjang, namun dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh, Sassuolo bertekad menjadikan perjalanan mereka di Serie A 2025/2026 lebih dari sekadar bertahan hidup. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...