RusdiMedia.com
Karir

Tren "Kerja Teng Go, Lembur Thank You": Gen Z Ubah Wajah Dunia Kerja di 2025

R
Redaksi RusdiMedia
· 2 menit baca
Tren "Kerja Teng Go, Lembur Thank You": Gen Z Ubah Wajah Dunia Kerja di 2025
Pergeseran besar sedang terjadi di lanskap dunia kerja seiring semakin banyaknya Generasi Z (lahir 1997–2012) yang mulai mendominasi angkatan kerja. Di tengah tren global “unbossing”—pemangkasan tenaga kerja kerah putih dan struktur manajemen menengah—generasi ini justru membawa pola pikir baru yang memengaruhi sistem kerja konvensional. Salah satu frasa yang kini viral di kalangan profesional muda adalah “Kerja Teng Go, Lembur Thank You”. Ungkapan ini mencerminkan semangat generasi Z yang menjunjung keseimbangan hidup dan menolak lembur yang tidak dibayar. Ungkapan ini menjadi simbol perlawanan terhadap budaya kerja lama yang menormalisasi beban kerja berlebihan tanpa kompensasi layak. "Kerja Teng Go, lembur Thank You, tren Gen Z yang mengubah dunia kerja," tulis sebuah keterangan unggahan yang ramai dikutip media sosial, Selasa (24/6). Tren ini juga diperkuat oleh penurunan lebih dari sepertiga lapisan manajemen menengah akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi sejak tahun 2023. Hal ini mendorong pergeseran menuju model kerja mandiri, yang menuntut otonomi dan kontribusi individu lebih besar dari para pekerja, terutama Gen Z. Mengutip laporan The Times of London, sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa 75% profesional usia 18–27 tahun kini lebih mengutamakan keamanan dan keberlanjutan kerja dibandingkan fleksibilitas ekstrem atau budaya hustle yang sering diasosiasikan dengan generasi sebelumnya. “Generasi ini bukan hanya menuntut gaji, tetapi juga transparansi, fleksibilitas waktu, dan kejelasan masa depan karier,” ujar seorang pengamat dunia kerja dari Asia-Pacific Workforce Institute. Dengan tren ini, perusahaan dituntut lebih adaptif—baik dalam memberikan ruang kerja yang inklusif maupun menciptakan sistem kerja yang berkelanjutan dan sehat secara mental. Dunia kerja bukan lagi sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga wadah aktualisasi dan keseimbangan hidup. (***)
R

Ditulis oleh

Redaksi RusdiMedia

Redaksi RusdiMedia menyusun dan menyunting seluruh artikel di situs ini. Sebagian artikel disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum informasi dari sumber pemberitaan tepercaya, dan setiap artikel ditinjau oleh redaksi manusia sebelum diterbitkan. Selengkapnya di halaman Metodologi & Kebijakan Redaksi.

Lihat semua artikel oleh Redaksi RusdiMedia

Komentar

Komentar tidak boleh berisi tautan/link dan akan tampil setelah disetujui moderator.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!