Scroll untuk baca artikel
Karir

PHK Massal di Microsoft: 830 Karyawan di Negara Bagian Washington Terdampak

×

PHK Massal di Microsoft: 830 Karyawan di Negara Bagian Washington Terdampak

Sebarkan artikel ini
PHK Massal di Microsoft 830 Karyawan di Negara Bagian Washington Terdampak
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran kembali mengguncang raksasa teknologi Microsoft. Dalam pemangkasan terbaru yang diumumkan pekan ini, sebanyak 830 karyawan yang berbasis di negara bagian Washington turut terdampak. Langkah ini merupakan bagian dari rencana global perusahaan untuk memangkas 9.000 posisi di seluruh dunia.

Menurut dokumen yang diserahkan Microsoft kepada otoritas ketenagakerjaan negara bagian Washington, PHK mencakup berbagai divisi dan keahlian. Hampir selusin pekerja desain gim, tiga desainer audio, dua insinyur mekanik, satu insinyur optik, dan satu teknisi laboratorium masuk dalam daftar pegawai yang diberhentikan.

Iklan

Divisi penelitian Microsoft (Microsoft Research) juga tidak luput dari pemangkasan. Lima kontributor individu serta satu manajer di divisi tersebut terkena dampaknya. Selain itu, sepuluh pengacara dan enam insinyur perangkat keras juga termasuk dalam daftar PHK.

Dalam sektor penjualan, Microsoft memberhentikan 16 staf manajemen akun pelanggan, 28 staf strategi penjualan, serta lima staf kompensasi penjualan. Seorang staf urusan pemerintahan yang berbasis di Washington juga kehilangan pekerjaannya.

Baca Juga:  Microsoft Kembali Lakukan PHK, Ratusan Karyawan Terdampak Imbas Integrasi AI

Tak hanya itu, 17 posisi dalam arsitektur solusi cloud turut dihapus. Padahal, layanan cloud seperti Azure menjadi salah satu sumber pertumbuhan pendapatan tercepat bagi perusahaan, di mana pelanggan membeli layanan berdasarkan penggunaan.

Hingga berita ini diturunkan, CEO Microsoft Satya Nadella belum memberikan pernyataan resmi terkait PHK tersebut. Pihak Microsoft pun belum merespons permintaan komentar mengenai dampak pemangkasan di Washington.

Sementara itu, di media sosial, puluhan karyawan dari divisi penjualan dan pengembangan game telah menyampaikan kabar pemutusan kerja mereka secara terbuka. Sebelumnya pada April lalu, Microsoft melaporkan bahwa pendapatan dari konten dan layanan Xbox hanya tumbuh sebesar 8%, tertinggal dibandingkan pertumbuhan keseluruhan perusahaan yang mencapai 13%.

CFO Microsoft Amy Hood dalam panggilan konferensi dengan para analis pada April menyatakan bahwa perusahaan terus berfokus pada “efisiensi biaya” selama kuartal Maret.

Langkah efisiensi ini dinilai sebagai upaya untuk mengurangi tumpang tindih posisi dan mendorong karyawan agar lebih fokus pada pekerjaan yang dianggap bermakna dengan mengadopsi teknologi terbaru.

Baca Juga:  Otoritas Persaingan Inggris Soroti Dominasi Microsoft dan Amazon di Industri Cloud

PHK massal ini menjadi sinyal bahwa transformasi teknologi juga berdampak pada struktur organisasi perusahaan, termasuk salah satu raksasa industri seperti Microsoft. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...