Scroll untuk baca artikel
Teknologi

Microsoft Lampaui Nilai Pasar US$4 Triliun, Sejajarkan Diri dengan Nvidia Berkat Dorongan AI

×

Microsoft Lampaui Nilai Pasar US$4 Triliun, Sejajarkan Diri dengan Nvidia Berkat Dorongan AI

Sebarkan artikel ini
Microsoft Lampaui Nilai Pasar US$4 Triliun, Sejajarkan Diri dengan Nvidia Berkat Dorongan AI
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

Microsoft resmi mencetak tonggak sejarah baru dengan menembus nilai pasar US$4 triliun pada Kamis (31/7/2025), menyamai pencapaian Nvidia dan menegaskan posisi mereka sebagai salah satu raksasa teknologi dunia yang paling bernilai. Pencapaian ini tak lepas dari keberhasilan Microsoft dalam mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) ke dalam produk dan layanannya, serta pertumbuhan pesat layanan cloud Azure.

Kenaikan nilai perusahaan Microsoft ini terjadi setelah laporan keuangan kuartal kedua (April–Juni) 2025 menunjukkan performa luar biasa. Pendapatan tercatat sebesar US$76,4 miliar atau naik 18% dari tahun sebelumnya, sementara laba bersih mencapai US$34,3 miliar.

Iklan

Azure dan AI Jadi Motor Pertumbuhan

Pendorong utama pertumbuhan Microsoft adalah layanan cloud Azure yang kini menghasilkan pendapatan tahunan sebesar US$75 miliar. Azure tidak hanya menjadi tulang punggung infrastruktur digital global, tapi juga platform utama penerapan solusi AI korporat.

Produk-produk AI Microsoft telah disematkan dalam berbagai software populer seperti Office, Teams, GitHub, hingga layanan Azure. Teknologi AI andalan mereka, Copilot, kini hadir sebagai fitur berbasis Large Language Model (LLM) yang memperkuat Word dan Excel, memungkinkan pengguna bekerja lebih cerdas dan efisien.

Baca Juga:  Telkomsel Perkuat Transformasi Digital Lewat Integrasi Teknologi AI di Seluruh Lini Bisnis

“Kami sedang membangun rangkaian produk AI dan tumpukan teknologi terlengkap dalam skala besar,” ujar Satya Nadella, CEO Microsoft, dalam konferensi pers laporan keuangan.

Microsoft juga mencatat peningkatan investasi masif untuk memperluas infrastruktur digitalnya. Pada kuartal ketiga 2025, perusahaan menganggarkan belanja modal senilai US$30 miliar, dengan proyeksi total capex tahunan mencapai US$120 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan data center, pengadaan chip GPU AI, serta memperluas kapasitas cloud.

Meski investasi besar sering kali dianggap berisiko oleh investor, namun pertumbuhan 39% Azure serta tingginya permintaan solusi AI justru memperkuat kepercayaan pasar terhadap strategi Microsoft.

Respons Investor dan Perspektif Eksekutif

Saham Microsoft telah melonjak hampir 30% sepanjang 2025. Meski bukan yang tertinggi di sektor teknologi —karena Nvidia mencatat lonjakan lebih besar— pertumbuhan ini cukup untuk mengantar Microsoft ke puncak valuasi bersama sang pesaing utama.

Direktur Keuangan Microsoft, Amy Hood, menegaskan bahwa investasi besar perusahaan telah selaras dengan pertumbuhan bisnis aktual. “Saya sangat senang bahwa pengeluaran yang kami lakukan berkorelasi dengan bisnis yang pada dasarnya telah dikontrak dan tercatat, yang perlu kami wujudkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Google Cloud Perluas Kapasitas AI di Indonesia, Luncurkan Program Akselerator Startup

Microsoft saat ini tidak hanya mengandalkan satu produk andalan, melainkan mendorong transformasi menyeluruh pada hampir setiap lapisan infrastruktur perusahaan modern. Inilah yang membuat pendekatan mereka terhadap AI dan cloud lebih holistik dibanding pesaingnya.

Bersaing di Puncak Inovasi AI Global

Pencapaian ini sekaligus menandai eskalasi persaingan antara Microsoft, Nvidia, Google, dan Amazon dalam pengembangan teknologi AI. Jika Nvidia unggul dalam penyediaan chip AI untuk data center global, maka Microsoft memimpin dalam integrasi AI ke layanan produktivitas dan cloud.

“Kita belum mendekati garis finis. Paling banter, mungkin kita masih berada di pertengahan babak,” kata Nadella menegaskan bahwa Microsoft masih memiliki visi jangka panjang dalam pengembangan AI.

Dengan kombinasi pertumbuhan Azure, integrasi AI yang agresif, serta belanja modal strategis, Microsoft kini berdiri sejajar dengan Nvidia dalam memimpin revolusi AI global. Dan bagi pasar, pesan yang tersampaikan jelas: AI bukan sekadar tren sesaat, melainkan fondasi masa depan teknologi korporasi. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...