Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (1/8/2025) memecat Komisaris Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS), Erika McEntarfer, hanya beberapa jam setelah lembaga tersebut merilis data mengecewakan terkait pertumbuhan lapangan kerja di bulan Juli.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menuduh McEntarfer—yang ia sebut sebagai “penunjukan politik dari Biden”—telah memanipulasi data ketenagakerjaan untuk tujuan politis.
“Saya baru diberi tahu bahwa ‘angka ketenagakerjaan’ negara kita diproduksi oleh seorang penunjukan Biden, Dr. Erika McEntarfer, yang memalsukan angka tersebut sebelum Pemilu demi mendongkrak peluang Kamala untuk menang,” tulis Trump.
“Kita butuh data ketenagakerjaan yang akurat. Saya telah menginstruksikan tim saya untuk memecat penunjukan politik ini SEGERA. Ia akan digantikan oleh seseorang yang jauh lebih kompeten dan berkualifikasi,” tambahnya.
Juru bicara BLS mengonfirmasi pemecatan tersebut dikutip dari CNBC. Posisi McEntarfer kini diisi oleh William Wiatrowski sebagai Komisaris Pelaksana. BLS sendiri berada di bawah naungan Departemen Tenaga Kerja, yang kini dipimpin oleh Lori Chavez-DeRemer, seorang loyalis Trump.
Pemecatan ini terjadi di hari yang sama saat BLS mengumumkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian di bulan Juli hanya bertambah 73.000—angka yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Selain itu, data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun secara signifikan, mengurangi total 258.000 lapangan kerja, menjadikan rata-rata pertumbuhan tiga bulan hanya 35.000. Ini merupakan revisi dua bulan terbesar sejak April 2020 di masa awal pandemi COVID-19.
Trump dan Partai Republik di Kongres telah lama mengkritik BLS atas metode pengumpulan datanya, terutama dalam hal revisi besar-besaran seperti ini. Tahun lalu, BLS juga mengoreksi angka pertumbuhan payroll 12 bulan sebelum Maret 2024 sebesar 818.000, memicu perdebatan tentang keandalan data.
Dalam anggaran belanja 2025, Trump telah mengusulkan pemangkasan 8% tenaga kerja BLS, menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas data penting seperti ketenagakerjaan dan inflasi. Banyak laporan BLS kini mengandalkan data estimasi yang terus meningkat proporsinya.
“Angka penting seperti ini harus adil dan akurat, tidak boleh dimanipulasi untuk kepentingan politik,” tegas Trump.
Kritik juga dilayangkan kepada Ketua The Fed, Jerome Powell, yang kembali menjadi sasaran serangan Trump. Dalam unggahan yang sama, Trump menyindir Powell karena tak menurunkan suku bunga lebih cepat menjelang Pilpres.
“Ekonomi sedang BOOMING di bawah ‘TRUMP’ meski Fed bermain-main dengan suku bunga… Jerome ‘Terlambat’ Powell sebaiknya pensiun saja,” tulis Trump.
Reaksi pasar terhadap laporan ketenagakerjaan sangat negatif. Indeks Dow Jones merosot lebih dari 500 poin, Nasdaq turun lebih dari 2%, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut melemah.
Peter Mallouk, Presiden Creative Planning, mengaku terkejut dan menyebut unggahan Trump terdengar seperti satire.
“Ini tidak sehat. Kita tidak bisa memecat seseorang yang telah mengabdi lintas pemerintahan hanya karena datanya tidak sesuai ekspektasi,” ujarnya.
William Beach, pendahulu McEntarfer yang juga ditunjuk Trump pada 2017, mengutuk langkah tersebut.
“Pemecatan tanpa dasar terhadap Dr. Erika McEntarfer merupakan preseden berbahaya dan merusak misi statistik independen BLS,” tulis Beach di platform X.
“Presiden mencari kambing hitam untuk data ekonomi yang tidak menyenangkan,” imbuhnya.
Meski pemecatan ini mendapat sorotan tajam, pemerintahan Trump tetap mempertahankan bahwa reformasi kelembagaan diperlukan demi akurasi dan kepercayaan publik terhadap data ekonomi nasional. (***)












