― Advertisement ―

Penerimaan Pajak 2025 Meleset, Lonjakan “Luar Biasa” di Akhir Tahun Disoroti

Realisasi penerimaan perpajakan sepanjang 2025 kembali gagal memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hingga penutupan tahun, penerimaan pajak hanya mencapai Rp 1.917,6...
BerandaKarirPemerintah Optimistis Lapangan Kerja Bertambah, Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen Mulai 2026

Pemerintah Optimistis Lapangan Kerja Bertambah, Target Ekonomi Tumbuh 6 Persen Mulai 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta kalangan muda tidak khawatir terhadap peluang kerja setelah lulus pendidikan. Pemerintah menilai ketersediaan lapangan kerja akan semakin luas seiring dengan pengelolaan fiskal yang dinilai semakin sehat.

Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen mulai kuartal I 2026. Target tersebut didukung oleh rencana belanja negara yang akan digelontorkan hingga Rp89 triliun.

“Kalau mau tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi sampai dengan 2033,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Sabtu (14/2).

Manajemen Fiskal Jadi Kunci Optimisme

Menurut Purbaya, optimisme tersebut didasarkan pada pengelolaan fiskal yang dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan. Ia menilai kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja baru.

“Artinya tidak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerja setelah lulus, bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta. Itu semua dijalankan dengan manajemen fiskal yang baik, yang prudent,” jelasnya.

Baca Juga:  Menteri ESDM Bahlil Sindir Isu Minimnya Lapangan Kerja: “Jangan Kufur Nikmat”

Ia juga memastikan defisit anggaran tetap dijaga agar tidak melampaui batas aman, yakni maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, rasio utang pemerintah disebut masih berada dalam kondisi terkendali dan berpotensi menurun apabila penerimaan negara dari pajak dan bea cukai terus meningkat.

“Kita belanjakan dengan maksimal, tapi tidak melanggar 3 persen rasio defisit PDB, dan utang kita dijaga di level stabil, mungkin akan turun. Saya pikir ketika ekonomi lebih bagus dengan pajak dan bea cukai yang bagus, sehingga utang kita bisa ditekan perlahan,” tegas Purbaya.

Program Koperasi Desa Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut penciptaan lapangan kerja juga didorong melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, hingga Januari 2026, program tersebut telah membangun sekitar 30.000 unit koperasi desa dan menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja.

“Kopdes, offtaker usaha rakyat, tahun ini sampai Januari dibangun 30.000 unit dan menyerap 600.000 tenaga kerja. Dia akan menaungi hasil usaha kecil menengah yang ada di desa-desa,” ujar Zulkifli Hasan.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Akui Pemerintah Gagal Ciptakan Lapangan Kerja, Banyak WNI Terpaksa Bekerja di Luar Negeri

Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Target Pertumbuhan Ekonomi Lampaui APBN

Zulkifli Hasan juga optimistis Indonesia mampu melampaui target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.

Ia menilai, melalui berbagai program unggulan pemerintah, pertumbuhan ekonomi nasional berpotensi mencapai 6 persen dalam beberapa waktu ke depan.

Optimisme pemerintah ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan tenaga kerja, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Pemerintah berharap, kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin dan program pembangunan berbasis masyarakat dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat. (***)