Ribuan massa yang tergabung dalam Masyarakat Pati Bersatu (MPB) membubarkan diri usai melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, Jumat (19/9) sore. Audiensi ini berlangsung di ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Pati dan juga dihadiri anggota Pansus Hak Angket DPRD Pati.
DPRD Pati Pastikan Ketua Pansus Tetap
Dalam pertemuan tersebut, Ali Badrudin menjamin tidak akan mengganti Teguh Bandang Waluyo dari jabatan Ketua Pansus Pemakzulan Bupati Pati Sudewo. Pernyataan ini disambut positif oleh ribuan massa yang telah menunggu selama lebih dari 2,5 jam.
“Kami yang ada di DPRD Pati tetap akan mengawal dan menyelesaikan Pansus ini sampai setuntas-tuntasnya dan semaksimal mungkin, Bapak Ibu,” ujar Ali, yang disambut gemuruh massa.
Tuntutan Massa dan Kesepakatan DPRD
Dari 13 tuntutan yang disampaikan 10 perwakilan MPB, DPRD kemudian merangkum menjadi enam tuntutan utama. Salah satunya adalah mempertahankan Ketua Pansus. Ali menegaskan komitmen Fraksi PDI Perjuangan untuk tidak mengganti Teguh Bandang Waluyo.
“Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen tidak akan mengganti Ketua Pansus yaitu Bapak Teguh Bandang Waluyo. Aman, tidak akan diganti,” tegasnya.
Selain itu, DPRD menyetujui permintaan untuk mengganti anggota Pansus yang dinilai jarang hadir dalam rapat, yaitu Joko Wahyudi dari PDIP, dan Irianto Budi Utomo dari Gerindra. Wakil Ketua II DPRD Pati, Hardi, menyatakan partainya mendukung penggantian anggota tersebut.
“Terkait tuntutan untuk mengganti Irianto Budi Utomo kami sepakat untuk diganti,” kata Hardi.
Pesan Massa dan Koordinator Aksi
Ulil, salah satu koordinator aksi, menekankan pentingnya pengawalan Pansus Hak Angket dan meminta anggota DPRD menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh. Ia menilai kinerja Teguh Bandang Waluyo sangat baik dan layak dipertahankan.
“Kami menilai kinerja Mas Bandang bagus, jadi jangan sampai diganti,” ujar Ulil.
Ia juga menekankan pentingnya penggantian anggota Pansus yang dianggap tidak bersungguh-sungguh menjalankan tugas.
“Dua anggota pansus itu diduga mengalami masuk angin sehingga kami minta diganti,” tambahnya.
Dengan berakhirnya audiensi ini, massa membubarkan diri secara tertib, meninggalkan gedung DPRD Pati dengan suasana yang relatif kondusif. (***)







