Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan adanya kesepakatan penting yang berlaku di skuad Garuda. Para pemain sepakat untuk menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam berkomunikasi sehari-hari di lingkungan Timnas.
Langkah ini muncul akibat dinamika baru yang terjadi dalam komposisi pemain Indonesia. Selain para penggawa yang lahir dan besar di Tanah Air, Timnas kini dipadati para pemain diaspora yang tumbuh di berbagai negara Eropa, seperti Belanda, Inggris, hingga Italia.
“Kami berbicara bahasa Inggris. Kami sepakat karena ada banyak pemain yang lahir di Indonesia, jadi mereka berbicara bahasa Indonesia, dan tentu saja kami juga memiliki kemampuan berbahasa Belanda,” ujar Kevin Diks, dikutip dari Bundesliga.
Menurut Diks, meski sebagian pemain diaspora memiliki latar belakang yang sama dan sering menggunakan bahasa Belanda, mereka memilih untuk meniadakan penggunaan bahasa tersebut demi menjaga kebersamaan tim. “Biasanya kami berbicara bahasa Belanda, tetapi kami sepakat untuk tidak melakukannya karena kami bersama dan harus melakukannya bersama-sama, kami bukan kelompok, atau semacamnya,” jelasnya.
Meski begitu, Kevin menambahkan bahwa upaya pemain diaspora untuk mempelajari Bahasa Indonesia terus berjalan. “Tapi saya pikir banyak pemain yang mencoba belajar bahasa Indonesia, jadi ini akan mempermudah segalanya,” tambah bek berusia 29 tahun itu.
Diks juga menceritakan pengalamannya merasakan langsung bagaimana besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola. Menurutnya, masyarakat tanah air benar-benar hidup dengan olahraga tersebut.
“Kamu harus mengerti bahwa di Indonesia ada begitu banyak orang dan mereka hidup dengan sepak bola, mereka mencintai sepak bola, dan cara termudah untuk terhubung dengan kami adalah melalui media sosial, karena kami tinggal sangat jauh,” ujarnya.
Para pemain diaspora yang berkarier di Eropa juga memanfaatkan media sosial untuk menjaga kedekatan dengan publik Indonesia. “Banyak pemain tinggal dan bermain di Eropa, jadi salah satu cara untuk terhubung dengan orang-orang, seperti yang saya lakukan, adalah dengan menunjukkan kepada mereka sedikit hal di luar sepak bola dan bukan hanya sepak bola saja,” imbuhnya.
Kevin Diks sendiri baru saja menjalani petualangan baru di Bundesliga. Pada bursa transfer musim panas 2025, ia resmi bergabung dengan Borussia Monchengladbach setelah kontraknya berakhir bersama FC Copenhagen.
Meski sempat mengalami periode adaptasi yang sulit, mantan pemain Fiorentina itu kini mulai menikmati kariernya di Jerman. Borussia Monchengladbach pun tengah berada dalam tren positif dan stabil di papan tengah klasemen Bundesliga 2025/2026. (***)












