Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, dihadapkan pada pekerjaan yang tidak ringan untuk membangkitkan performa anak asuhnya setelah menelan kekalahan telak dari Dewa United pada pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Banten International Stadium, Banten, Sabtu (20/12/2025), Laskar Sambernyawa harus mengakui keunggulan tuan rumah usai dibantai dengan skor mencolok 5-1. Hasil tersebut semakin memperpanjang catatan negatif Persis Solo sepanjang musim ini.
Kekalahan telak itu membuat posisi Persis Solo kian terpuruk di papan klasemen. Upaya untuk keluar dari zona degradasi pun semakin berat, seiring bertambahnya rekor buruk yang membayangi tim asal Kota Bengawan tersebut.
Saat ini, Persis Solo tercatat sebagai tim dengan jumlah kemenangan paling sedikit di BRI Super League 2025/2026. Dari 14 pertandingan yang telah dijalani, mereka baru sekali meraih kemenangan. Catatan tersebut sekaligus menempatkan Persis sebagai satu-satunya tim yang hanya mengoleksi satu kemenangan hingga pekan ke-15.
Lebih memprihatinkan lagi, Persis Solo tengah terjerat tren tanpa kemenangan dalam 13 pertandingan terakhir. Satu-satunya kemenangan diraih pada pekan pertama, saat Sho Yamamoto dan kolega berhasil mencuri tiga poin di kandang Madura United dengan skor 2-1. Sejak laga tersebut, Persis tak lagi mampu merasakan manisnya kemenangan.
Jika kondisi ini tidak segera dibenahi, peluang Persis Solo untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin menipis. Hingga kini, mereka masih terdampar di dasar klasemen dengan koleksi tujuh poin dari 14 laga.
Masalah di lini pertahanan juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi Milomir Seslija. Lima gol yang bersarang ke gawang Persis saat menghadapi Dewa United menjadi peringatan keras bahwa kelemahan tim belum teratasi. Secara keseluruhan, Persis telah kebobolan 31 gol dari 14 pertandingan, jumlah terbanyak di antara seluruh peserta liga.
Catatan buruk tersebut bahkan semakin parah dalam dua laga terakhir. Sebelum dihajar Dewa United, Persis Solo juga harus kebobolan empat gol ketika kalah 3-4 dari PSM Makassar di kandang sendiri. Akibatnya, selisih gol Persis kini menjadi yang terburuk di liga, yakni minus 16, setelah baru mencetak 15 gol sepanjang musim.
Meski berada dalam situasi sulit, Milomir Seslija tetap menyimpan optimisme. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina berusia 61 tahun itu yakin Persis Solo masih memiliki peluang untuk bangkit dan keluar dari jeratan degradasi pada akhir musim.
“Kami perlu tetap bersatu dan saya tidak mengatakan ini akan menjadi hal yang mudah. Saya mengatakan ini akan menjadi pelajaran berharga di akhir musim untuk Persis Solo,” ujar Milomir Seslija.
Ia juga menegaskan pentingnya peran suporter dalam perjuangan tim. “Pendukung Solo membutuhkan Persis untuk tetap berada di Liga 1 karena cinta dan tradisi kalian untuk klub ini. Terima kasih atas dukungan dan dorongan suporter yang tak tergoyahkan. Mari bangkit bersama dan meraih hasil terbaik untuk Persis,” tutupnya. (***)












