Scroll untuk baca artikel
Bisnis

BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025

×

BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
BCA Bukukan Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) yang sebesar Rp54,8 triliun.

Kinerja laba yang solid ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang meningkat 4,1 persen (yoy) menjadi Rp85,4 triliun. Selain itu, pendapatan nonbunga BCA juga melonjak 16 persen (yoy) menjadi Rp25,6 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan operasional perseroan naik 5,4 persen (yoy) menjadi Rp111,1 triliun.

Iklan

Dari sisi efisiensi, rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) BCA membaik menjadi 30,7 persen pada 2025. Perbaikan ini turut menopang pertumbuhan laba bersih perseroan.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah atas kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi dorongan bagi BCA untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Ini menjadi motivasi kami untuk bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif,” ujar Hendra dalam konferensi pers, Selasa (27/1).

Baca Juga:  Bank Mandiri dan BCA Hadapi Tantangan Likuiditas Valas di Tengah Gejolak Global

Hendra menambahkan, BCA secara konsisten menghadirkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Salah satunya melalui pengembangan aplikasi MyBCA yang sepanjang 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti Kryptex via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta api dan kapal, serta penambahan berbagai mata uang asing.

Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit BCA tumbuh 7,7 persen (yoy) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit perseroan mencapai 10,8 persen sepanjang tahun lalu. Penyaluran kredit tersebut terdistribusi ke berbagai sektor, antara lain manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga, sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) BCA meningkat 13,1 persen (yoy) menjadi Rp1.045 triliun.

BCA juga mencatat pertumbuhan kredit usaha sebesar 9,9 persen (yoy) menjadi Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara itu, pembiayaan kredit konsumer terjaga di level Rp224,1 triliun, yang ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) senilai Rp56,6 triliun.

Baca Juga:  Bank Mandiri dan BCA Hadapi Tantangan Likuiditas Valas di Tengah Gejolak Global

Selain itu, perseroan turut mendukung penyaluran KPR subsidi atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) swasta sejak Oktober 2025. Outstanding pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 9,8 persen (yoy) mencapai Rp25,2 triliun.

Kualitas aset BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8 persen, dibandingkan 5,3 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga terkendali di level 1,7 persen, dengan pencadangan NPL dan LAR yang memadai, masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.

Dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan, kredit BCA ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen (yoy) menjadi Rp255 triliun per Desember 2025, setara dengan 25,8 persen dari total portofolio pembiayaan. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan pembiayaan proyek energi baru terbarukan yang meningkat dua kali lipat secara tahunan menjadi Rp6,2 triliun. Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik juga melonjak 53 persen (yoy) mencapai Rp3,6 triliun. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...