― Advertisement ―

Runner Up Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Tetap Kena Denda AFC

Piala Asia Futsal 2026 resmi berakhir dengan catatan bersejarah bagi Timnas Futsal Indonesia. Skuad Garuda berhasil mengukir prestasi sebagai runner up untuk pertama kalinya,...
BerandaBeritaOlahragaAFC Benarkan Protes Vietnam, Kasus Bergulir ke CAS

AFC Benarkan Protes Vietnam, Kasus Bergulir ke CAS

Peta persaingan Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 mendadak berubah panas. Bukan karena hasil di atas lapangan, melainkan karena polemik administrasi yang menyeret tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia ke meja penyelidikan FIFA.

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhirnya buka suara dan mengonfirmasi bahwa polemik tersebut bermula dari protes resmi yang diajukan Federasi Sepak Bola Vietnam. Protes itu menyasar keabsahan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain Malaysia: Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

Awal Mula: Protes Usai Duel Panas

Menurut Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, laporan pertama justru datang dari FIFA. Hal itu wajar mengingat meski kompetisi berada di bawah naungan AFC, aspek status pemain tetap berada dalam yurisdiksi FIFA.

“Kami diberi tahu oleh FIFA karena ini adalah kompetisi AFC, yaitu Kualifikasi Piala Asia 2027. Kami mendapat informasi bahwa FIFA sedang meneliti ketujuh pemain tersebut setelah pertandingan antara Malaysia melawan Vietnam,” ujar Windsor, dikutip dari Makan Bola.

Baca Juga:  Timnas Malaysia Terancam Kehilangan Mesin Gol Joao Figueiredo Akibat Sanksi FIFA

Ia menegaskan bahwa penyelidikan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba.

“Karena ada protes dari Vietnam. Itu pertama kalinya kami menerima kabar langsung dari FIFA. Setelah itu kami menunggu hasil penyelidikan. Biasanya proses seperti ini melibatkan federasi nasional dan FIFA,” jelasnya.

FIFA kemudian melakukan verifikasi dokumen, termasuk penelusuran asal-usul garis keturunan yang menjadi dasar naturalisasi. Hasil awal penyelidikan menyebut dokumen kakek-nenek para pemain yang diajukan tidak memiliki keterkaitan dengan Malaysia.

Dampak ke Klasemen dan Sanksi Awal

Secara performa, Malaysia sebenarnya berada di atas angin. Skuad asuhan Peter Cklamovski memimpin Grup F dengan 15 poin, unggul tiga angka dari Vietnam di posisi kedua. Namun, posisi tersebut kini dibayangi ketidakpastian.

AFC menerima pemberitahuan terkait sanksi awal yang dijatuhkan kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atas dugaan penggunaan pemain yang dinilai tidak memenuhi syarat. Detail teknis sanksi berada dalam kewenangan FIFA, tetapi konsekuensinya berpotensi memengaruhi perjalanan Malaysia menuju putaran final.

Pernyataan resmi AFC sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa pihak yang mengajukan keberatan. Sebelumnya, isu ini sempat berkembang liar setelah pemilik Johor Darul Ta’zim, Tunku Ismail bin Sultan Ibrahim, melontarkan sindiran di media sosial.

Baca Juga:  Safee Sali Ajak Publik Malaysia Bersatu Hadapi Ancaman Sanksi FIFA

Tunku Ismail menyebut adanya sosok yang berada di New York sebagai pihak di balik laporan tersebut. Pada saat yang sama, Ketua PSSI Erick Thohir diketahui tengah berada di New York untuk pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pernyataan itu memicu spekulasi regional sebelum akhirnya AFC memastikan bahwa protes resmi memang datang dari Vietnam.

FAM Tempuh Jalur Hukum ke CAS

Perkara ini belum berakhir. FAM memilih membawa kasus tersebut ke Mahkamah Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS). Dalam pernyataan resminya, FAM mengungkapkan bahwa CAS telah mengabulkan permohonan Penangguhan Pelaksanaan (Stay of Execution).

Artinya, sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola terhadap tujuh pemain tersebut untuk sementara waktu tidak diberlakukan.

Dengan keputusan sementara itu, ketujuh pemain masih dapat berkompetisi hingga CAS mengeluarkan putusan final pada 26 Februari 2026.

Menanti Putusan Penentu

Kasus ini kini menjadi ujian kredibilitas sistem verifikasi pemain di kawasan Asia. Di satu sisi, Malaysia berupaya mempertahankan posisi puncak klasemen melalui jalur hukum. Di sisi lain, Vietnam menanti kejelasan hasil penyelidikan yang berpotensi mengubah konstelasi Grup F.

Baca Juga:  TMJ Pertanyakan Sanksi FIFA terhadap FAM soal Skandal Naturalisasi

Putusan CAS pada akhir Februari nanti akan menjadi titik krusial. Bukan hanya bagi tujuh pemain yang terlibat, tetapi juga bagi integritas kompetisi dan arah persaingan menuju Piala Asia 2027. (***)