Seorang buruh kebun tebu berinisial H (42) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang anak perempuan berinisial R (10), yang jenazahnya ditemukan di sebuah bedeng wilayah KM 37, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Minggu, 22 Juni 2025.
Penetapan status tersangka terhadap H diumumkan langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, dalam konferensi pers pada Rabu, 23 Juli 2025.
“Korban datang karena dijanjikan diberi bakwan. Setelah itu, pelaku melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Noviarif.
Masih Dalami Penyebab Kematian
AKP Noviarif menjelaskan bahwa pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta penyebab kematian korban. Salah satu hal yang menjadi fokus penyelidikan adalah temuan busa yang keluar dari mulut korban saat ditemukan pertama kali.
“Salah satu yang masih kami selidiki adalah penyebab keluarnya busa dari mulut korban. Itu bisa dipicu berbagai faktor seperti gangguan pernapasan, benturan, atau reaksi zat tertentu,” jelasnya.
Modus Pelaku: Jajanan dan Uang untuk Dekati Anak-anak
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar lokasi kejadian, pelaku H disebut sering mendekati anak-anak dengan cara memberikan jajanan maupun uang. Polres Tulang Bawang pun kini membuka penyelidikan terhadap dugaan kelainan perilaku dari tersangka.
“Ada indikasi bahwa korban mungkin telah menjadi target sejak awal. Kemungkinan adanya kelainan perilaku dari pelaku sedang kami dalami,” ungkap Noviarif.
Pelaku saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tulang Bawang. Polisi juga menyebutkan bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan pasal dalam berkas penyidikan, tergantung hasil pendalaman kasus yang masih berlangsung.
Tagar #JusticeForZahra Menggema di Media Sosial
Kasus keji ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat luas. Tagar #JusticeForZahra mendadak viral di berbagai platform media sosial sejak awal pekan ini. Publik mengecam lambannya proses penangkapan pelaku dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
Beberapa tokoh publik bahkan turut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kasus tersebut melalui media sosial maupun platform podcast. Salah satu podcast yang menayangkan wawancara keluarga korban langsung mendapatkan ratusan ribu tayangan dalam hitungan jam.
Desakan Keadilan dari Keluarga dan Publik
Keluarga korban, dalam wawancara yang disiarkan di beberapa akun publik figur, menyampaikan harapan besar agar pelaku mendapat hukuman setimpal dan proses hukum dilakukan seadil-adilnya. Mereka juga meminta perlindungan lebih terhadap anak-anak di lingkungan sekitar, agar kejadian serupa tak kembali terjadi.
Kepolisian Tulang Bawang berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan meminta masyarakat tetap tenang serta tidak main hakim sendiri. Pihak berwenang mengimbau siapa pun yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Pemerintah dan masyarakat diharapkan lebih sigap dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang lebih kuat, sekaligus memperkuat edukasi dan pengawasan terhadap potensi predator di sekitar lingkungan tempat tinggal. (***)


