Keputusan Barcelona meminjam Marcus Rashford dari Manchester United pada bursa transfer musim panas 2026 kini terbukti sebagai salah satu langkah paling cerdas musim ini.
Setelah melalui proses analisis internal yang panjang serta pemantauan performa pemain, manajemen Barcelona akhirnya memutuskan memboyong penyerang tim nasional Inggris itu dengan status pinjaman. Keputusan tersebut sempat memunculkan tanda tanya di kalangan publik, namun kontribusi Rashford kini menjawab semua keraguan.
Hingga pertengahan musim, Rashford tampil konsisten dan menjadi salah satu elemen penting dalam permainan Blaugrana. Di seluruh kompetisi, ia telah mencatatkan tujuh gol dan 11 assist dari total 24 penampilan bersama Barcelona.
Laporan terbaru media Spanyol Sport, Rabu (24/12/2025), mengungkap detail di balik proses transfer tersebut, termasuk peran besar pelatih Barcelona, Hansi Flick. Disebutkan bahwa Flick terlibat langsung sejak tahap awal perekrutan Rashford.
Kontak pertama antara Flick dan Rashford bahkan telah terjadi sejak Mei 2025. Saat itu, Barcelona sejatinya menjadikan Nico Williams sebagai target utama untuk posisi sayap. Namun, setelah pemain Athletic Bilbao tersebut memilih memperpanjang kontraknya, Barcelona mengalihkan fokus pada opsi alternatif.
Dalam situasi itulah Flick mengambil peran kunci. Pelatih asal Jerman tersebut secara personal memaparkan proyek olahraga Barcelona kepada Rashford, sekaligus menjelaskan peran yang diharapkannya dalam skema tim.
Rashford disebut sepenuhnya memahami bahwa kepindahan ke Camp Nou tidak disertai jaminan posisi utama. Ia menyadari persaingan ketat di dalam skuad dan harus bekerja keras untuk mengamankan tempat di starting XI.
Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi daya tarik bagi Rashford. Kesempatan untuk mereset kariernya di lingkungan yang kompetitif dan menuntut performa tinggi membuatnya tertarik menerima tawaran Barcelona.
Dari sisi Manchester United, proses negosiasi berjalan relatif mulus. Rashford tidak lagi menjadi bagian sentral dalam rencana pelatih Ruben Amorim, sehingga klub lebih terbuka untuk melepasnya dengan status pinjaman.
Kesepakatan personal dengan pemain sebagian besar telah tercapai sejak awal pembicaraan. Negosiasi antar klub kemudian berfokus pada skema pembagian gaji selama masa peminjaman.
Pengorbanan signifikan datang dari Rashford sendiri. Ia bersedia menerima pemotongan gaji sekitar 15 persen demi memuluskan kepindahannya ke Barcelona. Sebagai bagian dari kesepakatan, Barcelona juga mengamankan opsi pembelian permanen senilai sekitar 30 juta euro di akhir musim.
Setelah seluruh detail rampung, Rashford bergerak cepat. Ia langsung terbang ke Barcelona, menjalani beberapa sesi latihan singkat, sebelum bergabung dengan tim dalam rangkaian tur pramusim. Keputusan berani tersebut kini terbukti membuahkan hasil positif bagi semua pihak. (***)












