Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Didorong Bisnis Games, Bukalapak Hasilkan Laba Bersih Rp. 464 Miliar

×

Didorong Bisnis Games, Bukalapak Hasilkan Laba Bersih Rp. 464 Miliar

Sebarkan artikel ini
Didorong Bisnis Games, Bukalapak Hasilkan Laba Bersih Rp. 464 Miliar
Baca Berita Terupdate di Saluran Whatsapp Gratis

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang semester I 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 464 miliar. Capaian ini menjadi titik balik positif setelah pada periode yang sama tahun lalu mencatatkan kerugian sebesar Rp 751 miliar.

Pertumbuhan laba ini sejalan dengan meningkatnya total pendapatan perusahaan yang menembus angka Rp 3,08 triliun, naik 27,95 persen dibandingkan semester I 2024 yang sebesar Rp 2,41 triliun. Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari lini bisnis gaming yang dikelola oleh Five Jack, perusahaan asal Korea Selatan, dengan kontribusi senilai Rp 2,46 triliun. Angka ini melesat tajam dari Rp 821 miliar pada periode sebelumnya.

Iklan

Selain gaming, dua lini bisnis lain yang turut menopang pendapatan adalah segmen online to offline (O2O) sebesar Rp 439 miliar dan ritel sebesar Rp 160 miliar. BUKA juga meraih pendapatan dari investasi senilai Rp 25,2 miliar.

Di sisi beban usaha, Bukalapak mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar Rp 2,83 triliun, serta beban penjualan dan pemasaran Rp 100,5 miliar. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 305,9 miliar, ditambah beban operasi lainnya sebesar Rp 32 miliar.

Namun, dari sisi investasi, BUKA mengantongi laba nilai investasi mencapai Rp 243,2 miliar. Kinerja ini turut mendorong laba usaha menjadi Rp 58,1 miliar, berbalik dari rugi usaha sebesar Rp 1,2 triliun di semester I 2024.

Pendapatan keuangan juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp 449,28 miliar. Kombinasi antara pendapatan keuangan dan hasil investasi ini menjadi pendorong utama tercapainya laba bersih perusahaan.

Dari sisi arus kas, perusahaan mencatatkan peningkatan kas dan setara kas secara signifikan dari Rp 9,44 triliun pada akhir Juni 2024 menjadi Rp 17,16 triliun di akhir Juni 2025. Lonjakan ini terutama berasal dari penerimaan atas pelepasan investasi senilai Rp 7,6 triliun.

Hingga akhir semester I 2025, total aset BUKA tercatat sebesar Rp 24,07 triliun, mengalami penurunan dari Rp 24,7 triliun pada akhir Desember 2024. Total liabilitas perusahaan juga menurun menjadi Rp 717 miliar dari sebelumnya Rp 1,09 triliun. Sementara itu, ekuitas tercatat turun tipis menjadi Rp 23,3 triliun dibandingkan Rp 23,7 triliun pada akhir 2024.

Dengan performa yang mengesankan ini, BUKA menunjukkan kemampuan adaptasi dan transformasi bisnis digital yang kuat, menjadikan sektor gaming sebagai motor pertumbuhan utama di tengah ketatnya persaingan ekonomi digital nasional. (***)

Berlangganan berita gratis di Whatsapp Channel
Dunia Sudah Canggih! Kreatiflah Sedikit...