Gunung Bromo kembali menjadi pusat perhatian publik setelah sebuah video yang menunjukkan hamparan es menyerupai salju di kawasan ini viral di media sosial. Fenomena yang tampak seperti salju ini rupanya adalah embun upas atau frost, yang memang kerap muncul saat musim kemarau di kawasan pegunungan.
Fenomena ini terjadi akibat suhu yang turun drastis pada malam hari, hingga mencapai titik beku, menyebabkan embun yang mengendap di permukaan tanah, daun, dan rerumputan membeku menjadi lapisan es tipis.
Fenomena Langka yang Membuat Wisatawan Penasaran
Salah satu wisatawan asal Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Sandi, mengaku datang khusus ke Gunung Bromo untuk menyaksikan fenomena embun es tersebut. Ia mengatakan fenomena ini sangat langka dan tidak terjadi setiap tahun.
“Saya sengaja datang ke sini sejak subuh, soalnya katanya kalau sudah jam 10 pagi sudah mulai meleleh es-nya. Alhamdulillah saya kesampaian buat lihat embun es ini, soalnya tahun kemarin datang ke sini sudah nggak ada lagi,” ujar Sandi saat ditemui di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sabtu (12/7/2025).
Sandi menambahkan, embun es yang membalut permukaan pasir dan rumput membuat lanskap Gunung Bromo tampak seperti berada di luar negeri. Efek visualnya yang menyerupai salju membuat banyak wisatawan tertarik mengabadikannya dalam foto dan membagikannya ke media sosial.
“Kalau di foto kan pasirnya nggak kelihatan hitam, malah putih seperti salju. Jadi bagus buat update foto di Instagram,” pungkasnya.
Embun Upas, Fenomena Alam Khas Dataran Tinggi
Fenomena embun upas sebenarnya bukan hal baru di kawasan Gunung Bromo. Embun ini biasanya muncul pada musim kemarau, saat langit cerah dan suhu udara di malam hari turun ekstrem, bisa mencapai di bawah 0 derajat Celsius.
Embun ini membeku di pagi hari dan akan mencair begitu sinar matahari mulai menghangatkan tanah, biasanya sekitar pukul 08.00–10.00 WIB.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut kerap terjadi antara bulan Juli hingga Agustus, khususnya di titik-titik tertinggi kawasan Bromo seperti Bukit Teletubbies dan area sekitar Penanjakan.
Daya Tarik Wisata Musiman
Kehadiran embun es ini ternyata mampu menarik minat wisatawan domestik hingga mancanegara. Banyak dari mereka yang sengaja datang di pagi buta untuk melihat dan mengabadikan momen langka tersebut sebelum embun mencair.
Pihak pengelola TNBTS juga mengimbau wisatawan untuk tetap menjaga kelestarian alam selama berkunjung, mengingat tingginya antusiasme bisa berdampak pada kebersihan dan ketertiban kawasan wisata.
Fenomena embun es di Gunung Bromo sekali lagi membuktikan kekayaan alam Indonesia yang memikat dan tak kalah dari destinasi luar negeri. Selain menjadi objek wisata yang unik, fenomena ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam, agar keindahan seperti ini tetap bisa dinikmati generasi berikutnya.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung, datanglah lebih awal saat subuh dan kenakan pakaian hangat, karena suhu di kawasan tersebut bisa turun hingga titik beku. (***)






