Sombong kepada orang sombong sering kali dianggap sebagai “pembalasan yang setimpal” oleh sebagian orang. Tapi bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah boleh membalas kesombongan dengan kesombongan juga? Dalam artikel ini, kita akan membedah secara tuntas bagaimana hukum sombong kepada orang sombong menurut ajaran Islam.
Apa Itu Sombong Menurut Islam?
Definisi Sombong dalam Pandangan Syariat
Sombong atau “kibr” dalam istilah Islam adalah sikap merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)
Ciri-Ciri Orang Sombong
Menurut ulama tafsir, orang yang sombong biasanya:
- Merasa lebih baik dari orang lain.
- Menolak nasihat atau kebenaran.
- Senang meremehkan orang lain.
Jadi, sombong bukan cuma soal gaya bicara atau cara berpakaian, tapi tentang hati dan niat.
Apakah Boleh Sombong kepada Orang Sombong?
Pendapat Ulama tentang Membalas Kesombongan
Imam Nawawi menjelaskan bahwa membalas sombong dengan sombong tetap tidak dibenarkan. Meski tujuannya untuk memberi pelajaran, tetap saja kesombongan adalah sifat tercela.
Syekh Ibnu Taimiyah mengatakan:
“Kesombongan tidak dibenarkan dalam bentuk apa pun, walaupun kepada orang yang sombong. Yang ada adalah menunjukkan kemuliaan akhlak.”
Tapi Bagaimana dengan Ayat Balasan Setimpal?
Allah berfirman:
“Dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Tetapi siapa yang memaafkan dan memperbaiki, maka pahalanya dari Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)
Ayat ini tidak bisa dijadikan dasar untuk membalas kesombongan dengan kesombongan. Balasan setimpal berlaku dalam konteks hukum pidana atau hak-hak sosial, bukan akhlak hati.
Menyikapi Orang Sombong dengan Bijak
Gunakan Kesabaran sebagai Senjata
Sabar bukan berarti lemah. Justru sabar adalah kekuatan sejati dalam menghadapi orang sombong. Rasulullah SAW tidak pernah membalas kesombongan orang Quraisy dengan kesombongan pula.
Jadikan Diri Kita Cermin Kebaikan
Orang yang bisa meredam ego dan tidak terpancing emosi justru akan menjadi cerminan akhlak mulia. Dalam hadits dikatakan:
“Orang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tapi yang bisa mengendalikan dirinya saat marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jangan Biarkan Diri Tertular Kesombongan
Kesombongan itu menular. Ketika kita membalas sombong dengan sombong, lama-lama kita ikut terjerumus dalam akhlak buruk yang sama.
Contoh Nabi dan Sahabat dalam Menghadapi Orang Sombong
Rasulullah SAW: Lemah Lembut meski Dihina
Ketika Rasulullah dihina oleh Abu Jahal dan kaum Quraisy, beliau tetap bersikap santun. Tidak ada satu pun riwayat yang menyebut beliau membalas dengan sikap arogan.
Umar bin Khattab: Tegas tapi Tidak Sombong
Umar dikenal tegas, tapi bukan berarti beliau sombong. Ketika ada orang sombong, Umar justru menasihati dengan kalimat yang menyentuh hati, bukan dengan sikap meremehkan.
Apa Kata Psikolog dan Ahli Etika?
Perspektif Psikologi
Psikolog Islami Dr. Aisyah Dahlan menjelaskan bahwa membalas kesombongan dengan sombong bisa memicu stres dan konflik sosial yang lebih besar.
“Saat kita terpancing emosi dan membalas, hormon kortisol meningkat. Ini bisa merusak relasi dan kesehatan jiwa.”
Pendapat Ahli Etika Islam
Dr. Adian Husaini menyatakan:
“Islam tidak mengenal ‘balas dendam’ dalam urusan akhlak. Kita diajarkan untuk menjadi lebih baik dari lawan bicara kita.”
Bagaimana Cara Menegur Orang Sombong Tanpa Menjadi Sombong?
1. Gunakan Kata-Kata yang Lembut
Gunakan kalimat seperti:
- “Masya Allah, semoga kita semua dijauhkan dari merasa paling benar.”
- “Kita semua masih belajar, ya.”
2. Jadikan Diri sebagai Contoh
Kadang, tindakan lebih keras dari kata-kata. Tunjukkan bahwa kita tetap rendah hati meski punya kelebihan.
3. Sampaikan dengan Humor
Gunakan pendekatan yang ringan tapi mengena. Humor bisa menjadi senjata yang sangat efektif.
Kesimpulan: Jangan Sombong, Sekalipun kepada Orang Sombong
Sombong kepada orang sombong bukan solusi. Islam mengajarkan akhlak, bukan ego. Kita tidak akan menjadi mulia hanya dengan membalas kesombongan orang lain.
Inti Pesan Artikel Ini:
- Sombong tetap haram, meski sasarannya orang yang sombong.
- Islam mengajarkan sabar, bukan balas dendam.
- Jadilah contoh akhlak yang baik, bukan salinan dari keburukan orang lain.
“Akhlak yang baik bisa meluluhkan hati yang keras. Tapi sombong hanya akan memperpanjang permusuhan.”
Disclaimer
Artikel ini ditulis untuk keperluan edukasi dan dakwah. Segala dalil dan kutipan disesuaikan dengan sumber-sumber terpercaya dari Al-Qur’an, Hadis, dan pendapat ulama. Tidak dimaksudkan untuk menggantikan fatwa resmi. Jika Anda memiliki masalah pribadi terkait topik ini, konsultasikan langsung kepada ustaz atau ahli fikih.






